mau apa ya kedepan?
Thursday, August 3rd, 2006Papaku pernah bilang, bedanya aku sama kakak perempuanku dari jaman batita aku itu anaknya pemikir banget, selalu menimbang2 terlebih dulu apakah itu akan oke buat aku atau enggak, sementara kakakku lebih berani mencoba hal baru sehingga dia mau aja disuruh loncat dari atas lemari bufet sama abang2 aku atau menempelkan bibirnya di freezer sampe lengket dan akhirnya berdarah2
Di essay PLD (Personal Leadership Development) kampus aku menulis kalo summer associateship ini akan jadi jalan untuk simulasi bagaimana aku akan jalanin work life balance antara mencoba karir baru di dunia marketing dan menjalankan fungsi istri dengan baik plus juga mempersiapkan kesehatan & mental untuk punya anak. Plus aku juga share ke atasan aku di kampus kalo aku pingin punya pengalaman di industri selama 3 tahun dan setelah itu ambil S3 dan baru balik ke kampus.
Tapi kemarin aku diskusi sama temen sekantor kalo dia hidupnya lebih tenang banget setelah istrinya jadi full time wife, karena katanya jaman gini risiko membesarkan anak sangat besar (pelecehan seksual dari teman/ lingkungan dsb) dan belum lagi ditambah iklim persaingan yang makin kompetitif yang bisa lead anak2 ke depression.
Setelah diskusi tsb aku kayaknya balik ke karakteristik aku yang kembali menimbang2 apa yang mau aku pilih ke depan. Dan akhirnya mempertanyakan; Apakah bekerja di dunia marketing & pingin balik ke kampus setelah S3 itu bener2 apa yang aku mau? Terus kalo memutuskan untuk jadi full time housewife aku juga bakal bosen banget karena ada periode sebelum ke belanda aku lebih banyak di rumah (tapi mungkin itu karena aku masih tinggal di rumah mertua dan belum punya anak kali ya?). Tapi ngapain juga aku udah sekolah jauh2 pisah sama suami tapi ilmunya gak dipake
Huahhhmmm…. kayak gini nih kalo udah kebanyakan maunya akhirnya jadi bingung sendiri… ditambah karakter yang agak perfekzionis bener2 akhirnya jadi kacau.
Jadi intinya …. yah let it flow kali ya…. alias dijalani dulu plus (kalo kata suami) jangan gegabah dengan mengambil keputusan yang terburu2 dan akhirnya menyesal.
*lagiagakgakmooddibilangankuninganjakarta*