(harus) tetap optimis…..

Menjalankan pendidikan di luar Indonesia setidaknya memberikan nilai lebih pada hal pembentukan pola pikir yang lebih terbuka, gamblang, padat-berisi dan solutif, yang bisa dibilang dikarenakan kondisi perbedaan budaya dan pola pikir antara mahasiswa yang datang dari berbagai negara. Mungkin hal ini juga dirasakan oleh Bung Hatta dan teman-temannya ketika menjadi mahasiswa indonesia di Belanda dan membentuk organisasi pemuda yang salah satu tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka.

Ketika berkumpul dengan teman-teman Indonesia dalam suatu forum (termsuk forum makan2), biasanya kita juga secara alamiah akan berbagai mengenai kondisi institusi tempat kerja masing-masing yang perlu dibenahi, dan kemudian kita saling memberikan masukan dan dukungan moral agar tetap semangat untuk melakukan perbaikan dan inovasi supaya kondisi Indonesia akan lebih baik di kemudian hari walopun kenyataannya sangat berat banget (karena kita juga TST dengan kebobrokan sistem perundangan/pemerintahan yang ada di Indonesia)

Tapiiii…. kalo ke acara KBRI…. wah sedikit-banyak we’re back to Indonesian government reality, yang niatnya pingin berbagi untuk lebih baik malah jadi gak jelas. Praktek birokrat yang Jam karet, ngomong banyak tapi hampir gak ada esensinya, saling lempar masalah antara departemen/divisi, pejabat yang selalu "menjual diri" kalo dia (merasa) telah berbuat banyak…padahal ternyata "terlalu" sibuk untuk hal gak jelas sampai aktivitas yang seharusnya menjadi esensi tidak selesai dilakukan dalam waktu 3 tahun!!! (jadi ngapain aja ya pak selama ini…:D), dan masih banyak lagi yang kalo ditulis terus bisa buat pesimisme terhadap masa depan Indonesia meningkat :’(

Tapi untunglah Senin kemarin (ke acara KBRInya hari Minggu), David exchage student yang ngambil kelas international finance in Pacific Asia, tanya2 mengenai siapa presiden RI sekarang…. begitu aku jawab, aku tanya balik kenapa tanya mengenai presiden RI? Eddy bilang di kelas tsb, dibahas mengenai Indonesia yang setelah PEMILU (dan presiden SBY menjabat) .. kondisinya makin stabil.. dan makin menarik untuk investasi (apalagi dengan penduduk yang berjumlah -/+ 260 juta orang)

Yup, terkadang kita suka pesimis & berpandangan negatif terus kalo lagi terbentur dengan kenyataan parahnya sistem perundangan/pemerintahan RI (plus juga aktivis2 yang asal banget dalam kasih statement/pressure ke pemerintah melalui kampanye media), tapi justru terkadang orang di luar Indonesia a.k.a. WNA melihat kita makin lebih baik di kemudian hari… kayak pengalaman waktu jadi interpreter komisi pemantau pemilu Uni-Eropa waktu pemilu 2004 yll; pemantau lokal justru malah menjelek2an bangsa sendiri…. sementara pemantau asing (UE) merasa pemilu kita dijalankan dengan penuh passion & tingkat partisipasi yang sangat tinggi (bahkan lebih tinggi daripada US!!!)… si pemantau asing cerita ke aku kalau pemilu di negara mereka gak semeriah di indonesia… karena orangnya cenderung sangat cuek & apatis

Hmm… emang intinya harus tetap optimis… walopun kita tahu kondisi susah & tidak mendukung…. Dalam kata lain kondisi birokrat/pemerintahan yang payah bukan berarti itu bisa membuat kita mundur teratur dan kehilangan semangat dalam membangun Indonesia lebih baik di kemudian hari kan?

*pagipagimauberangkatkephilipsdesigneindhoven*

7 Responses to “(harus) tetap optimis…..”

  1. RikaGelar Says:

    iya bener banget…wah..harusnya anna segera nulis ini di koran biar para pengamat dan seluruh pembaca bisa dapet insight ginih…ayo na kudukung!!!

  2. Budiyah Says:

    stuju RikaGelar
    muat di surat pembaca atuh Na

  3. Anna Says:

    surat pembaca? waduh… mbak rika sama budiyah mau bantu :D? Kayaknya untuk masuk koran masih perlu diedit lagi deh… dan itupun belum tentu dimuat :p

  4. Alin Says:

    Anna…, jujur kadang2 itu yang bikin gw bete, sedihnya justru orang indonya sendiri ngejelek2in negara sendiri, gw ga ngerti kenapa tapi itu yg terjadi…, apa karena rasa nasionalisme kita yg kurang ato emang karena kita lebih liat sisi negatifnya??? i dont know…, sedih juga sih kadang2…, apalagi klo pas disuruh presentasi ttg keadaan indo yg memang belum ada yg bisa dibanggain.., hiks.. hiks.. hiks.. padahal niatnya ga pengen menjelek2an indo, tapi kok jadinya…, sedih deh…

  5. Anna Says:

    Iya… mungkin jangan2 emang gitu kali ya karakter orang Indo, lebih PD untuk menojolkan sisi negatif daripada sisi positifnya…
    Kalau ada pelatihan2 pengembangan diri di Indo… biasanya peserta selalu mencantumkan negative list lebih banyak daripada positive list-nya
    Kalau menurut anna pribadi sih… ini masalah yang udah lama pada mentalitas orang Indonesia :D Jadi, kita mau mulai perubahan lin? :)

  6. Winarti Halim Says:

    for my biladi…indonesia…palestina..nangroe aceh darussalam…

  7. Alin Says:

    Anna…, spertinya apa Anna tulis terjadi juga sama Alin…, saat acara pengembangan diri ato yang lainnya pasti Alin lebih banyak menuliskan sisi negatif Alin, ato selalu berfikir dari sisi negatif…, mungkin itu cara berfikir yang salah yah… ato mungkin karena sepertinya memang pendidikan kita selalu menonjolkan kesalahan ato sisi negatif jadi segala sesuatunya dilihat dari sisi negatifnya ajah… mungkin juga karena kurang percaya diri…, hmm, spertinya memang Alin masih perlu banyak belajar nih…, tapi jujur sekolah di luar bikin Alin lebih percaya diri tapi Alin ngerasa takut juga, takut lupa diri n jadi sombong n angkuh :( udah banyak kejadian di sekeliling Alin yang seperti ituh…, hiks… hiks…, bener2 harus hati2 dalam melangkah dan mengambil keputusan…

Leave a Reply