stereotyping…

Setelah mulai "menghilangkan batas psikologis & kultural" dan mencoba untuk lebih bisa menerima perbedaan nilai… akhirnya aku udah enjoy temenan (dalam arti bisa share mendalam.. bukan temenan just say hi & how are you) dengan _457 temen2 di RSM. Gee… selama +/- 7 bulan ini eke kemana aja yak… :D, Hehe sebenernya sih akunya gak kemana2… mungkin akunya aja yang terlalu tertutup karena stress duluan melihat kultur dimana minum2 bir adalah sebuah cara untuk sosialisasi, rangkul-cium-peluk adalah cara mengekspresikan "sayang", being drunk will make you more accepted in community.

Aku sadar kalo aku ngalamin Culture shock yang parah banget, dan secara gak sadar itu buat aku jadi sangat tertutup. Yah bayangin aja dulu pergaulan aku lebih banyak sama anak rohis (ikhwan-akhwat)… yang kalo rapat dihijab, gak ada tatapan mata ke lawan jenis, gak ada sapa menyapa yang gak penting dengan lawan jenis (hehehe kalo yang ini eke suka ngelanggar… karena beberapa temen ikhwan emang enak buat jadi tempat curhat :D…. terutama yang sekarang jadi suamiku), plus karakter kehidupan idealis a la ikhwah lainnya. Tapi aku sama sekali gak menyesal, enjoy & aku bangga bisa jadi bagian dari ikhwah (dengan segala perjuangannya untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik di kemudian hari)… cuma aku juga sadar… kultur aku yang menurut temen2 di sini extremely conservative… buat aku jadi agak "lambat" untuk getting in dan memperoleh pelajaran kehidupan dari mereka.

Kembali ke stereotyping…. aku belajar bahwa stereotyping … men-generalisasikan kepribadian seseorang berdasarkan dari suku bangsa, gender, agama (atau atheist) adalah the worst thing to do in your life. Walaupun emang mungkin ada kesamaan karakter dalam suku bangsa/agama/gender, tapi tiap orang itu unik dan punya value yang gak disangka2. Yup, kita bisa belajar dari kehidupan orang lain.. yang bisa jadi pas awalnya kita gak nyangka bisa belajar dari mereka.

Sebagai contoh, Mathias (hmm… kayaknya dulu aku pernah buat postingan mengenai mathias deh) si young bright german ini… sama sekali gak pernah nyentuh bir… dan menganggap minum bir/liquor lainnya sebagai sebuah kebodohan (padahal kultur orang jerman untuk minum bir sangat kuat); Ying - the most lovely chinese lady that i’ve ever met (berlawanan banget dengan persepsi negatif terhadap tipikal orang Tionghoa).. satu2nya participant perempuan yang harus menjalankan hidup multiperan sebagai istri dan ibu disini (suaminya expatriate di perusahaan minyak di Belanda) bener2 ngajarin aku gimana aku harus struggle untuk ngadepin kehidupan yang seimbang (worklife balance) di kemudian hari; Anu - India generasi ketiga warganegara UK, adalah top performer in class (dia ditawarin professor Pitt untuk ambil PhD!!!) ngajarin aku bagaimana stick dengan apa yang elo yakinin (dia Hindu) dan bagaimana tetep open minded untuk tetap bisa maju ke depan; Elizabeth-Anne, anak kaya yang humble (bapaknya dokter di US- yang bisa membawa keluarganya liburan ke tempat2 eksotis di seluruh dunia tiap 6 bulan… dan travel bulak-balik amsterdam-US kayak pulang-balik jakarta-bogor dengan KRL), dari EA aku belajar bahwa being fed by silverspoon bukan berarti elo jadi manja, EA mendapat predikat summa cum laude waktu di undergraduate studies-nya dan bener2 kerja keras dalam menjalankan program MBA ini dan jadi salah satu top performer in class selain Anu. Selain itu EA juga sangat friendly dan gak pilih2 dalam temenan ; Rudy, anak India yang selama semester 3 ini paling banyak ngabisin waktu sama aku (kita sklompok) P1060830_1 adalah komunikator terbaik yang pernah aku temuin, Rudy bisa masuk ke segala kalangan di RSM, dari orang2 Eropa, US, India (ternyata orang India pun punya berbagai karakteristik pada tiap2 suku & sifat individu), Taiwan, Chinese dan aku yang mungkin menurut sebagian temen2 di sini extremely conservative… dan Rudy bener2 bisa memanfaatkan keluwesannya dalam bergaul untuk mendevelop dirinya juga & networking untuk kemudian hari.

Hmm…. itu baru segelintir dari temen2 di RSM yang akhirnya aku bisa "masuk" dan ambil pelajaran dengan berteman baik dengan mereka. Aku sadar ternyata mereka juga melakukan hal yang sama dengan aku…. Mula2 stereotyping aku sebagai extremely conservative dengan agama yang disamakan dengan teroris, tapi ternyata mereka enjoy temenan sama aku (ini menurut feedback mereka  lho)… David (temen sklompok aku semester ini) bilang… I thought a muslim person is someone who are really conservative.. not nice to be hang out with… but I found you are different… you are the coolest muslim that I ever know .. I enjoy working together & hang around with you (to be honest aku sempet GR walopun akhirnya istighfar.. karena GR-an bisa membahayakan kesehatan jiwa :D). Terus kemarin pas chinese dinner buffet di rumah Ying di den haag, beberapa temen cukup kaget (dalam arti positif) tahu kalo aku sempet belajar piano & masih bisa memainkan lagu sederhana (nostalgy-richard clayderman)… piano makin bener2 meruntuhkan barrier aku & temen2 untuk mengenal deket satu sama lain….

P1060829 Terkadang suka terbersit, aku agak kecewa karena why It take so long for me to get in & comfort with my dear colleague in MBA 07, tapi memang itu cara pembelajaran aku yang efektif kali ya…. "dijedotin" dulu dengan kenyataan baru bisa mengerti makna dibalik sesuatu…. (gee what a learning… always learning in a really hard way :p)…. Then, tryin’ to be more positive… At least I’m learning… masih lebih baik daripada sama sekali gak belajar dari kehidupan di RSM ini :D

Sebagai penutup dari "sharing" ini, yeah.. I’m really lucky:D, begitu banyak berkah yang ALLAH kasih ke aku… aku sekarang jadi makin mengerti bagaimana harus bergaul & bersikap dengan orang2 dari berbagai kultur, latar belakang & motif bergaul. ALLAH emang sayang sama aku, gak pernah berhenti kasih pelajaran untuk hambaNya… agar menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari.

*kecapeankarenatadimalampulangjam00.15habischineesedinnerbuffetdirumahYing*

2 Responses to “stereotyping…”

  1. fati Says:

    Aku juga punya masalah yg sama Mba!!Stereotype ke kita2..muslim dan asia…tapi alhamdulillah (insyaAllah) aku udah bisa membantu mengalihkan pikiran2 kaya gitu di temen2ku..dan akhirnya makin deket sama mereka. Aku juga sering dapet komentar ” i thought asian girls..blablabla” atau “I thought moslem…blablabla”. Determinasi kita harus kuat ya mba untuk bisa struggle dengan lingkungan kaya gitu..huh, cape ngadepin stereotype..(lho..lho..kok aku jadi kaya nulis blog sendiri ya..hehehehe)

  2. lia mustika Says:

    aslm. lam kenal………….

Leave a Reply