Geopolitic & Global Powerplay adalah salah satu electives yang aku pilih sebagai electives semester ini… yang ngajar adalah ibu2 (penghalusan dari grandma :D)mantan dubes India untuk Belanda, Perancis dan berbagai negara lainnya (tp beliau sekarang tinggal di Perancis dekat kampus fountain blue INSEAD)… kelas ini termasuk jenis 2week electives… jadi 8 pertemuan akan dilakukan dalam 2 minggu alias hampir setiap hari ada kelas…
Menjelang kelas dimulai… Reader dibagikan… salah satu tulisan utama adalah masalah efek 9/11 dalam percaturan powerplay dunia…. quite iritating karena sangat subjective sekali…. di antaranya kayak gini :
Islam creates a mind-set, which demands total obedience to the creed and total belief. There is no room for doubt or honest dissent. This is perhaps why Islam has not yet experienced a reformation. From a true believer, the Koran expects total surender to Allah, Islam also extolls martyrdom and promises paradies to those who sacrifice their lives for the faith. This perhaps is one of the explanation why these well-to-do, western educated young men sacrified their lives to commit these mass murders in the name of "Jihad"
Waktu memasuki kelas pertama… aku dateng dengan hati yang agak mangkel karena reader yang seperti itu… ditambah lagi baru selesai "curhat" kecil sama Michael Hunter (Canada)… kalo itu subjective banget dan create hatred… Michael yang pernah kerja di daerah middle east setuju banget dengan pendapat aku… dan geleng2 kepala membaca alinea yang aku kutip di atas…
Masuk ke kelas pertama, kita membahas topik russia… politik glastnot & perestroika… kejatuhan USSR, raising of CIS, negara muslim yang mengelilingi rusia kayak kazakhstan, azerbaijan, turkmenistan, dan juga afganistan…. Saat kuliah pertama ini si nyonya bilang kalo osama bin laden itu hijacked sistem madrasah yang udah ada sebelumnya… dan dia melakukan pola rekrutmen sehingga bomber yang ada datang dari masyarakat lokal…. intinya sih bilang…. Afganistan termasuk daerah bahaya dengan jaringan Osamanya… Dia juga bilang… Osama itu hanya bagian kecil dari umat Islam di dunia… tapi karena keradikalannya dia jadi membuat seluruh muslim di dunia jadi repot… Pas pertemuan pertama… aku gak kasih komen/pertanyaan/pernyataan karena aku melihat dia mecoba menempatkan dirinya pada situasi yang netral…
Pertemuan kedua… kita membahas mengenai US, yang dibahas a/l Effect of Truman’s doctrin, Kennedy, Reagan, Bush Sr, Clinton & bush Jr. Di pertemuan ini dia menjelaskan kalo peranan USA dalam perdamaian israel palestina berganti dari fasilitator perdamaian (pada jaman Clinton) menjadi berpihak pada Israel. Terus Clinton adminsitration juga dibahas lama… bagaimana Clinton membuat miracle economics dan keaktifan menjadi fasilitator perdamaian (termasuk kosovo)… tapi juga dilihat bagaimana penanganan rwanda yang bermasalah… (kenapa kok mentang2 rwanda di afrika dicuekin gitu… apa gara2 gak ada kepentingankah?)
Hari ini pertemuan ketiga… membahas Eropa… dari pembentukan Uni Eropa, the "meds" (spanyol, greece), reluctancy UK terhadap European integration, estearn europe countries trend, pecahan yogoslavia dan negara2 muslim di asia tengah seperti albania. Madam ini juga menyinggung mengenai faktor mengapa turki sampai saat ini belum diterima menjadi bagian dari uni eropa (padahal udah jadi sekuler, ibu negara gak bisa ikut dalam jamuan kenegaraan karena pake jilbab), dan ternyata emang karena faktor Turki adalah negara mayoritas Islam sangat dirasakan akan ada risiko besar dalam perkembangan Uni Eropa ke depan, di samping itu diperkirakan jumlah penduduk Turki pada 2020 (yang juga tersebar di seluruh Eropa terutama Jerman) akan menjadi 20% dari total penduduk Eropa.
Terus agak2 gemes karena sama sekali gak ada point of view dari muslim at all… aku nunjuk jari… dengan suara tercekat menahan emosi… aku nanya mengapa sih terkesan hatred thd Islam disebarkan seperti itu… apakah karena one side media campaign on 9/11 atau apa… terus dia jawab karena banyak orang Eropa terutama yang pendidikannya rendah kuatir… karena mereka jadi paranoid jangan2 tetangga gue bisa ngebom bunuh diri.. karena tampilan orang2 yang nge-bom bunuh diri tsb adalah western educated people yang pake jins sehari2nya. Terus aku cecer lagi… gimana gak hatred… wong media campaign kayak gitu semua… dan tercermin dalam reader yang juga seperti itu…. aku gak nemuin ada interfaith dialouge dalam reader… maksud aku ngomong gini karena interfaith dialoouge akan menuju ke arah understanding & perdamaian… dan bukankan dalam kondisi damai…. it will increase business growth? terus si Nyonya bilang… yah itulah… emang terkadang world is not fair… yang melakukan hanya segelintir orang Islam radikal… tapi moderate muslim like Indonesia & Malaysia juga akhirnya suffer…
Terus ada mahasiswi audit asli belanda nanggepin, kalo fakta Islam sebagai most growing religion in the world bener2 buat orang eropa takut… di tambah lagi kalau orang2 turki (yang punya etos kerja lebih baik daripada kebanyakan orang Eropa workclass) masuk … orang2 eropa tsb merasa takut pekerjaannya akan diambil.. dan jangan lupa… banyak orang muslim yang bodoh… yang jarang baca koran… gak tahu perkembangan dunia gimana… terus… ini adalah power play… who has power is the player… current power now is on USA & Europe…
Terus… ada yang nambahin… orang india… dia bilang… let’s take a look at the future… the power will be changing…. it will be on China & India…. no one will take consideration of old european people anymore (fyi : komposisi penduduk eropa akan seperti piramida terbalik… lebih banyak orang tuanya karena pertumbuhan penduduk yang suangat rendah)…. dan si nyonya bilang yes… emang ada pandangan seperti itu sebelum Uni Eropa terbentuk sekitar tahun 1986..(kata2 tepatnya : Europe will be an open-end museum :D)… dan itupun menjadi salah satu alasan kenapa Eropa harus bersatu
Pas break, aku gak nyangka ternyata beberapa orang bilang (Canada, Taiwan, US, Japan, Finland)… Good point atau I’m really glad you point that issue… we do really need to see the both side of problem… dialouge is the way…
Setelah selesai kuliah, aku jadi makin tersadar… a lot of things to learn & do… dan tentunya juga (alhamdulillah) tambah bersyukur… kalo belajar di Indonesia aja instead of having RSM student multinationality… aku gak dapet pengalaman berharga kayak gini… (disudutkan kalo muslim bodoh, harus buat networking kuat dengan para student cina & india dan yang terpenting… gak usah takut sama orang Europe yang akan masuk masa "open-end museum" :D)
*schiedamsevest38E,mencobamembacauntukkuliahgeopoliticbesoktentangJepang*