Rendah hati, kurang PD dan proses pembelajarn :p

Mungkin ini kali ya yang dinamakan proses pendewasaan… kita ditabrakin ke satu ekstrim ke ekstrim lainnya untuk mengetahui dimana posisi seimbang. Dulu aku punya rasa percaya diri yang sangat tinggi… mungkin bagi orang yang belum kenal, aku akan terkesan mendominasi, tidak mau mendengar orang lain, sok (tahu) dan to some extent menyebalkan. Terus mulai deh dapet banyak masukan kalo rendah hati itu justru akan lebih menguntungkan daripada over PD yang berani mati… and I completely agree with that.

Tapi seiring pembelajaran aku di RSM ini, (baik personal, profesional maupun akademikal) sikap rendah hati yang aku pingin aku terapkan dalam hidup ternyata bertransformasi negatif menjadi rendah diri…. karena ditempa dengan iklim hiperkompetisi yang kuat. Yup aku jadi kehilangan rasa PD dalam menghadapi apapun… jadi negatif… takut mencoba… takut gak bisa… takut terlihat bodoh.. bener2 silly. Kalau aku coba share mengenai ke tidak PD-an aku ini  ke sahabat/temen deket aku yang udah kenal aku lebih dari 5 tahun… mereka sama sekali gak percaya… bahkan mengira kalo aku lagi becanda… terus ketika aku bilang hal itu beneran terjadi.. mereka ketawa terbahak2.. dan bilang itu bukan elo banget lagi…. aku merenung… dan aku terus bergerak berusaha menemukan kembali konsep diriku yang lebih positif …

Yah emang sahabat/teman dekat adalah harta yang tak ternilai… pengingat & penyemangat kita. Dan terkadang mereka lebih mengenal kita daripada kita sendiri. Jadi teringat sahabat terdekatku sekarang… yup, my lovely husband Rendy Primartantyo… kalo aku curhat mengenai rasa ketidak PDan aku ini… dia selalu bilang… "ah itu hanya perasaan kamu aja lagi… istriku gak kayak gitu kok sebenernya (baca: bodoh & tidak PD-an)"… dan aku langsung menganggap kalo dia tidak berbicara hal yang sebenernya karena cuma pengen menghibur aja…. dan karena aku gak mau percaya… aku masih terjerembab dalam konsep diri yang negatif… konsep diri yang tidak balance….. tidak percaya diri akibat transformasi rendah hati menjadi rendah diri….

Tapi hari ini ada pembelajaran mengenai menemukan keseimbangan antara rendah hati & percaya diri. Yah menemukan kembali diriku yang dulu, diriku yang memandang dunia dengan kacamata indah & optimis, berani belajar, berani gagal, tidak takut mencoba, tidak takut terlihat bodoh… tapi tentunya sekarang (pinginnya) juga dibungkus indah dengan kerendahan hati….. :)

Iya pada hari yang indah ini… aku dikabarkan oleh profesor Strategic Management aku… kalo tugas paper aku adalah salah satu yang terbaik di kelas… dan dia minta aku (dan 6 orang lainnya yang papernya dianggap terbaik) dari populasi kelas yang berjumlah 52 orang untuk mempresentasikan paper tersebut besok. Ternyata aku gak "sebodoh" yang aku kira dan ketika aku ceritain ini ke suami… dia cuma bilang… "aku bilang juga apa… " dan aku cuma ketawa aja… sambil dalam hati berkata… makasih ya mas.. moga2 kondisi kita yang saling mendukung seperti ini akan everlasting ya sampai maut memisahkan kita nanti…

Today’s learning : aku belajar dua hal penting dalam menjalankan kehidupan… "kacamata" yang positif dalam memandang sesuatu… dan betapa berharganya significant others (sahabat, keluarga, dsb) yang  bisa saling terus mensuport pengembangan diri kita dalam menjalani kehidupan & mempelajarai makna dibaliknya.

#ditulis dengan perasaan bersyukur memperoleh sahabat yang sangat setia dalam kondisi apapun… dan hal yang lebih menyenangkan lagi, ketika menyadari sahabat sejatiku adalah suamiku sendiri Mas Rendy Primartantyo#

2 Responses to “Rendah hati, kurang PD dan proses pembelajarn :p”

  1. ambiyah Says:

    Mbak….ceritanya sungguh memotivasi….makasih ya…..ima kara ganbarimasu:) ( dari sekarang , aku akan berjuang ) :)

  2. Khrisma Says:

    Mbak Anna!
    tau ga, waktu baca tulisannya mbak Anna, aku ngerasa, itu ‘aku’ banget! aku juga sempet ngerasa kayak gitu waktu 5 bulan pertama dateng kesini. Trus, aku curhat ama sobatku, (dan dia ga percaya, sama seperti mas Rendy’nya mbak Anna) dan dia ngasih saran yang simpel banget, tapi majur. Buat berdiam diri, sendiri, coba merefleksikan diri. And it worked well for me! hehe.
    So, keep on doing your best, mbak Anna
    khrisma

Leave a Reply