Dov Rivkin

Aku sama sekali belum pernah interaksi langsung sama orang berkewarganegaraan Israel sebelum masuk RSM. Pengetahuan aku mengenai Israel paling2 dari baca berita dan artikel yang intinya betapa menyebalkannya kaum zionis israel itu, yang dengan lobi2 internasionalnya "berhasil" mencaplok tanah Palestina dengan alasan kalau tanah yang dicaplok itu adalah milik mereka… sedangkan bangsa Palestina adalah bangsa pendatang yang datang dari semenanjung arabia. Intinya sih, aku memendam semacam kebencian terhadap zionis Israel yang telah menyakiti saudara/i-ku di Palestina dan sekitarnya.

Bulan Oktober 2005 adalah interaksi langsung pertama kali dengan orang Israel asli tulen…. yang even undergraduate-nya di Tel Aviv, mungkin sangat terlihat sekali betapa multinasionalnya RSM… ketika aku mahasiswi berjilbab yang represent Islam (little bit) fundamentalis duduk di sebelah mahasiswa Israel tulen :D….. Quite funny emang… apalagi ketika si mahasiswa Israel itu mengajak si jilbab untuk join dalam tim kompetisi global consulting yang diadakan oleh AT Kearney (salah satu worldwide chain business consultant, selain BCG, McKinsey, dsb). Pas diajakin untuk kerja bareng tsb… aku langsung konsultasi ke bos-ku di EMA-FEUI Queen_bee_rsm_mba_finalist yang juga merangkap penasihat spiritual, dan jawaban pak BHM … gak apa2… wong rasulullah pun pernah kok transaksi sama orang Yahudi… Intinya kalo emang gak akan merugikan kamu ya gak apa2… ya udah karena emang tahu kalo si Dov Rivkin ini pinter banget…. jadilah aku ikutan timnya dia… and we become 2nd runner up di kompetisi internal sekolah…. yup, ALLAH melalui tangan seorang Dov Rivkin telah membuat aku jadi satu2nya cewek yang masuk sebagai school finalist (lihatkan di foto eke jadi queen be :p)…. terus mengenai learning kompetisi AT Kearney global prize ini… uih… buanyak banget..dari bagaimana menggali data klien, mempelajari karakter industri IT, membuat analisa & rekomendasi dari data yang tidak lengkap, dsb… dan lewat tangan Dov Rivkin aku dapet pembelajaran itu

Mengenal Dov lebih dalam, berarti memahami karakter orang Yahudi… they are really "damn" smart…. contohnya Dov ini kerjaannya ngantuk terus di kelas…. tapi ketika sesi Q&A dia selalu bisa jawab… atau melontarkan pendapat yang cerdas banget…. Wah.. emang bener ya… ALLAH menciptakan orang Yahudi unggul secara genetis. Kemudian mengenal Dov lebih dalam lagi… jujur mula2 aku menganggap dia Yahudi fundamentalis … yang nikah muda (trus diikuti dengan punya banyak anak)…. tapi ternyata akhirnya dia pisah… dan dia pergi ke russia untuk chasing future career-nya… something happen aku rasa… dan kayaknya dia tidak jadi Yahudi fundamentalis karena makan bacon, dsb

Waktu MBA olympic yang lalu…. Dov is the winner, gold medalist in individual chess competition.. dia seolah2 buat kesan kalo RSM itu bisa kalahin sekolah bisnis besar di Eropa kayak LBS & IESE… dan selama dampingin dia & tim catur RSM… aku belajar banyak mengenai strategi, taktik dalam catur & tentunya being humble tapi high profit dari seorang Dov Rivkin…

Hmm… mungkin mengenai Yahudi & Zionis Israel…. untuk Dov bisa diperkecualikan, karena he’s even questioning ajaran2 Yahudi yang terkesan gak konsisten… dan dia merasa lebih penting bisa konkrit dengan giving contribution to society… apapun itu bentuknya….

Well, Dov… It’s been pleasure to know you… mudah2an pertemanan ini long lasting…. seperti Rasulullah yang bisa tetap menjaga perdamaian & silaturahmi dengan Yahudi (non-perusak)…

*dikamarmerenungikembaliberbagaipelajaranpadahari2yangtelahdilaluidiRSM*

3 Responses to “Dov Rivkin”

  1. Alin Says:

    Interesting story…, hmm…, emang tuh yahudi itu emang pinter banget…, tapi jujur lho na…, alin ngerasain banget pilunya gimana yahudi ga dihargai pas WWII (jamannya Hitler) pas alin kunjungan ke concentration camp di Buchenwald, padahal ini bukan extrimination camp lho, cuma concentration camp, itu aja klo ga malu, pasti alin dah nangis deh…, ngerasain gt gimana perasaan orang2 yahudi itu, tapi kok yah mereka ga belajar dari pengalaman saat mereka dianggap warga kelas 2, malahan skrg enak2nya mencaplok daerah orang laen (tanah palestina)…, manusia yah…, ga belajar dari pengalaman n bahkan saat mereka di puncak jadi lupa diri…, ntar pas di bawah lagi…, nyesel pastinya :)

  2. Novita Says:

    “You can’t judge a book by its cover.” The value of something is not always obvious from what we see on the surface, so we should save our judgments until we have more experience. (diambil dari kamus)

    Setuju Anna?

  3. Anna Says:

    Iya mbak…. setuju banget… don’t judge book by its cover… karena anna ngalamin sendiri ketika being stereotyped sbg muslim “fundamentalis” disebabkan oleh jilbab yang anna pake…. tapi akhirnya karena interaksi yang alhamdulillah baik… temen2 yang tadinya agak2 “gimana”…. jadi lebih ramah dan terbuka
    Buat Alin, aku tetep sebel kok dengan kebijakan Yahudi yang menyerang libanon & palestina… cuma emang poin curhatan aku ini.. aku gak boleh naif menyamakanratakan (stereotyping) kalo seluruh orang yahudi adalah jahat

Leave a Reply