EKIS

Dulu waktu jaman muda masih kuliah satu, salah satu kebanggaan menjadi pengurus & anggota Forum Studi Islam adalah adanya divisi Kajian ekonomi Islam yang punya cita-cita suuaangaatt tinggi … yakni ingin mengganti sistem perekonomian yang ada di Indonesia dengan sistem ekonomi syariah …. (bukan hanya sekedar bank syariah yang menyediakan pelayanan transaksi perbankan berdasarkan hukum syariah aja … tapi juga mencakup lalu lintas moneter… kebijakan bank sentral… kebijakan perpajakan… institusionalisasi sistem perzakatan nasional… dsb)

Inget banget dulu selain buku dan aktivitas  perkuliahan… temen2 FSI doyan banget ikutin kajiannya bang Adhiwarman plus pak Iwan Pontjo. Materi2 kayak Pengantar Ekonomi Mikro Islami… Ekonomi Makro Islami… sistem ekonomi islam… sampe sejarah pemikiran ekonomi islam… ditenggak bulat2 dengan penuh semangat…. Terus inget banget acara Shariah Economics Days selalu menjadi acara gong-nya FSI selain acara PDAI & Perayaan Hari2 besar Islam karena yang dateng bisa membludak dan sampai perlu mekanisme waiting list segala. Gak heran kalo, personally, pada saat itu (dengan kondisi idealisme puncak) aku sangat merasa optimis dengan pemberlakuan ekonomi syariah di Indonesia… dan aku dengan pdnya gak sungkan untuk sharing sama temen2 ICV Melbourne di acara muslim exchange… kalo sekitar 10-15 tahun lagi sistem perekonomian Islam akan berjalan di Indonesia (hihihihi… gini nih dulu… semangat tinggi tapi pemahaman minimalis :p) dan aku "digodain" sama temen2 di ICV kalo emang itu terjadi.. mereka akan pindah bedol desa ke Indonesia :D

Tapi… seiring berjalannya waktu… dan masuk ke kenyataan riil dunia keuangan dan perbankan syariah di indonesia, semangat & optimisme yang dulu perlahan tapi pasti menguap… dikarenakan oleh melihat kenyataan seperti : (1)betapa rendahnya bagi hasil bank syariah untuk penabung dan tingginya "biaya" yang harus dikeluarkan nasabah yang ingin meminjam uang kalo dibandingkan bank konvensional (baca : terkesan berlindung dibalik alasan manajemen risiko walopun mungkin sebenarnya pengelolaannya kurang efisien); (2) keterbatasan infrastruktur perbankan (belum ada jaringan nasional, kurang ATM, belum bisa e-banking, dsb);  (3) relatif buruknya  kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai bank syariah yang makin diperparah dengan pendapat banyak Ulama di Indonesia, kalau repot berurusan dengan bank syariah… gak apa2 bertransaksi lewat bank konvensional asal bunga-nya gak diambil; (4) temen2 pentolan Ekonomi Islam di kampus justru banyak yang berkiprah di dunia non ekonomi Islam (bisa jadi sangat dimungkinkan karena EKIS baru dikaji dalam tahap tataran wacana…. belum masuk dalam level implementasi/teknis pelaksanaan)

Tapii….. 2 hari yang lalu ada artikel menarik di Financial Times Magazine (majalah suplemen koran financial times) mengenai Islamic economics (ekis), di artikel tsb diceritakan salah satu bankers dari deutsch bank .. yang punya kemampuan financial engineering tinggi… menceritakan pengalamannya bagaimana membuat instrumen keuangan yang shariah compliance untuk klien2 besar (baca : sangat kaya raya sekali) dari timur tengah, terus juga cerita mengenai pembentukan sistem majelis syariah yang terdiri dari muslim scholar di bank tsb. Selain itu juga ada artikel mengenai muslim scholar (ulama kali yeee kalo bahase jakarte) yang berpendidikan dari al-azhar Mesir… di kombinasikan dengan pendidikan US sehingga beliau memiliki kemampuan berkomunikasi dalam dunia bisnis/keuangan internasional; plus juga menganalisa tren makin banyaknya muslim di dunia yang ingin menikmati fasilitas pelayanan perbankan berbasis shariah.

Yang paling menarik, artikel tsb punya heading "make money not war".. terlihat sekali kalo sang redaktur 1) menyindir perang2 gak jelas dari US plus sekutunya….dengan dalil membasmi terorisme di negara2 Islam… dan 2) berharap ekonomi islam ini bisa menjembatani ketidakmesraan politik internasional negara2 muslim dengan US (plus sekutu2nya)

Hmm… kalo redaktur Financial times bisa optimis gitu…. kenapa aku sebagai umat Islam justru jadi "malas"/skeptis membahas Ekonomi Islam… Lagipula bukannya udah sangat jelas kalau ajaran Islam itu ditujukan untuk seluruh umat di dunia & bukan hanya umat Islam aja (rahmatan lil ‘alamin)…. dan ekonomi islam adalah salah satu buktinya.

*hayosemangatlagigali2mengenaiekonomiislam*

Leave a Reply