Career Focus Week
Hmm… lagi nungguin temen yang mau datang bantuin pindahan. Mau pindah dari tempat tante lucy ke Campus Housing di schiedamse Vest, 1 blok dari beursplein…I love that place… bener2 di tengah kota :)…. Jadi sambil nunggu temenku itu datang mendingan nulis-nulis lagi ah….
Seminggu kemarin, all of RSM-MBA 07 "dijejali" dengan materi "Career focus week". Mulai dari pengenalan diri, mengetahui minat, kepribadian vs pilihan kerja, nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi, kemampuan yang dimiliki sampe rencana kedepan. Phwewhh… ternyata kalau dibandingkan dengan kebanyakan participant yang lain… jauh bener ya? Aku sama sekali TIDAK TERMOTIVASI dengan uang, kepastian karir ataupun kerja di institusi yang bergengsi…. Yang memotivasi aku adalah variasi kerja, life balance terhadap nilai2 kekeluargaan & agama yang aku junjung, dan challenges kerjaan… Jadi bertanya kembali Bener gak sih aku masuk Program MBA yang merupakan salah satu rantai dalam sistem kapitalis internasional? Qeqeqe… but luckily masih ada segelintir orang yang juga deviasi… setidaknya I’m not the only one lah… ada temen yang juga "seaneh" aku …. qeqeqe lagi.. Sehabis Career Focus Week ini, kita punya PR untuk "mencari peluang associateship" untuk kredit perkuliahan, yang mana associateship ini ditujukan untuk fokus ke (perpindahan) karir kita dimasa mendatang.
Mikir tentang alternatif karir… ternyata setelah dianalisa aku "kayaknya" berada di persimpangan jalan. Walaupun telah menandatangani kontrak beasiswa di hadapan notaris yang menyatakan aku harus & (kayaknya) dijamin kerja selama 32 bulan di FEUI/Departemen Manajemen setelah aku pulang menyelesaikan sekolah… aku masih gak yakin dengan kepastian "pekerjaan" di FEUI di masa mendatang… Tapi aku gak bisa menyangkal kalo bekerja di FEUI lebih "fleksibel" jadi untuk merealisasikan program punya anak (hmmm… I really want to have my own children)…. Sementara… kayaknya kerja di Worldbank, ADB, UNESCO kayaknya cukup menggiurkan secara tantangan… tapi apakah dengan menjadi "totally career women" aku akan menjadi lebih bahagia? dan bagaimana keridhoan suamiku yang meminta aku sudah ada di rumah paling lambat maghrib? dan bagaimana pula dengan keinginan kita untuk punya anak… minimal 3 orang???
Kalau inget kata Elvis temen taiwan-ku yang filosofis itu… "time will tell"… jadi jalanin aja dan tunggu hasilnya… Maksudnya apa ya Vis? Aku coba lamar untuk internship di ADB/UNESCO terus dilihat apakah aku diterima atau tidak? Kalau tidak diterima, gimana nasib kredit internshipku di transkrip??… Jadi agak panik nih…. Hmm, tapi emang mungkin bener dijalanin aja kali ya… coba terus aja berbagai peluang dan Tangan ALLAH lah yang akan membawa aku ke tempat terbaik apa pun itu…