Adaptability toward changes…
Udah seminggu ini selalu sholat subuh dengan timing yang nyaris deket dengan terbitnya matahari… parah… masih belum bisa adaptasi dengan perubahan panjang matahari di Eropa ini.
Pas dateng di londo ini lagi musim gugur, subuh jam 5.30 dan maghrib jam 18.45 .. kurang lebih agak mirip dengan kondisi Indonesia… Terus waktunya semakin singkat saat winter. Subuh sekitar jam 6.30 dan maghrib sekitar jam 16.00 (waktu yang tepat buat bayar puasa… :p)… sementara sekarang begitu masuk musim semi, subuh jam 4.30 dan maghrib jam 21.00 (Isya jam 23.30)
Suka kesel sama diri sendiri sih yang gak bisa bangun lebih pagi lagi… adaptasinya agak lambat terhadap perubahan panjang matahari ini. Tapi as an optimist person, aku coba lihat kalo ini mungkin pelajaran dari ALLAH supaya aku gak jadi orang Indonesia kebanyakan yang punya resistent to change yang tinggi banget… maksudnya senang berada di comfort zone alias senang dengan yang pasti2 aja. Padahal keberanian untuk berubah yang berbuah pada inovasi adalah kunci utama menuju prestasi yang lebih baik di kemudian hari.
Hmm… ALLAH telah ngasih aku exercise bagaimana kita harus punya adaptabilitas yang tinggi terhadap perubahan, melalui bagaimana kita memenuhi kewajiban sholat kita dengan waktu sholat yang berubah drastis sepanjang tahun dari musim ke musim. I’m so lucky to have these kind of experience…
Schiedamse Vest 38E, 3011 BA, Rotterdam