Archive for September, 2006

Dov Rivkin

Friday, September 29th, 2006

Aku sama sekali belum pernah interaksi langsung sama orang berkewarganegaraan Israel sebelum masuk RSM. Pengetahuan aku mengenai Israel paling2 dari baca berita dan artikel yang intinya betapa menyebalkannya kaum zionis israel itu, yang dengan lobi2 internasionalnya "berhasil" mencaplok tanah Palestina dengan alasan kalau tanah yang dicaplok itu adalah milik mereka… sedangkan bangsa Palestina adalah bangsa pendatang yang datang dari semenanjung arabia. Intinya sih, aku memendam semacam kebencian terhadap zionis Israel yang telah menyakiti saudara/i-ku di Palestina dan sekitarnya.

Bulan Oktober 2005 adalah interaksi langsung pertama kali dengan orang Israel asli tulen…. yang even undergraduate-nya di Tel Aviv, mungkin sangat terlihat sekali betapa multinasionalnya RSM… ketika aku mahasiswi berjilbab yang represent Islam (little bit) fundamentalis duduk di sebelah mahasiswa Israel tulen :D….. Quite funny emang… apalagi ketika si mahasiswa Israel itu mengajak si jilbab untuk join dalam tim kompetisi global consulting yang diadakan oleh AT Kearney (salah satu worldwide chain business consultant, selain BCG, McKinsey, dsb). Pas diajakin untuk kerja bareng tsb… aku langsung konsultasi ke bos-ku di EMA-FEUI Queen_bee_rsm_mba_finalist yang juga merangkap penasihat spiritual, dan jawaban pak BHM … gak apa2… wong rasulullah pun pernah kok transaksi sama orang Yahudi… Intinya kalo emang gak akan merugikan kamu ya gak apa2… ya udah karena emang tahu kalo si Dov Rivkin ini pinter banget…. jadilah aku ikutan timnya dia… and we become 2nd runner up di kompetisi internal sekolah…. yup, ALLAH melalui tangan seorang Dov Rivkin telah membuat aku jadi satu2nya cewek yang masuk sebagai school finalist (lihatkan di foto eke jadi queen be :p)…. terus mengenai learning kompetisi AT Kearney global prize ini… uih… buanyak banget..dari bagaimana menggali data klien, mempelajari karakter industri IT, membuat analisa & rekomendasi dari data yang tidak lengkap, dsb… dan lewat tangan Dov Rivkin aku dapet pembelajaran itu

Mengenal Dov lebih dalam, berarti memahami karakter orang Yahudi… they are really "damn" smart…. contohnya Dov ini kerjaannya ngantuk terus di kelas…. tapi ketika sesi Q&A dia selalu bisa jawab… atau melontarkan pendapat yang cerdas banget…. Wah.. emang bener ya… ALLAH menciptakan orang Yahudi unggul secara genetis. Kemudian mengenal Dov lebih dalam lagi… jujur mula2 aku menganggap dia Yahudi fundamentalis … yang nikah muda (trus diikuti dengan punya banyak anak)…. tapi ternyata akhirnya dia pisah… dan dia pergi ke russia untuk chasing future career-nya… something happen aku rasa… dan kayaknya dia tidak jadi Yahudi fundamentalis karena makan bacon, dsb

Waktu MBA olympic yang lalu…. Dov is the winner, gold medalist in individual chess competition.. dia seolah2 buat kesan kalo RSM itu bisa kalahin sekolah bisnis besar di Eropa kayak LBS & IESE… dan selama dampingin dia & tim catur RSM… aku belajar banyak mengenai strategi, taktik dalam catur & tentunya being humble tapi high profit dari seorang Dov Rivkin…

Hmm… mungkin mengenai Yahudi & Zionis Israel…. untuk Dov bisa diperkecualikan, karena he’s even questioning ajaran2 Yahudi yang terkesan gak konsisten… dan dia merasa lebih penting bisa konkrit dengan giving contribution to society… apapun itu bentuknya….

Well, Dov… It’s been pleasure to know you… mudah2an pertemanan ini long lasting…. seperti Rasulullah yang bisa tetap menjaga perdamaian & silaturahmi dengan Yahudi (non-perusak)…

*dikamarmerenungikembaliberbagaipelajaranpadahari2yangtelahdilaluidiRSM*

EKIS

Tuesday, September 26th, 2006

Dulu waktu jaman muda masih kuliah satu, salah satu kebanggaan menjadi pengurus & anggota Forum Studi Islam adalah adanya divisi Kajian ekonomi Islam yang punya cita-cita suuaangaatt tinggi … yakni ingin mengganti sistem perekonomian yang ada di Indonesia dengan sistem ekonomi syariah …. (bukan hanya sekedar bank syariah yang menyediakan pelayanan transaksi perbankan berdasarkan hukum syariah aja … tapi juga mencakup lalu lintas moneter… kebijakan bank sentral… kebijakan perpajakan… institusionalisasi sistem perzakatan nasional… dsb)

Inget banget dulu selain buku dan aktivitas  perkuliahan… temen2 FSI doyan banget ikutin kajiannya bang Adhiwarman plus pak Iwan Pontjo. Materi2 kayak Pengantar Ekonomi Mikro Islami… Ekonomi Makro Islami… sistem ekonomi islam… sampe sejarah pemikiran ekonomi islam… ditenggak bulat2 dengan penuh semangat…. Terus inget banget acara Shariah Economics Days selalu menjadi acara gong-nya FSI selain acara PDAI & Perayaan Hari2 besar Islam karena yang dateng bisa membludak dan sampai perlu mekanisme waiting list segala. Gak heran kalo, personally, pada saat itu (dengan kondisi idealisme puncak) aku sangat merasa optimis dengan pemberlakuan ekonomi syariah di Indonesia… dan aku dengan pdnya gak sungkan untuk sharing sama temen2 ICV Melbourne di acara muslim exchange… kalo sekitar 10-15 tahun lagi sistem perekonomian Islam akan berjalan di Indonesia (hihihihi… gini nih dulu… semangat tinggi tapi pemahaman minimalis :p) dan aku "digodain" sama temen2 di ICV kalo emang itu terjadi.. mereka akan pindah bedol desa ke Indonesia :D

Tapi… seiring berjalannya waktu… dan masuk ke kenyataan riil dunia keuangan dan perbankan syariah di indonesia, semangat & optimisme yang dulu perlahan tapi pasti menguap… dikarenakan oleh melihat kenyataan seperti : (1)betapa rendahnya bagi hasil bank syariah untuk penabung dan tingginya "biaya" yang harus dikeluarkan nasabah yang ingin meminjam uang kalo dibandingkan bank konvensional (baca : terkesan berlindung dibalik alasan manajemen risiko walopun mungkin sebenarnya pengelolaannya kurang efisien); (2) keterbatasan infrastruktur perbankan (belum ada jaringan nasional, kurang ATM, belum bisa e-banking, dsb);  (3) relatif buruknya  kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai bank syariah yang makin diperparah dengan pendapat banyak Ulama di Indonesia, kalau repot berurusan dengan bank syariah… gak apa2 bertransaksi lewat bank konvensional asal bunga-nya gak diambil; (4) temen2 pentolan Ekonomi Islam di kampus justru banyak yang berkiprah di dunia non ekonomi Islam (bisa jadi sangat dimungkinkan karena EKIS baru dikaji dalam tahap tataran wacana…. belum masuk dalam level implementasi/teknis pelaksanaan)

Tapii….. 2 hari yang lalu ada artikel menarik di Financial Times Magazine (majalah suplemen koran financial times) mengenai Islamic economics (ekis), di artikel tsb diceritakan salah satu bankers dari deutsch bank .. yang punya kemampuan financial engineering tinggi… menceritakan pengalamannya bagaimana membuat instrumen keuangan yang shariah compliance untuk klien2 besar (baca : sangat kaya raya sekali) dari timur tengah, terus juga cerita mengenai pembentukan sistem majelis syariah yang terdiri dari muslim scholar di bank tsb. Selain itu juga ada artikel mengenai muslim scholar (ulama kali yeee kalo bahase jakarte) yang berpendidikan dari al-azhar Mesir… di kombinasikan dengan pendidikan US sehingga beliau memiliki kemampuan berkomunikasi dalam dunia bisnis/keuangan internasional; plus juga menganalisa tren makin banyaknya muslim di dunia yang ingin menikmati fasilitas pelayanan perbankan berbasis shariah.

Yang paling menarik, artikel tsb punya heading "make money not war".. terlihat sekali kalo sang redaktur 1) menyindir perang2 gak jelas dari US plus sekutunya….dengan dalil membasmi terorisme di negara2 Islam… dan 2) berharap ekonomi islam ini bisa menjembatani ketidakmesraan politik internasional negara2 muslim dengan US (plus sekutu2nya)

Hmm… kalo redaktur Financial times bisa optimis gitu…. kenapa aku sebagai umat Islam justru jadi "malas"/skeptis membahas Ekonomi Islam… Lagipula bukannya udah sangat jelas kalau ajaran Islam itu ditujukan untuk seluruh umat di dunia & bukan hanya umat Islam aja (rahmatan lil ‘alamin)…. dan ekonomi islam adalah salah satu buktinya.

*hayosemangatlagigali2mengenaiekonomiislam*

kapok (2) - hikmah…

Tuesday, September 26th, 2006

Ngomongin suatu hal kayaknya harus dibahas dari dua sisi kali ya…. kayak aku pernah curhat kalo aku kapok studi jauh2 dari suami dan hal tersebut to some extent buat aku merana, tapi setelah dipikir2 kayaknya justru banyak hikmah yang aku petik dibalik "kemeranaan" tersebut

Pertama, jauh dari suami justru membuat aku makin sayang sama suami, analoginya you never know what you have until you lost it….. Yah, walopun untuk sementara aku jadi "kehilangan" 24/7 supporter & tempat curhat teroke yang sebelumnya terkesan taken from granted (plus di sisi lain suami juga kehilangan "motivator, sekretaris & bendahara pribadi"nya)…. aku & suami jadi makin sadar… kalo keberadaan satu sama lain sangat dibutuhkan untuk bekerjasama dan bergandeng tangan dalam menghadapi dunia untuk memperoleh surga…

Kedua, studi di RSM bener2 buat wawasan aku jadi terbuka luas, baik dari sisi akademik maupun sisi pergaulan sosial dengan setting multinasional. Pengalaman berinteraksi dengan banyak orang dari banyak negara ini sedikit banyak mempersiapkan aku supaya gak jadi jago kandang aja…  tapi juga bisa "berbicara & didengar" di dunia internasional…. dan ditambah lagi disini aku dapet contoh konkrit yang bisa kuteladani kayak mas Haris & mbak Eva yang prestasinya subhanallah banget… gak hanya diakui kolega2nya di Indonesia… tapi juga kolega di belanda (hmm… mudah2an aku bisa ikutin jejak mereka … )

Ketiga, aku punya moment2 luxury yang mungkin gak semua orang bisa dapetin, seperti Challenge statement menteri di pertemuan (plus membuat pejabat 2 instansi saling salah-menyalahkan gara2 gak tahu musti gimana menghadapi isu yang terlontar :D), debat mengenai current affair di Indonesia kayak masalah UU pornografi… dengan teman2 STUNED yang cerdas2 dan dari berbagai disiplin ilmu, menikmati "keuntungan" sebagai kaum (muslim) minoritas, dsb

Keempat, aku makin menyadari kalo ketetapan ALLAH ini adalah yang terbaik untuk aku & rendy… karena kita masih sama2 ingin berkembang dulu… walopun kita emang pengen segera punya anak… aku gak ngebayang kalo kita dikasih anak right away…. bisa jadi malah berantakan…. suami pulang malem… akunya masih tinggi keinginan untuk memperoleh eksistensi sosialnya…tapi disisi lain kita mau tanganin langsung anak2 kita, dan masih banyak keinginan/persoalan lain (gak mau ngebahas karena listnya panjang dan bisa buat setres :p)

Yah, sekarang semuanya emang harus dijalanin…. dan harus dilakukan dengan sepenuh hati…. supaya lebih mensyukuri lagi nikmat yang ALLAH kasih ke aku & suami sekarang ini….

*luvUhoneykitaterusgandengantanganyachuntukjadimanusiayanglebihbaik*

Childhood Memories (part 2)

Friday, September 22nd, 2006

Waktu kecil dulu… kayaknya yang namanya sakit sering mampir dalam kehidupan aku… Umur 4 tahun aku kena demam berdarah & di opname di RS Harapan Kita… terus demam berdarah tsb juga berulang ketika umur 9 tahun, waktu demam berdarah kedua sukses banget buat panik orang-orang di UGD RS yang sama… soalnya demam tinggi udah 5 hari.. terus mimisan 6 kali dalam sehari plus batuk darah…. mereka konon menganalisa kalo demam berdarahnya udah parah banget.

Selain demam berdarah, thypus & gejala thypus juga beberapa kali mampir… Pernah waktu itu kakakku lagi lomba busana muslim… dan si papa pingin kita pulang setelah selesai, sebenernya aku udah pusing banget tapi mereka bilang nanti aja pulangnya setelah pengumuman pemenang (buset dah… ambisius mode emang udah on dari jaman baheula :D) walhasil pulang2 rasanya aku udah tewas…terus setelah itu pasti ke dokter deh…

Nah, si dokter ini (sebut aja Dokter M) emang udah jadi dokter keluarga besar aku… jadi nenek, alm. kakek, om, tante2, sepupu2 banyak yang berobat ke dia juga. Bayangin aja kalo ni dokter tahu sejarah keluarga elo…dari kehidupan sosial, pribadi, sampe riwayat yang asma… jantung, dsb. Kalo diitung2 berarti udah hampir 20 tahun aku & keluarga selalu konsultasi ke dokter ini… dan gak bisa pindah ke lain hati banget…. pernah ke dokter lain tapi analisanya gak cocok malah tambah parah , kalo ama dokter M ini… dateng… dikasih resep… 3 hari rasanya badan udah segar kembali :D

Dokter M ini pekerja keras banget… kalau dari ceritanya, dia itu datang dari keluarga susah di daerah, yang ingin menjadi dokter supaya bisa memberikan pelayanan kesehatan terjangkau… sekaligus menaikkan status sosial-ekonomi keluarganya dan memberikan kesejahteraan bagi keluarga kecilnya… jadi gak heran kalau pagi2 dokter ini udah praktek di rumahnya daerah setiabudi (7-9) terus ke RS (10 - 13) terus pindah ke klinik/RS dokter lain (15-17) dan praktek di kliniknya sendiri di pamulang ketika malam hari (19-24)….  Dia ngejalanin model kayak gini kurang lebih sejak aku SMA kayaknya (sekitar tahun 95-an)….

Terus si dokter M ini punya anak perempuan… kakak kelas setahun di atas aku di SD, SMP & di UI (dia di FT sedangkan aku FE) anaknya cantik (mantan mayorrette drum band SD)… pinter lagi (selalu masuk 3 besar juara kelas)… dan menurut aku she’s the star dari keluarga kecil dokter M ini, karena adek2nya waktu di sekolah gak semenonjol sang kakak yang cantik & pintar ini…

Nah disinilah cerita bermulai…. selain memberikan pendekatan rohani dalam konsultasi…beberapa tahun belakangan ini si dokter suka curhat kalo aku, mama, kakak kalau lagi konsultasi ke beliau… curhat gimana biaya kesehatan makin mahal, harga obat yang selalu naik dalam 3 bulan, dan penghasilan bersih kliniknya dia habis untuk membiayai anak cantiknya itu yang lagi sekolah S2 di jerman (berarti penghasilan dari yang lain2 itu untuk anak2 yang lain, istrinya & hal2 lain lagi, dia gak kedapetan apa2 kayaknya… wong mobilnya dia gak berubah masih corona tahun 85-an itu)… Aku & mama sampe terkagum2 dengan kecintaannya sama keluarganya… yang terlihat dari keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-istrinya dengan bekerja benar2 ekstra keras…. (plus juga kemurah-hatiannya karena tetap pada tarif 70 ribu per kedatangan … mengingat dia dokter spesialis penyakit dalam yang termasuk senior… jadi gak heran praktek di klinik pribadinya itu selalu penuh …. bayangin aja… aku pernah baru masuk ruang periksa jam 23.30 malam saking banyaknya orang antri)

Nah yang menyedihkan… ternyata si kakak cantik yang sepertinya menjadi harapan dokter M ini…. bener2 berubah setelah beliau kuliah S2 di Jerman… (aku pantengin prensternya soalnya :D) Yang dulunya santun, sopan, dan gak neko2… sekarang kok sepertinya berubah jadi sosok party animal yang kerjanya pindah dari satu pub ke pub yang lain… belum lagi aku nemuin fotonya di friendster yang lagi kissing sama bule… plus foto2nya dengan bikini, tank top atau tube-tob dengan setting (sepertinya) di diskotik atau di apartemen bule2…

Waduh kemana larinya star of the family? terus aku mendadak nangis teringat bapaknya yang suka curhat kalau dia bekerja ekstra keras untuk membiayai kuliah anaknya di jerman tsb….tapi kok setelah pulang dari Jerman malah begini… dan waktu aku lihat profilenya di prenster tertulis… "school : sudah lupa tuh…."… terus nangisku tambah kenceng lagi ketika inget Dokter M cerita kalo anaknya yang lain belum lulus2 kuliah S1-nya…. padahal umur anaknya tersebut sama sama aku…

Lalu aku share kerisauan aku ini sama mama Is, dan dia bilang.. kalau dari dulu terkenal istrinya dokter M ini tipe ibu2 yang suka party, arisan2 dan jalan2… jadi kemungkinan besar kultur tersebut terwariskan ke anak2nya… bapaknya menjadi sapi perah untuk memberikan gaya hidup yang waaah untuk keluarganya… :’(

Hiks2… ngedenger mama Is ngomong gitu aku tambah nangis… karena dokter ini rasanya udah bagian dari keluargaku sendiri…. aku gak ngebayangin kalo oom aku "dikerjain" oleh anak-istrinya sendiri…. dia capek2 kerja keras… sekeras2nya… sementara anak2nya gak jelas dan (menurut aku) gak tahu diuntung dengan kesempatan yang telah diberikan oleh ayahnya…

Kakak cantik, bukan maksud aku untuk menyinggung kalau kamu menemukan blog ini, aku nulis blog ini karena ayahmu bener2 udah seperti keluarga untuk aku, dan itu membuat kamu seharusnya sudah seperti saudariku sendir bukan? Kesimpulannya sih.. aku cuma mau bilang.. ayahmu udah mulai tua…. sayangi dia… hargailah jerih-payahnya…. jangan sampe nanti datang hari dimana kakak cantik akan menyesal karena telah menyia2kan beliau… keinginan ayahandamu sederhana… dia cuma ingin putra/i-nya jadi orang yang berguna bagi masyarakan, dan juga yang bisa mendoakannya kalau beliau sudah meninggal nanti….

*ditulissambilnangiskarenamengingatobrolan2dengandokterM*

Kapok…

Thursday, September 21st, 2006

Dulu aku pernah keseleo cukup parah gara2 sebelah kaki akumasuk ke jeruji2 got di terminal lebak bulus…. hasilnya dalam 2 minggu aku jalan terpincang2 untuk tetap jaga keseimbangan badan… Terus selama studi di belanda ini… telapak tanganku pernah teriris pisau dan lukanya cukup dalam (+/- 1/2 centi)… dan membuat tangan aku dalam seminggu gak bisa lincah ngapa2in… (ngetik cuma satu tangan…. cuci piring harus ekstra hati2 dengan sarung tangan, dsb)

Begitu juga dengan kondisi "pisah" sama suami kayak gini…. rasanya kayak ada sebagian yang hilang dari tubuh aku…jadi gak balance… dan hal tersebut sering membuat aku merasa feel empty yang akhirnya juga membuat aku jadi kehilangan semangat……. terus parahnya muncul perasaan kangen berat dan sindroma teringat-ingat dengan berbagai aktivitas/waktu yang dihabiskan bersama dengan suami, dari yang share serius masalah cicilan rumah,problem keluarga besar sampe hal2 yang silly kayak kompak gangguin keponakan kita yang lucu itu…

Beberapa orang bilang sama aku… no pain no gain, alias emang harus ada yang dikorbankan kalo pengen maju… tapi setelah ngejalaninnya… emang segitu berharganya kah keinginan untuk maju…. sampe buat kita pisah sama kepingan hati kita yang satu lagi… kayaknya mbak2 (yang masih single itu) harus ngerasain perasaan kayak gini sebelum sok tahu bilang no pain no gain deh….. :p

Tapi toh aku memang udah kejebur dalam kondisi pisah kayak gini…. ya memang harus dijanin…. udah gak ada turning point lagi… dan tidak ada pilihan lain selalin harus bener2 bisa menjalankannya dengan baik….

Setelah menjalankan proses ini akhirnya aku buat keputusan… kalo aku gak akan mau lagi pisah sama suami kayak gini…. udah kapok banget….

Cukup sudah buat aku menghadapi bebagai kesedihan yang membuat aku mempertanyakan fungsi diri aku sebagai istri (yang seharusnya bisa melayani suami dengan baik)….dari ngeliat suamiku tambah kurus (drastis) ketika kita pisah…. sedih dengerin kebingungannya ngatur alokasi uang gaji bulanannya…. sedih dengerin kalo dia segan ke undangan pernikahan gara2 gak ada yang nemenin… sedih dengerin orang2 menakut2i dia kalo pendidikan istri yang lebih tinggi akan mengancam keutuhan rumah tangga (iihhh… apa coba mau orang2 ini!!!) dan masih panjang sedih2 lainnya…

Duh cintaku…. 3 bulan lagi kok rasanya kayak 3 tahun yah…. Mudah2an kita dikasih rezeki sama ALLAH ya yang…. biar kamu bisa ke sini akhir tahun ini… terus kita bareng2 pulang ke Indonesia…. tempatin rumah mungil kita…. merancang bersama desain interior rumah mungil kita….mengisi rumah kita dengan perabot2 yang murah-meriah-berkualitas-gaya…..main rumah2an :D (kamu jadi bapaknya aku jadi ibunya)…. gandengan tangan lagi… dan melakukan hal2 impulsif yang menyenangkan seperti main ke setu babakan kayak waktu itu….

Miss U much yang…. mudah2an kondisi pisah kayak gini bener2 kasih pelajaran ke kita ya supaya kita lebih bersyukur… dan jadi manusia yang lebih baik lagi di kemudian hari….

*ditulisdenganpenuhrasacinta&kerinduansamarendyprimartantyo*

Move on…. (sirinda & company J)

Wednesday, September 20th, 2006

Walopun mood & "kejiwaan" sempat terguncang gara2 kasus CM & DH… tapi kayaknya emang harus move on ….. aku udah share masalah ini sama suami dan dia mendukung keputusan aku untuk jauh2 dari mereka berdua….

Mulai minggu ini, rombongan MBA ‘08 udah mulai berdatangan…. wow, jadi teringat setahun yang lalu aku "adalah" mereka… (mudah2an) orang-orang dengan semangat tinggi untuk berkembang demi kehidupan profesional/karir dan kemampuan untuk berkontribusi yang lebih baik di masyarakat… :D

Salah satu dari MBA’08 yang baru datang itu adalah Sirinda, aku ketemunya gara2 Nat flatmate aku yang dulu mewariskan banyak barang2 kepada si Sirinda ini. Latar belakang Sirinda cukup unik… usianya setahun di atas aku, sebelum join program MBA dia bekerja untuk exxonmobil Thailand, daaannnn dia salah satu anak Thailand yang memperoleh beasiswa dari pemerintah Thailand (national security fund). Aku tertarik membahas beasiswa Sirinda karena skim beasiswanya dia sangat unik, Sirinda dapet beasiswa MBA dari national security fund setelah mengalahkan beberapa kandidat lain… mekanisme beasiswanya : setelah selesai MBA dia harus bekerja sebagai pengelola "fund" tsb selama 2n+1 di Thai national security fund (kalau melanggar dia harus bayar 3 kali lipat dari biaya yang telah dikeluarkan untuk sekolah di RSM… dan itu kalo dihitung berdasarkan konversi rupiah akan lebih dari 2,2 milyar). Poin yang membuat beasiswanya menarik adalah… terlihat sekali pemerintah thailand berusaha mengimpor kultur profesionalisme Multinational company melalui program beasiswa ini (Sirinda cerita kalo di berbagai departemen pemerintahan Thailand… ada beberapa orang yang juga direkrut seperti dia)… dan diharapkan profesionalisme yang semakin terasah melalui program MBA… akan membuat orang2 kayak sirinda ini… menjadi agen perubahan di pemerintahan Thailand

Hmm… mungkin sangat beda dengan beasiswa yang ada di Indonesia, kayak ADS, APS, STUNED, dsb yang proses sebagian besar perekrutannya adalah pegawai negeri (masuk sbg fresh grad) yang minimal telah bekerja 2 tahun (baca : diinfiltrasi dengan kultur birokrat "reseh" indonesia)… Setelah itu baru boleh disekolahkan…. trus kalo balik dari luar negeri pun… harus dikarantina di bagian yang membuat frustrasi (tata usaha misalnya) agar tidak radikal terhadap "sistem yang udah ada"… baru kemudian dinas "normal" kembali…. (aku dapet cerita ini dari pertemuan acara KBRI minggu lalu)

Weleh2, kalau ngeliat sistem aparatur negara Indonesia kayak gitu, perubahan menuju lebih baik akan lama banget prosesnya, contoh kasus : kita berusaha untuk kompetitif dalam hal "berdandan" menarik penanaman investasi LN tapi ternyata kita masih kalah dibandingkan negara lain di Asia yang juga gak mau kalah berdandannya…

Tapi Insya ALLAH (mudah2an) temen2ku yang PNS di belanda ini adalah sosok2 tegar yang akan terus berjuang tanpa henti untuk memperbaiki keadaan Indonesia yang lebih baik lagi…. tidak putus asa dengan "sistem administratur" yang telah ada, dan tetap berjuang… (ganbatte neee!!!)

Beralih ke cerita lain… 6 jam yll udah courtessy interview sama company J, hmm…. bener2 let it flow ajah… soalnya kalo oke… wawancara tahap II akan dilakukan di Florida… kan lumayan banget ke US tanpa bayar :))… masalah diterima ato enggak itu urusan nanti…. (hihihihihi dasar ya… mikirnya mau untung aja :p). Tapi.. kalo boleh jujur, aku sebenernya tertarik pada business unit medical device-nya mereka… bener2 improving quality of life orang2 yang nasibnya kayak ayahku… dan juga akan banyak bekerja sama dengan dokter2/perawat2/ instrumentalis ruang operasi (hihihihi walopun gak jadi dokter… kerja sama dokter2 dan perawat2 sounds exiting :p)

Anyway, hari ini walaupun diawali dengan hal yang gak mengenakkan… tapi ditutup dengan hal yang menyenangkan… ALLAH emang maha Penyayang hambaNya…

*laginungguisyadischiedamsevest38E*

maafin aku ya yang….

Wednesday, September 20th, 2006

Kemarin aku chat seperti biasa sama Mr. CM… dan untuk pertama kalinya dia chatnya agak menjurus… ke arah yang berbahaya…. dia ngundang aku untuk nginep di flatnya!! dan bilang you will have me as dinner … serve on bed with no cover…. iiihhhhhh amiit2… aku bilang aja kalo aku punya suami dan aku gak mau menghianati dia… dan aku juga bilang kalo ngomong kayak gitu… aku bisa bawa dia ke pengadilan karena sexual harrastment…

uuugggghhh… aku keseel & sediih banget…. padahal just want to make friend with him… (as part of networking process) kok malah kayak gini…. emang kalo di negara super bebas kayak gini…. having sex itu biasa kali ya…. Karena Rudy suka cerita kalo dia suka gonta-ganti cewek untuk melepaskan hasrat di kamarnya!!!! iiihhh… jijay…. Weeekkksssss

Terus aku juga jadi inget (setelah Mr. CM  ngomong kayak gitu) pas welcome party Mr. DH tanya apa kabar & gimana summer aku di Indonesia. I said great, I’ve spent in a great company, great project and close to my family… couldn’t ask for more. Terus aku bilang yah aku belum pregnant seperti yang aku rencanakan…. terus dia bilang… do you want to have baby here?…… Iiihhhhhh weeeekkksss jijaaayy bajaaayy… najis…. (kata2 ini aku tulis dengan emosi antara sedih, muak & kesal kuadrat)

Terus aku jadi kepikiran… apakah aku keterlaluan kalo bergaul? Tapi setelah dipikir2 enggak ah…. aku treat mereka sama kayak aku treat Adrian, Sigit, Yunus, Arga dan temen2 cowok aku di Indonesia… intinya just want to make friends & network… Mungkin sekali lagi karena disini itu bebas banget kali ya….

Tapi jujur… dengan ada pengalaman ini … aku jadi merasa bersalah sama suamiku tercinta… kesannya aku gak bisa jaga kehormatan…. tapi beneran aku gak pernah terlintas untuk selingkuh perasaan apalagi selingkuh berat kayak gitu…

Aku nulis ini sambil nangis sedih… karena sambil dengerin gea-idol nyanyi because of you-nya keith martin…. lagu yang paling sering dinyanyiin sama suami aku kalo kita lagi jalan berdua…

Yang maafin aku ya…. walopun aku juga bingung minta maaf untuk apa… tapi entah kenapa aku merasa bersalah sama kamu…. terus kayaknya aku gak bisa lagi ikutin saran kamu untuk bergaul sama temen2 cowok di sini… terlalu bahaya… dan menyakitkan…. :’(

Love U yang … always & could not wait to see you again in next 3,5 months

*lagisedihkecewamarahsamadirisendiri*

(harus) tetap optimis…..

Monday, September 18th, 2006

Menjalankan pendidikan di luar Indonesia setidaknya memberikan nilai lebih pada hal pembentukan pola pikir yang lebih terbuka, gamblang, padat-berisi dan solutif, yang bisa dibilang dikarenakan kondisi perbedaan budaya dan pola pikir antara mahasiswa yang datang dari berbagai negara. Mungkin hal ini juga dirasakan oleh Bung Hatta dan teman-temannya ketika menjadi mahasiswa indonesia di Belanda dan membentuk organisasi pemuda yang salah satu tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka.

Ketika berkumpul dengan teman-teman Indonesia dalam suatu forum (termsuk forum makan2), biasanya kita juga secara alamiah akan berbagai mengenai kondisi institusi tempat kerja masing-masing yang perlu dibenahi, dan kemudian kita saling memberikan masukan dan dukungan moral agar tetap semangat untuk melakukan perbaikan dan inovasi supaya kondisi Indonesia akan lebih baik di kemudian hari walopun kenyataannya sangat berat banget (karena kita juga TST dengan kebobrokan sistem perundangan/pemerintahan yang ada di Indonesia)

Tapiiii…. kalo ke acara KBRI…. wah sedikit-banyak we’re back to Indonesian government reality, yang niatnya pingin berbagi untuk lebih baik malah jadi gak jelas. Praktek birokrat yang Jam karet, ngomong banyak tapi hampir gak ada esensinya, saling lempar masalah antara departemen/divisi, pejabat yang selalu "menjual diri" kalo dia (merasa) telah berbuat banyak…padahal ternyata "terlalu" sibuk untuk hal gak jelas sampai aktivitas yang seharusnya menjadi esensi tidak selesai dilakukan dalam waktu 3 tahun!!! (jadi ngapain aja ya pak selama ini…:D), dan masih banyak lagi yang kalo ditulis terus bisa buat pesimisme terhadap masa depan Indonesia meningkat :’(

Tapi untunglah Senin kemarin (ke acara KBRInya hari Minggu), David exchage student yang ngambil kelas international finance in Pacific Asia, tanya2 mengenai siapa presiden RI sekarang…. begitu aku jawab, aku tanya balik kenapa tanya mengenai presiden RI? Eddy bilang di kelas tsb, dibahas mengenai Indonesia yang setelah PEMILU (dan presiden SBY menjabat) .. kondisinya makin stabil.. dan makin menarik untuk investasi (apalagi dengan penduduk yang berjumlah -/+ 260 juta orang)

Yup, terkadang kita suka pesimis & berpandangan negatif terus kalo lagi terbentur dengan kenyataan parahnya sistem perundangan/pemerintahan RI (plus juga aktivis2 yang asal banget dalam kasih statement/pressure ke pemerintah melalui kampanye media), tapi justru terkadang orang di luar Indonesia a.k.a. WNA melihat kita makin lebih baik di kemudian hari… kayak pengalaman waktu jadi interpreter komisi pemantau pemilu Uni-Eropa waktu pemilu 2004 yll; pemantau lokal justru malah menjelek2an bangsa sendiri…. sementara pemantau asing (UE) merasa pemilu kita dijalankan dengan penuh passion & tingkat partisipasi yang sangat tinggi (bahkan lebih tinggi daripada US!!!)… si pemantau asing cerita ke aku kalau pemilu di negara mereka gak semeriah di indonesia… karena orangnya cenderung sangat cuek & apatis

Hmm… emang intinya harus tetap optimis… walopun kita tahu kondisi susah & tidak mendukung…. Dalam kata lain kondisi birokrat/pemerintahan yang payah bukan berarti itu bisa membuat kita mundur teratur dan kehilangan semangat dalam membangun Indonesia lebih baik di kemudian hari kan?

*pagipagimauberangkatkephilipsdesigneindhoven*

kefakiran membawa kepada kekafiran…

Friday, September 15th, 2006

Mungkin judulnya terlalu bombastis kalo dibandingin isi blog ini sebenarnya yang cuma mau bilang kalau orang yang desperately butuh kebutuhan duniawi bisa aja menggadaikan idealismenya. Tapi .. to some extent… judul tsb bisa jadi analogi kondisi yang lagi aku alami sekarang ini

Salah satu abangku yang kerja di perusahaan minyak… bercerita… kalau demand terhadap minyak bumi masih besar…. walaupun sekarang lagi gencar digalakkan masalah energi alternatif… (entah buah jarak, biofosil, etanol, atau bentuk2 lainnya). Dia komentar kalo energi alternatif itu "cuma" hype media aja… karena sepertinya akan susah untuk megganti minyak bumi dalam 5 dekade ke depan… Salah satu contohnya adalah masalah aviation oil alias bbm pesawat terbang… Pesawat terbang kalo isi bensin pasti berton2 (levelnya bukan literan lagi), Mesin yang ada di seluruh pesawat terbang di dunia customized untuk minyak bumi yang ada sekarang ini…. Jadi kalo dihitung minimal 40 airlines kali rata2 30 armada dikali 5 ton dikali 350 hari sama dengan 2.1 juta ton (bensin bersih-bukan minyak yang masih belum disuling) per tahun untuk pesawat terbang…. terus kalopun mau mengganti mesinnya (katakanlah lewat regulasi/ pressure internasional) bakalan susah…. wong big 5 worldwide oil company adalah mastermind dari politik internasional yang berkaitan dengan konsumsi energi…..

Terus jadi inget waktu case study… salah satu negara di afrika yang politik dalam & luar negerinya dipengaruhi oleh Shell…. ditambah lagi komentar tambahan abangku itu… "emang elo kate irak diserang buat apa? ya buat naikin harga minyak lah… dari US $ 30-40 per barrel jadi US $ 70-80"…. trus dengan polosnya adeknya yang lugu ini… berkomentar "waaahh… elu jadi bagian devil’s advocate-nya politik kotor itu dong"….:D (sementara si abang jadi diem… break sebentar… mau sholat katanya :p)

Gak lama dari diskusi tsb… aku dapet email dari CMC yang notify kalo aku termasuk 10 mahasiswa RSM-MBA yang "ditaksir" perusahaan J untuk penempatan sebagai full time employee setelah selesai program MBA, terus yang lebih mbuat aku "flattered"… salah satu officer  perusahaan J di UK… bener2 ngotot sampe buat  personalized email untuk aku supaya aku bener2 mempertimbangkan untuk berkarir dengan mereka… FYI, perusahaan J ini di kalangan MBA student menjadi salah satu target utama…. karena mereka ngasih insentif yang diatas rata2 industri, work life balance dan tidak pandang ras-etnik-fisik dsb. Tapiiii….. Perusahaan J yang produk utamanya baby personal care, barang2 farmasi & peralatan rumah sakit ini adalah salah satu daftar perusahaan Zionis ISrael yang "menyumbang" penindasan saudara/i muslim di Palestina….

Jadi sih intinya…. aku ikut aja dulu prosesnya…. buat pengalaman… :p…. soalnya baru kali ini aku diinterview untuk kesempatan bekerja full time di luar negeri… masalah mau masuk atau enggak… lihat aja nantinya gimana…. Soalnya pinginnya sih aku kerja di tempat aku melanjalankan summer internship yll… yang aku pikir tempat yang baik untuk memperoleh pembelajaran mengenai marketing & strategic management… dan punya sepak terjang yang bagus di Indonesia

Masalah idealisme ganyang zionis…. teteuuup dong… enak aja sodara2 muslim di palestina.. dijajah terus sampe sekarang…. Pokoknya "Freedom for Palestine" :D

*laginungguasharsebelumberangkatkerumahmasharissamaachie*

berbuat lebih baik daripada berbicara….

Wednesday, September 13th, 2006

Selama di belanda ini, ada satu site tambahan yang sering aku datangi… www.presidensby.info. Yup, situs presiden RI sekarang ini yang makin hari makin aku kagumi karena integritas & kapabilitasnya yang tinggi

Pertama, beliau rela untuk tidak populer dengan menghapus subsidi BBM yang mencekek APBN dan justru menyelamatkan perekonomian RI (entah kenapa hal ini sama sekali gak diekspos media… atau jangan2 banyak orang gak ngerti perekonomian negara… dan selfish dengan kepentingan masing2—baca gak mau susah sebentar untuk masa depan lebih baik). Dari kasus ini aku ngeliat pak SBY bener2 punya integritas yang tinggi kepada negaranya dan bukan boneka partai politik yang ingin mencari kekuasaan absolut…

Kedua, diplomasi internasionalnya juga membuat aku angkat topi… ngeliat dia bisa diterima di berbagai kalangan internasional (terutama Eropa & Middle east). Pak SBY  bener2 bisa buat yang namanya cooperation between countries—litterally, terlihat dari agenda kerjasama yang menguntungkan indonesia, pendekatan komunikasi yang taktis, sikap yang lugas dan tutur bahasa inggris gak malu2in, bener2 buat aku bangga sebagai bangsa Indonesia, karena merasa  punya presiden cerdas dan "capable" (gee… kayaknya bangga sebagai bangsa Indonesia sempet hilang beberapa saat dari kehidupan aku deh :p)

Ketiga, Kalo ikutin hari2nya yang terekam di websitenya tersebut… mulai dari diplomasi ke timur tengah, KTT ASEAN, nanganin gempa di Jogja, penanganan konflik Libanon, Kampanye media internasional yang balance lewat Western-Eastern Media dialouge, sampe menjadi perwakilan (pimpinan) ASEAN di KTT ASEM bener2 keliatan kalo dia bekerja ekstra keras untuk bangsa Indonesia.. dan gaya kayak gini gak pernah ada pada 4 presiden sebelumnya….

Terus, sisi pribadinya… melalui perhatian dan cara beliau meluangkan waktu dengan keluarga dapat disimpulkan kalau beliau adalah suami yang baik, ayah yang baik, mertua yang baik…. dan yang paling penting lagi… dia sama sekali gak jadiin jabatan sebagai "alat" untuk memperoleh hal2 yang sifatnya materi (kalo beberapa presiden sebelumnya bisa dipastikan orang2 yang gak relevan untuk dinas luar negeri kayak anak, sepupu bahkan cucu akan ikut dalam rombongan…. dan yang mereka lakukan adalah SHOPPING branded item)… sementara yang dilakukan Ibu Ani –selain tugas kenegaraan– adalah shopping BUKU…. karena terlihat banget presiden SBY ini termasuk golongan yang membaca buku kayak makan makanan pokok aja… :p

Terus beliau juga sangat sehat & bugar (selalu olah raga) sehingga  badannya selalu sehat dan bugar untuk menjalankan tugas kenegaraan… gak komentar… saya capek jadi presiden… (atau menghabiskan kerjanya untuk tidur siang :D). Kalau lihat dari aspek keturunan…. putra beliau bukanlah tipe yang rambutnya di cat gak jelas, selingkuh dengan artis, … dan mengeluarkan statement yang menjerumuskan bapaknya sendiri (baca : terlihat kalau dia sukses mendidik anak2nya gitu :p)…

O ya, hal menarik lain…. Ulang Tahun sama sekali bukan hal yang menghambat tugas kenegaraan… yang ada orang lain & wartawan yang buatin perayaan untuknya dengan patungan beli kue ultah… (beda banget dengan presiden kedua yang ketika ulang tahun… akan ada seremonial seperti raja yang ulang tahun… :D… dimana seluruh sanak sodara & handai taulan akan diundang dan diekspos ke media)

Sekarang ini aku jadi sebel kalo ada orang yang asal ngomong untuk mendiskreditkan apa yang telah dilakukan presiden SBY…. dalam kata lain cuma jadi oposan asal yang gak ngasih solusi dalam memperbaiki indonesia ini…. misalnya kayak kasus panser tim garuda yang akan brangkat ke libanon…. mereka ngotot untuk ada tender… padahal udah jelas dari kasus2 sebelumnya… tender justru malah buat harga jadi lebih mahal dengan kualitas barang lebih rendah…. (aku yakin partai yang menuntut adanya tender… kesel buanget karena kehilangan "objekan" yang buat nambah pundi2 mereka :D)…. dan panser ini akan sama standarnya dengan panser tim perancis yang akan menjadi komandan pasukan perdamaian libanon…

Aku yakin aku gak sendiri yang menganggap presiden SBY adalah presiden yang paling konkrit kalo dibandingin 2 presiden sebelumnya…. terbukti dengan akhirnya Andi Malarangeng yang jelas2 menyebutkan… he’s my president dan juga Yenny Zanuba Wahid (Staf Ahli yang juga merangkap anaknya Gusdur lho…) yang nulis article di koran luar negeri (kalo gak salah Star atau sun gitu deh)… alasan  dibalik mendukung presiden SBY adalah karena dia siap untuk gak populer dalam dunia perpolitikan Indonesia demi Indonesia yang lebih baik.

Saya nulis ini bukan saya anti dengan sistem oposisi…. tapi saya yakin jadi orang yang berbuat kayak SBY…. jauh lebih berarti dibanding orang yang terus mengkritik tidak solutif… kayak sebagian besar anggota DPR yang ribut masalah panser!! (no offense ya… ini pendapat pribadi)

Alasannya sederhana aja…. berbuat itu jauh lebih baik dari sekedar bicara

*keselbacaartikeldiliputan6mengenaiributtenderpanserpasukanperdamaiandilibanon*