Papa….

Pagi ini pas cek friendster ada sosok baru yang view my profile, mukanya ramah dan aku lihat usianya 63 tahun… penasaran akhirnya aku buka profilenya…. Ibu Poppie Kamarga nama lengkapnya…. beliau sekarang ini pensiun setelah 30 tahun mengajar di ITB…. waah… aku makin tertarik… kayaknya aku merasa aku akan bisa banyak belajar dari ibu ini yang telah banyak punya pengalaman hidup… kalo diibaratkan…. beliau perjalanannya udah kemana2… sementara aku baru mulai kali ya…..

Terus karena penasaran, aku lihat blognya…. ternyata aku menemukan kalo suami ibu Poppie sedang sakit berat karena diabetes yang cukup parah… sampai lumpuh… dan tidak bisa bicara sama sekali…

Duh meliat kondisi suaminya ibu Poppie…. aku jadi inget papa syawal…. walopun mungkin papa syawal gak separah pak Iman… tapi papa syawal sekarang punya berbagai keterbatasan. Sejak stroke keduanya pada bulan juni 2001, papa syawal gak bisa berbicara jelas lagi… walopun di awal2 semangat untuk sembuhnya sangat besar…. tapi akhirnya menyadari things wont be same like the old days…

Dulu papa itu adalah orang yang enak untuk diajak ngobrol (sekarang juga masih sih… cuma butuh kesabaran ekstra untuk dapat mengerti apa yang diomongin)… wawasannya luas banget… orang yang selalu take every opportunity dan live to the fullest. Papa juga lembut hati, pem-balance mama Is yang cenderung lebih emosional. Papa syawalku juga tipe orang tua idaman setiap anak kayaknya… bisa hang-out bareng (aku selalu menunggu saat2 nonton bareng & jalan2 ke mall sama papa syawal), murah hati dalam hal pengembangan diri anaknya (inget banget jatah buku bacaan setiap 2 minggu di gramedia & aku pernah dikasih kado training ASIAWORK yang muahal itu pas ulang tahun aku ke-19), orang yang disiplin menjaga kesehatan (waktu papa syawal stroke, dokternya bilang jantung papa syawal kuat… dan itu sangat menolong agar gak terjadi kondisi yang lebih parah lagi), open minded karena pengalaman hidupnya (papa udah memulai life journeynya dengan ikut AFS pada tahun 63 dan kemudian melanjutkan studi lanjutnya di New Zealand dengan beasiswa Colombo Plan) dan tipe family man sejati… yang selalu berusaha untuk memberi kehidupan yang layak pada istri dan anak2nya (plus terkadang keluarga besarnya)

Duh papa… maafin anna ya…. anna masih belum banyak membalas kebaikan papa selama ini..bahkan anna terkadang masih suka gak sabar kalo menghadapi papa dengan segala keterbatasannya…. padahal kebaikan hati & doa papa yang tulus (ditambah doa mama Is juga)  telah mengantarkan anna sampai bisa sampai pada posisi sekarang ini…. menikah dengan laki2 yang sangat baik dan menikmati studi lanjut dengan beasiswa yang gak bisa dipungkiri adalah hasil dari pola didik papa syawal & mama Is….

Ya ALLAH, ampunilah dosa kedua orangtuaku…. sayangilah mereka ya ALLAH, seperti mereka menyayangi aku di waktu kecil dulu sampe sekarang ini, sayangilah mereka ya ALLAH.. dengan kasih sayang yang tidak pernah habis dan tanpa pamrih… seperti kasih sayang yang telah mereka berikan kepada diriku….. perkenankanlah ya ALLAH jadikanlah hamba sebagai amal jariah mereka ya ALLAH …. anak yang sholihah yang bisa menjadi tabungan amal mereka apabila mereka telah tiada…

*lagimelowkangenpapasyawal*

3 Responses to “Papa….”

  1. Poppie Says:

    Waah, Anna, sepertinya profile saya kurang bener ya?? Saya memang alumnus Arsitektur ITB, tapi PNS nya “terdampar” (istilah dari suami saya) di IKIP Teknik Bandung (sekarang UPI). Dan saya juga jadi dosen LB di Arsitektur UNPAR (sampai 1998) serta Arsitektur Itenas (sampai sekarang), hm dosen yang biasa di luar!!!!
    Dibanding dengan Anna saya cuma S1, dan rasa2nya karier saya gak seberapa deh, pensiun (tahun 2000) juga karena suami sakit (tahun 1995). Ya itulah, mungkin kata Allah saya kurang ngabdi ke suami maka saya bersyukur masih diberi kesempatan sekarang ini. Doa-in ya?

  2. Anna Says:

    hehehe… maaf ya Ibu Poppie… mohon dimaklumi karena tahu ibu Poppie dari membaca profilnya aja…. mudah2an beneran bisa kopi darat biar kenal lebih dekat lagi ya bu…
    Iya mudah2an pak Iman diberikan kemudahan & diberikan yang terbaik dalam menjalankan berbagai penyakitnya… dan Ibu Poppie dapat menjalankan ‘cobaan’ tersebut dengan sabar sehingga dapat menjadi tabungan amal Ibu Poppie di masa yang akan datang :)

  3. yunia Says:

    huaaaaaaaaa….anna….aku jd pengen nangis…..teringat ama papaku…Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu.

Leave a Reply