aktor vs profesor

Hari ini adalah hari pertama kuliah advance marketing. Profesornya, Prof.Leyland Pitt adalah faculty member di Harvard Business School (HBS). Saat beliau memperkenalkan diri, Aku tercengang ketika dia bilang … "my dean in HBS doesn’t care how good I am in teaching… the most important thing is how many articles from my research is submitted in good/ respected journals… The logic behind is professor is not the same with an actor… we teach from what we’ve discovered through our researches/industry consulting… if we teach from other people materials and try to look good & convincing.. then we’re becoming an actor instead of becoming professor" Ngedenger dia ngomong kayak gitu… wow… ngerasa "ditampar" banget, karena jadi keingetan pendidikan tinggi di Indonesia pada umumnya dan pendidikan bisnis & manajemen di Indonesia (yang dilakukan universitas) pada khususnya… yang to some extent bener2 didominasi sama aktor/aktris yang cukup sering "suka gak bagus aktingnya" dan bahkan ada yang gak bisa akting sama sekali :’( …… what a pity

Terus yang lebih sebelnya lagi… ketika atasan aku di kampus mengeluarkan pernyataan dan ajakan yang kurang lebih esensinya sama dengan professor Pitt… bahwa riset adalah tulang punggung kegiatan akademik… pernyataan beliau banyak "dilecehkan" oleh kolega pengajar lainnya… komentar mereka.. "ngapain sih repot2, gak usah deh gagah2an deh pake riset segala"…. dan yang paling buat aku sebel… orang yang bilang gak usah gagah2an pake riset segala… adalah salah satu pengajar yang meng-klaim dirinya adalah ahli manajemen di Indonesia kalau menulis kolom di majalah atau seminar manajemen populer (baca : doi banyak melakukan praktek marketing dirinya sendiri & make good deal with media untuk mengangkat dirinya sebagai ahli manajemen Indonesia). Kalo kenyataan para staf pengajar kayak gini…gimana pendidikan tinggi manajemen Indonesia bisa maju kayak Harvard yak…

Ngebahas "si ahli manajemen"… jadi keingetan lagi sama omongannya Peter Cuneo (mantan CEO Marvel Inc. yang bawa Marvel dari kebangkrutan menjadi untung lagi)… popularity through media will kill you… karena akan buat elo merasa jadi orang yang super, kondisi tsb akan buat elo di kemudian hari menjadi orang yang sombong & lambat laun tinggal tunggu kejatuhannya. FYI, banyak banget publisher yang kejer2 Peter Cuneo untuk buat biografinya beliau & bagaimana beliau mengangkat Marvel dari kebangkrutan… tapi gak ada satupun dari publisher tsb yang sukses… karena Peter Cuneo sangat memegang kuat prinsipnya tersebut. Sementara si "ahli manajemen" justru kejer2 media/publisher untuk buat acara/kolom yang tujuannya adalah melambungkan namanya sendiri….

Hmm… jadi melebar gini yak… yang jelas dalam proyeksi masa depan aku sebagai birokrat kampus… aku udah milih posisi yang jelas… aku akan terus berusaha untuk terus berada alirannya Peter Cuneo (rendah hati tapi konkrit dan terhormat), bukan alirannya si "ahli manajemen"….. yang punya Public Relation yang bagus tapi belakangan tercium oleh orang2 industri kalau kompetensi beliau sebenernya gak bagus.

Becoming popular & liked by everyone is somewhat important, but becoming person who could do the right thing and inspire people to do the right thing is much much more important….

Terima kasih Prof. Pitt, karena melalui tangan anda ALLAH SWT memberikan lagi pembelajaran mengenai kehidupan (FYI, prof. Pitt bener2 enak ngajarnya… kontennya "berisi" terus dikemas dengan cara mengajarnya menarik)

#ditulisdenganpenuhharapuntukbisamenjadi"petercuneo"dimasadepan# - Schiedamse Vest 38 E, 3011 BA, Rotterdam

5 Responses to “aktor vs profesor”

  1. ambiyah Says:

    Mbak Ana…Jazakillah , blognya menginspirasi…..
    di salah satu kelas yg saya ikuti di nagoya , ada seorang professor lulusan Stanford …Subhanallah gaya mengajar dan contentnya bener2 berbobot.
    saya jadi sering bandingin dgn saat saya kuliah di Surabaya dulu ….bener2 jauhhh….hiks..hiks…

  2. minidian Says:

    dear anna, thanks banget atas postingannya. mohon ijin ni, mo ku share ma temen2, gpp kan? insya allah bermanfaat. makasih… :)

  3. Anna Says:

    boleh aja mbak mini…
    btw, kapan nih ketemuan lagi… soalnya pas di keukenhoff gak puas ngobrolnya :p

  4. RikaGelar Says:

    Anaaaa..gue jadi teringat kehidupan di mm and how the management expert doing things exactly like you said….

    ayo anna!! kita bangun dunia riset sebagai amalan kita di dunia pendidikan bisnis!!! (semangat berkobar-kobar…)

  5. Lintang Says:

    mb ana, aku mo buat thesis tentang marketing dunia pendidikan. bisa bantu gak? balaz ke bintang_mayang@yahoo.com
    jazakillah

Leave a Reply