duhh…..
Monday, October 30th, 2006duhh…. capek….
capek hati.. capek fisik… capek perasaan….
Pingin teriakk…. pingin balik ke indo…. pingin hidup normal lagi…..
Inikah yang disebut no pain no gain?
duhh…. capek….
capek hati.. capek fisik… capek perasaan….
Pingin teriakk…. pingin balik ke indo…. pingin hidup normal lagi…..
Inikah yang disebut no pain no gain?
Gak ada yang lebih aku sebel daripada memasuki atau dipengaruhi sama men’s world yang sangat chauvinist & gak mau ngalah….
seperti para orang2 yang mengaku teman2 suamiku…. yang menakut2i suamiku… kalo perbedaan tingkat pendidikan akan mengurangi cinta aku ke suamiku…. dan akan mengancam keutuhan keluarga kita…. Padahal kan aku cinta suamiku apa adanya… bukan karena harta, jabatan, ataupun tampang…. dan aku makin cinta dia ketika dia berbesar hati…. mendorong istrinya untuk sekolah lagi… karena dia tahu istrinya punya cita2 itu…. walopun ngejalaninnya berat baik aku maupun dia….
Buat (yang mengaku) temen2 mas rendy…. please deh…. jangan lakuin itu lagi… nakut2in kayak gitu cuma akan menyakitkan hati mas rendy & aku…. dan secara gak langsung bisa jadi situ2lah yang menyebabkan kehancuran rumahtangga kita…
*lagisebeldischiedamsevest38E*
Mungkin balsem gosok & salonpas adalah 2 hal yang aku ingat kalo aku ketemu Jimi lagi di masa yang akan datang. Pertama kali ketemu Jimi, dia cerita kalo dia pingin pindah flat ke I-house, dan aku kasih info kalo tempat tsb ada.. dan kurang dari dua hari dia langsung pindah dari flat lamanya ke I-house. Karena pindahan itu kayaknya dia kecetit otot pinggangnya…. dan akhirnya karena merasa bertanggungjawab atas kepindahan Jimi… ya udah tak kasih salonpas dan balsem gosok aja biar punggung & pinggangnya lebih enakan…
Jimi adalah orang pertama yang aku kenal yang telah mengunjungi seluruh negara anggota UN (198 negara)…. digarisbawahi sodara2 seluruh negara!! Negara2 eksotik yang jarang dikunjungi kayak Haiti, zimbabwe, eritrea, Suriname, Afghanistan, Pakistan, North Korea & Iraq… membuat kita sebagai temen2nya di RSM perlu untuk punya sesi khusus supaya Jimi bisa berbagi mengenai pengalaman berkunjung ke seluruh dunia….
Jadilah jum’at malam yang lalu… kita stay di kampus sampe jam 11 malem… untuk ngedengerin presentasinya Jimi… dan menemukan fakta2 menarik di dunia… kayak ternyata tingkat bunuh diri tertinggi itu ada di Lithuania (bukan di Jepang) dengan Alasan (menurut Giedre sebagai WN Lithuania) transisi dari pemerintahan komunis yang segala sesuatunya dijamin pemerintah, ke arah pemerintahan yang lebih terbuka (kapitalis) dan tidak dijamin pemerintah… membuat banyak orang stress…. apalagi lapangan pekerjaan tidak tumbuh dengan baik, dan perekonomian negara sedang kacau….. Kalo denger alasannya Giedre & jumlah populasi Lithuania…. secara persentase berarti warga negara Indonesia itu lebih tangguh ya….yang survive krismon, survive dari pencabutan subsidi bbm, survive dengan kopaja/metro mini/KRL yang tidak manusiawi… Hehehehe jadi teringat email seorang teman mengenai tingginya daya tahan orang Indonesia terhadap challenge kehidupan
Kembali ke Jimi, dengan umur beda 11 tahun dari aku…. Jimi telah mengunjungi 198 negara… Hmm… bisa gak ya aku kejar achievementnya Jimi? Aku pingin ikut jejaknya Jimi bukan didasari alasan karena gak mau kalah lho… tapi karena aku melihat pengalaman Jimi telah membuat dirinya sebagai orang yang open minded, yang punya bisa menciptakan pertemanan yang tulus dengan berbagai orang dari berbagai belahan dunia dari sierra -leon sampai Guyana…. Aku inget salah satu kalimat presentasinya…. I don’t understand why the government decide war … meanwhile I found the people are really friendly. Terus waktu dia presentasi mengenai Suriname (kalo gak salah), dia bilang I found the mosque & jewish temple located side by side… they are respect on each other in daily life… something rarely happen… dan secara implisit dia bilang perlu dicontoh agar perang tidak perlu terjadi… karena perang hanya akan merugikan para innocent people yang gak tahu apa2..
Sesudah presentasi Jimi, aku pulang naik tram sama Ying, dan kita mendiskusikan betapa "kaya"nya pengalaman hidup Jimi dengan mengunjungi seluruh negara di dunia…. walopun itu membawa konsekuensi Jimi belum punya rumah sampai umur 37 sekarang ini… tapi does it matter anymore? Rumah bisa dicari… tapi pengalaman hidup kayak Jimi… Hmm… butuh real effort untuk bisa mencapainya…
*anotherlearningfrommyfantasticfriendsinRSM*
Pagi ini pas cek friendster ada sosok baru yang view my profile, mukanya ramah dan aku lihat usianya 63 tahun… penasaran akhirnya aku buka profilenya…. Ibu Poppie Kamarga nama lengkapnya…. beliau sekarang ini pensiun setelah 30 tahun mengajar di ITB…. waah… aku makin tertarik… kayaknya aku merasa aku akan bisa banyak belajar dari ibu ini yang telah banyak punya pengalaman hidup… kalo diibaratkan…. beliau perjalanannya udah kemana2… sementara aku baru mulai kali ya…..
Terus karena penasaran, aku lihat blognya…. ternyata aku menemukan kalo suami ibu Poppie sedang sakit berat karena diabetes yang cukup parah… sampai lumpuh… dan tidak bisa bicara sama sekali…
Duh meliat kondisi suaminya ibu Poppie…. aku jadi inget papa syawal…. walopun mungkin papa syawal gak separah pak Iman… tapi papa syawal sekarang punya berbagai keterbatasan. Sejak stroke keduanya pada bulan juni 2001, papa syawal gak bisa berbicara jelas lagi… walopun di awal2 semangat untuk sembuhnya sangat besar…. tapi akhirnya menyadari things wont be same like the old days…
Dulu papa itu adalah orang yang enak untuk diajak ngobrol (sekarang juga masih sih… cuma butuh kesabaran ekstra untuk dapat mengerti apa yang diomongin)… wawasannya luas banget… orang yang selalu take every opportunity dan live to the fullest. Papa juga lembut hati, pem-balance mama Is yang cenderung lebih emosional. Papa syawalku juga tipe orang tua idaman setiap anak kayaknya… bisa hang-out bareng (aku selalu menunggu saat2 nonton bareng & jalan2 ke mall sama papa syawal), murah hati dalam hal pengembangan diri anaknya (inget banget jatah buku bacaan setiap 2 minggu di gramedia & aku pernah dikasih kado training ASIAWORK yang muahal itu pas ulang tahun aku ke-19), orang yang disiplin menjaga kesehatan (waktu papa syawal stroke, dokternya bilang jantung papa syawal kuat… dan itu sangat menolong agar gak terjadi kondisi yang lebih parah lagi), open minded karena pengalaman hidupnya (papa udah memulai life journeynya dengan ikut AFS pada tahun 63 dan kemudian melanjutkan studi lanjutnya di New Zealand dengan beasiswa Colombo Plan) dan tipe family man sejati… yang selalu berusaha untuk memberi kehidupan yang layak pada istri dan anak2nya (plus terkadang keluarga besarnya)
Duh papa… maafin anna ya…. anna masih belum banyak membalas kebaikan papa selama ini..bahkan anna terkadang masih suka gak sabar kalo menghadapi papa dengan segala keterbatasannya…. padahal kebaikan hati & doa papa yang tulus (ditambah doa mama Is juga) telah mengantarkan anna sampai bisa sampai pada posisi sekarang ini…. menikah dengan laki2 yang sangat baik dan menikmati studi lanjut dengan beasiswa yang gak bisa dipungkiri adalah hasil dari pola didik papa syawal & mama Is….
Ya ALLAH, ampunilah dosa kedua orangtuaku…. sayangilah mereka ya ALLAH, seperti mereka menyayangi aku di waktu kecil dulu sampe sekarang ini, sayangilah mereka ya ALLAH.. dengan kasih sayang yang tidak pernah habis dan tanpa pamrih… seperti kasih sayang yang telah mereka berikan kepada diriku….. perkenankanlah ya ALLAH jadikanlah hamba sebagai amal jariah mereka ya ALLAH …. anak yang sholihah yang bisa menjadi tabungan amal mereka apabila mereka telah tiada…
*lagimelowkangenpapasyawal*
Di balik sukses besar seseorang …. pasti ada orang lain yang berkontribusi terhadap kesuksesannya. Contoh simple konteks perempuan… kesuksesan laki2 sebagian besar dipengaruhi oleh perempuan di belakangnya (istri & ibu).
Nah… saking salut & angkat topinya sama SBY… aku jadi penasaran who’s the person behind him…. dan dinamisasi apa aja dibalik kebijakan2 yang dikeluarkan sama beliau. Lalu ketemulah nama Dino Patti Djalal & kebijakan Jarak Pagar sebagai energi alternatif.
Kebanyakan orang lebih mengenal Andi Malarangeng sebagai jubir presiden daripada mas Dino Patti Djalal ini… Mas Andi yang ganteng & udah populer duluan terlihat lebih dominan di media… bahkan di situs presidensby.info … mas Andi punya kolum khusus. Padahal, konon sebenernya kedudukan mas Andi & mas Dino ini sama… cuma mas Andi lebih ke arah juru bicara isu2 dalam negeri… Mas Dino untuk isu2 kebijakan luar negeri.
Nah iseng2 googling mas Dino… ketemu deh CVnya yang quite impressive… simon frasier Canada for his Master… dan London School of Economics for his PhD!!!! LSE gitu… sekolah yang melahirkan Mahatma Gandhi dan sederet orang penting di berbagai belahan dunia. No wonder, kenapa kebijakan politik luar negeri sekarang ini yang sangat outward looking (baca : show our dignity as nation tapi juga menguntungkan dalam segi perekonomian). Selain emang jam terbang diplomasi Luar Negeri yang tinggi (beliau pernah jadi jubir RI untuk Timor-Timur, dan menempati pos2 penting di deplu RI) beliau emang cerdas tampaknya… lebih cerdas daripada mas Andi tapi lebih low profile kalo menurut subjektifitasku.
Sosok mas Dino juga unik… anak dari seorang diplomat terkenal… Hasyim Djalal.. sehingga selain memperoleh pendidikan yang mendukung karir diplomasinya… he also got first hand exposure dari babenya langsung… Catatan : Ini bukan kayak kong kali kong dan nepotisme….analoginya lebih ke arah… BJ Habibie & Ilham Akbar
Habibie (anaknya) yang sama2 cerdas dan sama2 menggeluti teknologi aeronautik. Terus… dengan latar belakang pendidikannya yang seperti itu… gak heran kalo rasa sejajar dengan bangsa lain tertanam kuat… yang tergambar jelas dalam kebijakan politik luar negeri akhir2 ini yang well concepted & well executed. Artikel mengenai siapa mas Dino Patti Djalal ini bisa dilihat di link berikut ini
Beralih ke jarak pagar, Sekitar dua sebulan lalu aku pernah posting masalah krisis energi terkait dengan perpolitikan dunia & bagaimana minyak bumi belum bisa terlepas dari perekonomian dunia sekarang ini. Well, more learning could make you have different opinion right? Beberapa waktu yang lalu pak SBY mengeluarkan kebijakan yang (menurut sujektifitasku) cenderung merupakan affirmative action dari alternative/renewable energy…. dalam hati aku merasa… duh segitu desperadonya Indonesia terhadap minyak bumi yang harganya naik gila2an… (dan sementara ada segolongan orang "sok tahu" yang menuntut-setengah mengutuk pemerintah agar tidak mengurangi subsidi BBM demi rakyat kecil… padahal keuangan negara juga tekor gara2 harus bayar utang….. mo bayar pake apa tuh subsidi bung? pake daun pohon nangka yang tumbuh di kampungnya si Doel kah?)
Terus aku ketemu link menarik ini setelah masuk ke www.indonesia.go.id dan www.menkokesra.go.id. Wow… kalo ngeliat road map-nya… Jarak Pagar Rocks!!! It could be a total solution, mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi (yang bisa lead ke penghematan subsidi BBM pemerintah), meningkatkan lapangan pekerjaan, dan lebih sedikit polusinya daripada bahan bakar yang ada sekarang….
Kondisi sekarang jarak pagar sedang diujikan oleh tim National Geographic, dan perusahaan dengan big capital Astra Agro Lestari juga sudah tertarik (apa udah sepakat?) untuk melakukan investasi…. hmmm aku cuma bisa berdoa mudah2an diberi kemudahan dan memperoleh sukses besar….
Kalo ngeliat Dino Patti Djalal & Jarak Pagar… optimisme terhadap masa depan Indonesia yang lebih baik jadi membesar… aku orang yang gak percaya & gak mau percaya sama ramalan… tapi aku berharap gambaran masa depan Jayabaya yang bilang setelah pemerintahan "notonogoro" nusantara akan memperoleh kejayaannya lagi, bener2 bisa terwujud
*schiedamsevest38E,3011BA,Rotterdam*
Jum’at malam yang lalu secara impulsif aku memutuskan untuk ikut acara charity auction yang diadakan oleh social chair student body RSM. Quite expensive…. aku menghabiskan hampir 100 euro dalam sehari (termasuk 25 euro untuk tiket masuk + 10 euro untuk taksi), tapi pengalamannya benar2 sangat berharga.
Pertama, ternyata acara charity auction kayak gini sangat efektif untuk mengumpulkan banyak dana dalam waktu singkat…. mengingat yang dateng ke acara ini kurang dari 60 orang … uang yang kekumpul mencapai 6300 euro!!!!… Yang "dijual" dalam acara ini dari I-pod; paket berlibur di Perancis; cleaning date & champagne brunch; paket tur; dinner 5 orang sama profesor Bill Collins; bachelor/ette auction; dimasakin sama mahasiswa yang jago masak; dsb.
Kedua, ternyata ada 2 cara untuk menyumbangkan… pertama jadi penawar… kayak para bachelor/ette yang siap dilelang, sponsor yang memberikan goodies…. dan kedua jadi pembeli dengan mekanisme lelang….. Quite interesting. Aku berlima sama Ryan (US), David (US), Molly (Taiwan) & Giedre (Lithuania) membuat konsorsium dan memenangkan lelang dinner sama prof. Bill Collins dengan harga 110 euro (jadi 22 euro each); terus aku & Giedre juga patungan untuk bid cowok India… dan memenangkan dengan harga 80 euro…. tadinya sih kita mikir si cowok India ini (Atish) tipe yang cucok untuk membersihkan apartemen kita….. tapi akhirnya jadi dinner date….
Di acara yang gak terlalu banyak mahasiswa yang datang ini… terlihat sekali cerminan kenyataan perekonomian dunia…. antara negara maju & negara berkembang…. Lelang2 besar dimenangkan oleh Itaru (Jepang - abis 500 euro lebih), Gyung Ho (Korea - abis 400 euro untuk bid Jillian), David (abis sekitar 300-an), Ryan (abis sekitar 300-an), Elizabeth (abis lebih dari 200), Jenifer (Canada, abis lebih dari 250),Xiang (Cina, abis lebih dari 250) …. Hmm… sementara penghuni negara berkembang & negara baru maju kayak aku, Giedre, Ajith (India), dan anak2 Taiwan… mengeluarkan uang buat charity auction ini gak lebih dari 150 euro….. beda standar kehidupan soalnya :p
Quite nice experience…. mudah2an kalo udah berada di puncak tangga kesuksesan finansial…. bisa memberikan uang charity (zakat, infaq & shodaqoh) yang lebih banyak lagi….
*schiedamsevest38E,Rotterdam3011BA*
Dicuplik dari Liputan6.com hari ini :
Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung, Yudhoyono harusnya mampu menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang dalam banyak mengambil keputusan tak terlalu mempertimbangkan tarik-menarik di Parlemen. "Tapi lebih mempertimbangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat," kata Pramono.
Komentar cuma 2 :
1. bukannya yang paling reseh di Parlemen itu partainya anda ya pak, paling gak dewasa dalam menyikapi perbedaan (cek berapa skor WO fraksi anda), dan doyannya mengancam2
2. mohon dipikir masak-masak dulu kalau mau berkomentar…. bisa jadi komentar bapak yang kayak gitu malah jadi blunder terhadap partai bapak sendiri…. hati2 kalau orang studi literatur… mengenai berbagai komentar anda… bisa ketahuan kalau anda orangnya konsisten atau enggak lho… Orang gak lupa kok… banyak literatur majalah yang menyebutkan ketika PDIP berkuasa… justru paling banyak melupakan rakyat
*lagiisengdischiedamsevest28E*
Akhir2 ini Rizky salah seorang adik kelas sering protes mengenai masalah gerakan sistem da’wah tarbiyah di kampus… yang menurut dia gak efisien dan mengalami disorientasi terhadap apa yang diperjuangkan…. (baca : kok semata2 merebut kekuasaan aja gitu)… Hmm baca blognya yang harus mengernyitkan mata karena kata2 kasar banget dalam menyampaikan idenya (sempet bingung juga karena setahu aku dia adalah bagian dari gerakan itu dan telah banyak memperoleh kesempatan yang gak semua kader tarbiyah bisa peroleh)… Eke bener2 butuh ekstra effort dalam mengambil esensi tulisannya dan kemudian jadi bahan untuk renungan….
Dalam buku Profil Kader PKS a.k.a kader da’wah tarbiyah dinyatakan bahwa profil tsb harus memiliki 7 karakteristik esensial. Kokoh & Mandiri; Dinamis & Kreatif; Spesialis & Berwawasan Global; Murabbi Produktif; Ber’amal Jama’i; Pelopor Perubahan; Memiliki Ketokohan Sosial….. Hmm… karakter super banget yang buat aku pribadi perlu kerja sangat keras sekali untuk mewujudkannya.
Tapi seperti masalah klasik orang Indonesia yang bagus di perencanaan tapi gak bagus dalam pelaksanaan…. Hal tersebut mungkin terjadi di gerakan da’wah tarbiyah…. contohnya Pak M, salah satu petinggi DPP PKS… dalam kehidupan sehari2nya menurut subyektifitas aku agak kurang konsisten dengan apa yang udah digariskan…. walopun beliau punya program bagus sekali untuk peningkatan kualitas SDM pemuda Indonesia…. tapi beliau agak kurang open minded… dunia hanya berputar pada partainya.. bisnisnya… dan programnya tersebut… Orang yang selalu berkomentar senang kalo ada pemberitaan bagus mengenai PKS… dan selalu mengutuk plus menjuluki orang tersebut gak tahu apa2 kalo ada pemberitaan miring seputar PKS. Watak yang sama sekali kontradiktif dengan berwawasan global …
Contoh kasus lain, adalah bagaimana managerial style beliau dalam mengelola bisnisnya yang didominasi stick… compare to carrot… yang kayaknya sangat mengungkung orang untuk sulit berkreasi… dan harus menjalankan tugas seperti mesin… Huu… suka sedih dengan kenyataan ini… karena kakak kelas murrabbi tidak resmiku… berada pada lingkungan kerja kayak gitu… jadi gak berkembang… padahal I know he’s damn smart & has high potentials… (hmm.. PR besar nih musti mendorong supaya dia cepet studi lanjut…)
Terus kasus lagi dengan kenyatakan kalo pak M ini sedikit-banyak menentang ide untuk pengembangan SDM kader perempuan….. Karena berpandangan perempuan toh nanti larinya dapur-kasur-sumur aje… Maak, kemana aja pak… sekarang peran perempuan adalah salah satu indikator dalam penilaian kualitas sebuah negara/bangsa di World Economic Forum, terus kalo bukan para kader2 perempuan yang cerdas (kayak bu Yoyoh Yusroh, bu Nursanita Nasution, bu Sitaresmi Soekanto, dsb) yang punya keyakinan kuat dalam nilai2 keluarga…. siapa yang akan mengcounter isu2 feminisme radikal?
Kembali ke struktur dalam pergerakan tarbiyah, yang rukun pertama adalah Al-fahmu… Mengerti tata cara/fiqh berda’wah… yang tentunya juga berarti harus memahami realitas kondisi dunia sekitar kita… terus diskusi aku terakhir dengan pak M, dia menyayangkan kalo A salah satu adik kelasku yang merupakan angkatan pertama dalam program pengembangan SDMnya tsb, jadi "nyeleneh" dalam memandang perekonomian bangsa… dia menyayangkan (baca: menentang & kesal dengan perbedaan) kenapa gak setuju dengan ekonomi yang lebih berpihak pada kebijakan sains dsb sesuai dengan interest beliau, padahal aku tahu si A yang lagi studi lanjut di Norway ini adik kelasku yang brillian… (gak hanya pinter lhoo) dan menurut aku si A lebih memahami kondisi nyata perekonomian Indonesia daripada si Pak M yang berpikir sistem ekonomi yang ada sekarang harus di stop terus diganti yang baru (duh pak, mungkin kegagalan Nelson Mandela & reformasi ekonomi di Afrika selatan bisa jadi pelajaran sebelum berkomentar ganti sistem ekonomi kayak gitu)
Masalah berganti sistem ekonomi… aku jadi inget Perjanjian Hudaibiyah… yang mana sempat membuat para sahabat kesal dengan Rasulullah atas kelunakan hatinya dalam menghadapi kaum Quraisy, padahal dengan perjanjian Hudaibiyah yang terkesan membuat kaum muslim dalam kondisi yang kalah… membuat perekonomian bergerak lebih cepat (setelah bulak balik mengalami serangan Quraisy) dan pada akhirnya membuat Rasulullah & pendukungnya memperoleh kemenangan nyata setelah mengalami masa pahit 23 tahun…. Intinya sih maksud aku jalani dulu perekonomian yang ada dengan baik… turunkan kemiskinan (yang gak simpel) dan tingkatkan perekonomian (yang juga gak simpel)… lalu ketika itu sudah ada bargaining power akan meningkat sehingga sistem ekonomi syariah yang usury free bisa diterapkan… jangan asal aja bilang ekonomi kapitalis dengan mafia berkeley adalah biang kerok… emang situ bisa menjamin apa kalo ekonom lain yang menjalankan akan jadi lebih baik… (maap agak galak… soalnya suka sebel sama komentar2 asal kayak gini… contohnya kayak Kwik Kian Gie yang selalu mengkritik pemerintah… tapi pas jadi bagian pemerintah gak bisa ngapa2in… dan akhirnya lebih milih jadi oposisi… yeah right…karena lebih mudah gak perlu kerja nyata tapi bebas marah2/kritik kan :D)
Hmmm aku nulis ini bukan berarti aku gak suka PKS…. in fact… bisa jadi aku termasuk pendukung fanatik PKS… karena selama observasi aku selama ini cuma PKS yang keuangan partainya bener2 datang dari kantong2 kadernya sendiri (bukan dari subsidi pemerintah atau titipan pengusaha agar kalo berkuasa bisa diamankan bisnisnya) ditambah aku kenal banyak kader PKS yang punya keikhlasan tinggi dalam melakukan pelayanan sosial kayak community development, mengajar, baksos terprogram, dsb …. terus kenyataan kalo orang2 PKS demonstrasi selalu santun, rapih & bersih… terlihat betapa orang2 ini adalah orang2 yang punya keinginan tulus untuk memperbaiki kondisi sosial … tanpa membuat masalah baru … beda dengan demo partai banteng nanduk yang pasti buat orang2 jakarta ketakutan…
Kesimpulannya, aku nulis uneg2 kayak gini karena sebagai simpatisan PKS aku pingin PKS tetap pada idealismenya yang tertuang dalam buku profil kader PKS… dan takut dominasi karakteristik kayak pak M (dan mungkin orang2 yang diprotes Rizky di kampus)… bisa jadi blunder dalam keinginan PKS untuk bisa menjadi solusi dalam menuju perubahan Indonesia menjadi lebih baik di kemudian hari….
*mencobabijakmenanggapitulisanrizkyramadhani*
Dalam 2 minggu terakhir ada 2 nasyid yang dikirim sama mas Rendy… dua2nya buat aku nangis antara sedih, bersyukur, kangen, rindu, pingin buru2 pulang ke Indonesia, dan segala perasaan campur aduk dan perasaan "HBMR" lainnya…. (dan ternyata si mas juga ngerasain hal yang sama kalo denger 2 nasyid ini….)
Yang pertama judulnya "DIALOG DUA HATI" kita gak tahu siapa munsyidnya…. tapi begini nih liriknya :
Duhai kekasih hati… kugubahkan nasyid ini… sbagai tanda cinta suci.. dalam naungan Ilahi…
Hari demi hari … bersamamu kulewati.. dalam suka..dalam duka… dalam meniti ridhoNya..
Ikrarkan bersama untuk tetap di jalanNya .. bahtera rumah tangga.. teladankan rasul mulia
Duhai kekasih hati… kugubahkan nasyid ini… sbagai tanda cinta suci.. dalam naungan Ilahi…
Hari demi hari … bersamamu kulewati.. dalam suka..dalam duka… dalam meniti ridhoNya..
Ikrarkan bersama untuk tetap di jalanNya .. bahtera rumah tangga.. teladankan rasul mulia
Didik putra-putri sebagai amanah Ilahi… bekali akhlak imani… jadikan mukmin sejati…
Insya ALLAH… Insya ALLAH… Insya ALLAH
Nah, yang kedua judulnya "ADALAH ENGKAU" oleh Seismic…. Nah Nasyid ini bener2 buat orang yang lagi long distance relationship jadi berurai air mata… apalagi melodynya melow banget plus didengernya pas cuaca udah mulai dingin ditambah langit jarang cerah
Adalah engkau…. Dia yang kurindu…. kau menjadi bunga di hatiku… kau menjadi peneduh kalbu di perjalananku… di perjalananku…….
Tibalah waktu yang lelah kurindu… ‘tuk selalu bersama dengan denganmu… telah terbuka pintu itu… akad tlah terucap sudah… dinda marilah melangkah…
Dinda.. temanilah aku…disetiap detikku… dengan doamu… Bila terpisahkan waktu… tetaplah di sini… didalam hatiku…
Ya Rabbi…. izinkanlah kami… untuk terjaga di jalanmu… dinda .. doamu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa… di lelahnya jiwa…
Adalah engkau dia yang kurindu… untuk selalu hadir di hidupku… mengiringi setiap langkah… saat menuju Mu … acuan hidup ini…
Dinda… temanilah aku… di setiap detikku.. dengan doamu… Bila.. terpisahkan waktu… tetaplah disini.. di dalam hatiku…
Ya Rabbi… izinkanlah kami… untuk terjaga selalu di jalanMu… Dinda.. doamu laksana… pelepas dahaga di lelahnya jiwa… di lelahnya jiwa…
Waktu kirim nasyid ini Mas Rendy bilang kalo lagu itu bener2 ngungkapin apa yang dia rasakan sekarang ini & aspirasi bentuk keluarga yang akan dibangun
Duh mas… sama banget….kamu gak perlu share.. aku exactly mikir yang sama mengenai bentuk keluarga yang ingin kita bangun bareng… persis kayak nasyid dialog 2 hati… Terus kalo nasyid "adalah engkau" buat aku kata dindanya diganti kanda….
*Lagimelowdischiedamsevest38E*
2 hari belakangan ini aku suka ngamatin profil anak psiko UI angkatan 2001… ngeliat gaya ngeblog-nya, nanggepin blog orang dan testimonialnya… jadi mengingatkan pada karakter aku pas jaman2 masih muda dulu… (pas kuliah S1-red)… dan sebenernya karakter yang sama juga masih ada kok….
Hmm… pas baca ulang testimonial aku… waahhh…. sesaattt… bener2 gak ngegambarin aku seutuhnya….. sisi2 aku yang jagoan, tomboi, terkadang over PD, emosional dan galak (suka menanggapi orang2 yang asal… dengan tajam) sama sekali gak terekspos :D…. Kalo dilihat cuma Irana (Iras), Iya Monel & Iman aja… yang bisa/mau nampilin aku apa adanya…. temen2 yang udah kenal aku dari lama…
Terkesan setia kepada suami dengan menjaga jarak dengan laki2 lain? hmmm… sekarang mungkin iya…. tapi dulu mah saya anaknya punya banyak temen Cowok a.k.a ikhwan2 yang lumayan dekat (bawaan tomboi… membuat lebih enak cerita2 sama cowok :D)…. diantaranya nih…ada F yang jadi sparing partner dalam hal pengembangan diri & kemampuan akademik, ada A tempat curhat masalah keruhiahan, Ada E "murabbi" tidak resmi tempat berkonsultasi masalah yang bersifat pergerakan/keorganisasian, ada W ikhwan gaul yang udah kayak sodara sendiri yang enak diajak makan, nonton & jalan2 (bareng sama kakak kandung/keluarga), ada S ikhwan yang suka aku cela… dan to some extent jadi tempat curhat juga kalo yang lain lagi sibuk :D, terus ada M temen "berantem" (yang aku sebel karena belagu banget) tapi akhirnya jadi tempat curhat & dicurhati juga, terus ada D atasan di bimbingan test yang juga jadi temen ngobrol yang asik….
yah pokoknya kalo inget dulu kata si mama Is… aku kayak piala bergilir… temen cowoknya banyak banget… Iiiiiihhh si mama aja yang jahat bilang anaknya piala bergilir… wong anaknya emang tomboi dan cuma temenan doang kok sama mereka…. yah tapi ngaku juga deh emang ada yang ngajak ngomong serius dan secara implisit bilang kalo dia pingin nikah (hiyy… berhubung waktu itu masih tingkat tiga… langsung aja kualihkan ke topik lain..dimentahkan gitu obrolannya…. ngeri bow… soalnya dia agak2 ganteng, sholih & bermasa depan cerah… takut & gak mau pertemanan yang udah ada jadi rusak )…. Terus juga pernah si abang murrabi tidak resmi terus menasihati aku gara2 beberapa ikhwan yang bertanya2 mengenai aku padanya…. komentar ke beliau… : bang, aku yang gendut, jelek, jagoan, cerewet, tomboi, galak & pemalas gini…. yang bener ahh… aku gak ada maksud menggoda mereka lagi…. bilang ama mereka kalo gak ada niat lain selain bertemen… titik!!!
Terus…. dulu termasuk akhwat jagoan yang nyetir sendiri kalo mau survey ke puncak… atau rapat2 di luar kota lainnya…. akhwat galak yang gak takut ngajak debat ikhwan2 kalo lagi rapat…. pokoknya cap liberal, gak bisa dipegang & "dikeluarkan dari lingkaran dalam" menempel lengket sebagai label gitu…. :p
Masalah kuliah…. bener2 biasa aja… mungkin doa orangtua yang buat aku bisa lulus 4 tahun dan IPK yang lumayan… banyak kemudahan dari ALLAH selama aku kuliah… kayak buat studi mandiri cuma sehari tapi dapat nilai A… dan banyak kejadian sejenis yang buat orang gak percaya kalo itu beneran kebetulan… padahal itu emang kebetulan…. dan akibatnya gini nih… pas studi S2 masalah ketekunan belum terasah gara2 banyak "kebetulan" yang diperoleh waktu S1 dulu…. :’(
Hmm… mungkin bisa jadi untuk anak2 kelahiran 1980 testimonial kebanyakan hanya nampilin sisi baik biar diapprove gitu… beda dengan anak2 generasi Y yang mungkin agak cuek dalam bersikap & berpendapat… ATAU jangan2 aku tipe yang sukses mengkamuflasekan diri menjaga image…. ATAU emang bisa jadi aku berubah banyak ya setelah lulus kuliah S1….????
Hmm… no comment…. pokoknya aku Insya ALLAH adalah orang yang apa adanya dengan berbagai kekurangan yang aku pikir sangat "manusiawi"…. sosok pribadi yang cuma pingin enjoy dengan diriku, enjoy dengan keberadaan diriku di antara my significant others (suami, keluarga & teman2 dekat), dan tentunya enjoy dengan keberadaan di kehidupan bermasyarakat
*Schiedamsevest38ERotterdam-lagigakmoodkerjaintugaskuliah*