Mencintaimu…..

“Mencintaimu…. Seumur hidupku…. Selamanya…..” (taken from Krisdayanti Song…)

Lagu itulah yang paling cocok untuk gambarin perasaan aku kepada suamiku Rendy Primartantyo…. Pria yang akhirnya aku terima pinangannya dengan pilihan sadar (melalui istikhoroh) tanpa paksaan dari pihak manapun… Pria yang terus membuat aku makin jatuh cinta padanya setiap hari sampai hari ini…(dan mudah2an sampai maut memisahkan kita)

Mas Rendy dan aku tadinya adalah dua orang temen baik yang bisa share/cerita apa aja & menghabiskan waktu bersama melakukan hal2 yang sesuai dengan minat kita. Jadi gak heran kalau dia satu2nya cowok yang tahu siapa aja yang aku taksir waktu jaman kuliahan dulu… dan begitu juga sebaliknya… aku tahu dia naksir siapa aja. Kedekatan kita sebagai temen baik juga membuat aku deket dengan ibunya… yang waktu itu udah aku anggap kayak ibu kedua yang aku bisa curhatin macem2… Dan ibunya pun tahu kalau kedekatan aku ke anaknya Cuma sebatas teman baik… dan ibunya pun tahu aku sebenernya naksir siapa….. :p

Banyak orang bilang ke kita berdua…. “Witing tresno jalaran soko kulino lho…” baik dalam nada menyindir (a la anak Rohis) atau mendukung (kalo ini a la anak2 non rohis). Kita cuek aja jawab … “Weleh2, nikah sama dia mah nanti rasanya incest… wong udah kayak sodara sendiri”…. dan orang mau bilang apa, kitanya cuek aja… orang beneran gak ada apa2 kok…. (waktu itu)

Dulu aku selalu berandai2 kalo aku pingin dapet pasangan hidup dengan kriteria harus cerdas, bisa menaklukkan aku (baik dalam diskusi, studi atau ”kompetisi”), bisa mengarahkan aku ke prestasi yang lebih baik, bisa nurturing aku untuk menjadi orang yang lebih sabar, bijak dan terus juga mendukung self-actualization aku sebagai seorang perempuan dan seorang muslimah… Dua sampe tiga orang masuk kriteria ini, kesamaan mereka adalah aktivis kampus, pucuk pimpinan organisasi dan sama ambisiusnya sama aku…. dan suamiku saat itu tidak termasuk di dalamnya, wong dia hampir 180 derajat berlawanan…. tipe kepribadiannya populis, tipikal ”people person”, pelawak yang mencairkan & menyemarakkan suasana… yang sepertinya ”cuma” enak diajak jalan, curhat & seneng2 aja… :D

Mungkin itu indahnya jodoh, ALLAH memberi bukan apa yang kita mau…. tapi memberi apa yang tepat untuk kita (dan jalan yang tidak terduga pula)… Dia memberi aku suami yang bisa mencintaiku dengan sederhana, menerima aku apa adanya, dan bisa mendukung pengembangan diri masing2 baik suami ataupun istri… 3 hal mendasar yang (ternyata) penting banget untuk sukses membina hubungan rumah tangga…. dan indahnya…. dengan 3 hal tersebut membuat aku justru bisa memperoleh lebih dibanding yang aku inginkan sebelumnya dari seorang pasangan hidup….

Walopun sempet bingung adaptasi dari temen baik menjadi ”sepasang kekasih” yang akan segera diikat dengan ikatan suci pernikahan, amaze betapa ”anehnya” jalan yang kita tempuh untuk sampai pada keputusan menikah dan kaget betapa ibunda suamiku dengan gampangnya setuju dengan pernikahan kita…. Aku tidak bisa menyangkal cintaku kepada suamiku terus bertambah semenjak diucapkannya akad & sighat taklik, 4 September 2004 lalu… dan terus bertambah sampai sekarang….

Teringat percakapan aku sebulan menjelang berangkat tugas studi ke Londo ini…

Anna : ”Mas… kita nikah belum sampe setahun… terus mau pisah hampir satu setengah tahun… kok rasanya aku gak yakin ya aku mau pisah sama kamu…. Aku undurin diri aja ya dari program beasiswa ini?”

Rendy : ”Kalo nurutin kemauan aku… aku juga pinginnya kamu ada di sisi aku Na… tapi aku tahu… betapa besar potensi istriku dan banyak orang yang menaruh harapan sama istriku ini.. Jadi jangan konyol dengan mundur dari beasiswa… kamu udah berjuang untuk peroleh yang kamu pingin…. masa udah dapet malah dilepas?”

Anna : ”Hmm… kayaknya sih aku lebih pentingin ridho kamu sebagai suamiku mas… dibanding bisa studi di luar negeri… ridho kamu sebagai suamiku ’kan lebih pasti…. ganjarannya surga”

Rendy : ”Aku ridho sama kamu untuk studi di luar negeri Anna…. aku tahu ini berat buat aku…. tapi aku gak pengen kamu sia2kan kepercayaan orang yang sudah memberi amanah kamu buat studi lanjut… baik dari pihak EMA atau pihak NEC… Suaminya bangga tahu kalo punya istri pinter…”

Anna : (terharu dan mengucap dalam hati)… I’m so lucky to have someone like you as my husband honey…. Mudah2an ALLAH tetap memberikan karuniaNya kepada kita berupa keluarga yang sakinah, mawaddah & penuh rahmah…

#Ditulis dengan penuh cinta & kerinduan kepada suamiku tersayang… Rendy Primartantyo#

3 Responses to “Mencintaimu…..”

  1. Alin Says:

    Assalamu’alaikum Anna…

    Alin terharu baca blognya inih…, subhanallah deh…, tapi alin yakin Anna akan survive kok di Belanda, insyaAllah…., kan suami udah mendukung dan ridho Allah yah… karena ridho suami…, sukses buat Anna…, semoga perjalanannya menuju kehidupan yang lebih baik bersama suami dapat selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT, amin…
    Wassalamu’alaikum

  2. Endah Says:

    Na, gue sampe terharu deh…gudlak ya studinya juga…moga2 kita bisa membawa indonesia menjadi lebih baik ya…

  3. A'Oman Says:

    Assalamu’alaikum Anna…
    Terimakasih ya.. sudah memberikan masukan yang berharga tuk ana khususnya, dan semoga teman2 yang membaca blog ini pun dapat mengambil hikmah dari ‘true story’ Anna ini.. amin..
    Subhanallah ya.. ternyata manusia itu hanya bisa berencana, tapi Allah jua lah yang menentukan segalanya.
    Ana doakan, semoga keluarga yang Anna bina menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah yang diridhoi Allah SWT, amin..
    Good Luck Anna…

Leave a Reply