World Energy Crisis
Kemarin ujian Economics… case based seperti biasa…. Topiknya mengenai liberalisasi supply energi listrik di Eropa. Wow, mata jadi kebuka banget…. teringat akan kondisi di Indonesia yang sepertinya gak ngerti what happen in world energy crisis. Terus yang sedihnya media nasional kayak kompas… bukan malah mencerdaskan rakyat dengan kampanye hemat energi dan menjelaskan krisis energi dunia… malah memblow-up kesedihan masyarakat dengan harga listrik atau bbm yang naik, dan secara implisit meminta pemerintah Indonesia yang mau bankrut itu mensubsidi masyarakatnya. Gila gak sih… padahal negara2 di seluruh dunia mengalami hal yang sama… Gimana mau maju ya Indonesia… kalo yang di blow up adalah kesedihan&kesengsaraan terus… bukan what next supaya kita bisa bangkit dan ligat menghadapi world energy crisis? Terus ditambah lagi petinggi2 di Indonesia malah lebih mementingkan popularitas daripada mengerjakan hal yang benar untuk bangsa ke depan…. plus komentator2/kolumnis yang jualan omongan/tulisan yang akhirnya malah membuat masalah jadi ruwet….
Sedih…. masih punya masa depankah Indonesia? Apakah kita emang akan jadi pihak yang kalah dalam globalisasi dunia…. pihak yang hanya bisa jadi consumer aja…
Apakah generasi yang lahir setelah tahun 1970-an perlu merumuskan kembali Indonesia baru? Me-refer ke artikel sekitar 2 bulan lalu di koran nasional… ya merumuskan kembali Indonesia…. baik secara identitas… karakter… budaya… dan keinginan jangka panjang kita sebagai sebuah bangsa…. bukan sebuah kumpulan yang terdiri dari golongan2….
Hmmm…. kayaknya bakal panjang ya…. nanti aja deh dipikirin lagi…. sekarang musti blajar dulu…. besok ujian soalnya….