yang naik dan yang turun….

Ketika jenuh seperti ini biasanya ngeliat profil temen2ku di friendster (ngeliatin mereka lagi ngapain aja sekarang) menjadi suatu pilihan. Aku bisa melihat perubahan pola pikir/idealisme, kemajuan & kemunduran, pernikahan dan kelahiran temen2 aku, baik yang masih keep in touch atau yang old friend yang masih berada di database ingetan…

Ada perubahan yang membuat aku kecewa seperti menemukan temen aku yang menginspirasi aku memakai busana takwa ternyata membuka jilbabnya dan berpose seksi dengan memakai baju spaghetti strap, atau temenku yang bapaknya aku kenal baik karena kebaikan & kerendah-hatiannya (yang diakui masyarakat sekitarnya) ternyata jadi sosok party animal yang hidupnya fokus berpindah ke satu party ke party yang lain. Terus ada yang dulunya pemalu sekarang jadi gaul & jadi penyanyi kafe yang seksi (to some extent aku juga ngeliat ada perubahan yang positif), kemudian ada juga temen baik someone that I look up to.. ternyata stagnan dan gak mau keluar dari comfort zone-nya dan jadi seperti katak dalam tempurung sehingga pandangannya menjadi sempit… padahal dari beliaulah aku belajar untuk open minded

Aku pikir sih itu hak mereka untuk menentukan hidupnya masing2, mau dibawa kemana hidup mereka. Karena aku yakin kita udah punya kedewasaan yang bisa menjadi acuan menentukan mana yang baik dan mana yang gak baik. Tapi jujur aja ada rasa sedih campur kekecewaan ketika melihat perubahan yang terjadi pada temen2 aku yang menurut "mata" aku adalah kemunduran… tapi yah mau gimana lagi… aku merasa udah tidak bisa menjangkau mereka… merasa jadi outsider dari kehidupan mereka sekarang :’(

SEBALIKNYA ketika aku menemukan kemajuan dari temen2 aku aku jadi seneng dan ikutan bangga. Ada 2 temen cowok aku di SMA yang kalo aku perhatiin sukanya  main bola terus di sekolah atau menyelesaikan soal2 fisika pak Yani (yang susah itu) ternyata makin dewasa dan matang. Mereka jadi orang yang bisa speak their mind tanpa harus merasa tidak diterima di lingkungan dan mengukir prestasi plus terus berkontribusi terhadap masyarakat. Terus beberapa temen deket aku yang tadinya aku pikir biasa2 aja… telah menjelma menjadi sosok yang aku bisa tarik pelajaran dari perjalanan hidupnya. Mereka tahu apa yang mereka mau dalam hidup ini, secara sadar memilih jalan hidupnya dan siap menerima konsekuensi dari pilihan hidupnya itu…

Kalo udah begini… terkadang aku bertanya2 sendiri, aku termasuk yang mana ya? Yang naik atau yang turun?

#Ditengah2 kejenuhan yang datang lagi, Schiedamse Vest 38E, 3011 BA Rotterdam#

3 Responses to “yang naik dan yang turun….”

  1. Anna Says:

    Insya ALLAH, sekarang ini aku merasa termasuk golongan yang naik… (amiin), karena banyaknya pengalaman baru, ujian komitmen, serta belajar bagaimana “not crack under pressure”
    Ya ALLAH, berikanlah hamba ilmu yang bermanfaat serta yang Kau ridhoi. Dan jadikanlah hamba menjadi golongan umatmu yang terbaik yang terus-menerus dapat memberikan kontribusinya kepada masyarakat…

  2. Rifi Says:

    Lho..lho..Mbak Anna…ngasih comment sendiri kiranya… ;) Insya Allah, kemampuan untuk bisa melihat dan menganalisa hal2 yang mbak tulis, itu salah satu tanda naik ya mbak, aku rasa gitu :) Bawa aku dalam do’a mbak itu yaa… amiin… hehe…

  3. Anna Says:

    Hihihi… Iya Fi… tujuan aku kasih komentar supaya ngasih kekuatan psikologis kalo aku bukan berada pada posisi bingung mempertanyakan diriku sendiri, melainkan aku sekarang dalam proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.
    Terkait dengan bawa doa… Insya ALLAH,sebagai “saudara” kita akan terus saling mendoakan :)

Leave a Reply