Archive for Nopember, 2006

Open Minded??… dan tulisan Liddle

Rabu, Nopember 29th, 2006

Ada 3 studi kasus yang cukup membuat aku berkerut kening ketika mencoba untuk mencari intisari & kemudian melakukan analisis sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan. Pertama, waktu kelas Economics yang membahas kasus akuisisi perusahaan wine international. Gubraks gimana bisa analisis… tahu wine aja baru disini… terus ada sedikit pertentangan batin… duhh kok analisis perusahaan yang jualan minuman keras sihh… pas saat itu temen satu grup yang mungkin ngerti aku yang lagi cengo have no idea… bilang just consider it as a softdrink company… to remove the barrier… duuhhh.. iya deh…

Kedua pas advance marketing, Final assignmentnya adalah membuat marketing strategy plan untuk perusahaan judi onlen…. Wakss… judi aja gak pernah… istilah2 kayak "odd" dsb aku gak ngerti… terus di casenya dibilang kalo perusahaan ini punya competitive advantages dengan sistem judinya yang unik…. Maakkk… alhamdulillah, suami punya kolega kantor orang HongKong yang doyan judi… jadilah eke dapet gambaran gimana judi.. dan judi onlen bekerja… Waktu ngerjain kasus ini… akhirnya setelah dikuatkan suami… aku nganggep tugas ini sebagai memasarkan sistem persamaa matematika aja… untuk menghilangkan psychological barrier…

Nah, kemarin pas kelas Brand Management, kita ngebahas mengenai Cialis yang memiliki khasiat 9 kali lebih lama daripada Viagra (Cialis 36 jam… sementara Viagra 4 jam)… juga dibahas bagaimana positioning Cialis yang lebih ke arah pasangan… dibanding viagra yang lebih ke individual… plus juga dibahas gimana persaingan dalam industri farmasi… plus dinamika terkait dengan dokter, urolog, dsb… Hmm.. kalo aku belum nikah… mungkin ini bakal jadi susah belajarnya kali ya…. aku yakin pasti psychological barrier-ku akan tinggi banget kalo kasus ini dibahas ketika aku belum nikah…. :p

Terekspos dengan masalah2 kayak gini mungkin to some extent… bisa jadi buat aku lebih open minded kali ya… bisa cari pembelajaran dari berbagai aspek kehidupan gak hanya dari wisdom of best practice tapi juga dari sisi "darker side of life"…

Btw, ketemu tulisan menarik mengenai Indonesia & intervensi SBY yang ditulis William Lidle di tempointeraktif.com… terlampir cuplikannya…

Intervensi SBY
Selasa, 28 November 2006

Dari semua berita luar negeri yang saya baca tentang kunjungan singkat Presiden Bush ke Indonesia, yang paling berkesan adalah sebuah kepala berita di The New York Times: ”Next to Bush, Indonesian Backs Iraq Timetable.” Artikelnya menjelaskan lebih lanjut bahwa sambil berdiri di samping Bush, tatkala kedua presiden mengadakan konferensi pers di Bogor, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan perlunya penetapan jadwal untuk menarik kembali pasukan Amerika dari Irak. Kepala berita itu menggarisbawahi usaha SBY untuk mengubah pendapat Bush tentang sebuah kebijakan yang sangat pokok bagi pemerintahannya.

Dengan pernyataan itu, Yudhoyono masuk langsung ke tengah-tengah perdebatan yang sedang menghangat di Amerika. Di satu pihak, ada politisi seperti Senator John McCain, calon kuat dari Partai Republik untuk menggantikan Presiden Bush pada 2008. Melihat keadaan perang saudara antara kaum Sunni dan Syiah yang hampir tak terkendali, McCain ingin menambah jumlah pasukan AS, setidaknya untuk menstabilkan keamanan Kota Bagdad. Di pihak lain ada tokoh seperti John Murtha, anggota parlemen dari Partai Demokrat dan bekas marinir yang terkenal sangat pro-tentara. Murtha menyimpulkan bahwa Amerika sudah kalah perang dan menganjurkan supaya semua pasukan AS ditarik kembali dari Irak secepat mungkin.

Keyakinan Presiden Bush sendiri mungkin sudah mulai goyang. Partai Republiknya kalah besar pada pemilu sela yang baru dilakukan pada awal November lalu. Untuk pertama kali sejak 1994, parlemen dan Senat sekarang dikuasai oleh Partai Demokrat. Beberapa jajak pendapat nasional menunjukkan bahwa para pemilih menolak banyak kebijakan Bush, khususnya tentang Irak dan Timur Tengah. Setelah pemilu, Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, yang dianggap gagal sebagai pelaksana utama pendudukan AS di Irak, langsung dipecat. Kini, seluruh masyarakat berharap-harap cemas sambil menunggu laporan Iraq Study Group, sebuah badan penasihat yang diangkat oleh Kongres beberapa bulan lalu. Figur utamanya adalah James Baker, menteri luar negeri pada zaman Presiden Bush pertama. Baker konon—begitulah pendapat kebanyakan pengamat—diberi tugas oleh Bapak Bush untuk menyelamatkan karier politik anaknya.

Bagi saya, intervensi SBY di Bogor merupakan hasil maksimal dari kunjungan Bush yang bisa diperoleh bangsa Indonesia dan semua orang yang melawan kebijakan AS di Irak dan Timur Tengah. Di mata dunia kini, Indonesia memiliki posisi istimewa: negara muslim terbesar dan negara demokratis terbesar ketiga di dunia. Lagipula, berbagai kebijakan dalam dan luar negeri sejak SBY menjadi presiden dua tahun lalu dinilai positif di mana-mana. Reputasi pemerintah Indonesia di luar negeri, yang sempat terpuruk akibat beberapa kebijakan Presiden Soeharto, terutama penindasan rakyat Timor Timur, sudah pulih kembali. Dengan pemilihan presiden langsung pada 2004, masa transisi dari negara otoriter ke negara demokratis dianggap sudah selesai.

Namun, semua hal itu tidak berarti bahwa Indonesia sudah menjadi salah satu pemain utama di panggung global. Kekuatan politik internasional masa kini didasarkan pada kemampuan ekonomi dan militer. Dengan pendapatan per kapita sekitar US$ 1.000 per tahun, Indonesia masih tergolong negara miskin. Peringkat kekuatan militer TNI juga jauh di bawah negara maju. Ini berarti bahwa Indonesia tidak punya banyak pilihan. Bung Karno pernah mencoba merombak tata dunia buruk ini dengan aliansi New Emerging Forces, tetapi hasilnya adalah kehancuran politik dan ekonomi. Untungnya, Soeharto pada zaman Orde Baru dan SBY pada zaman reformasi bersikap dan bertindak lebih praktis. Mereka menerima untuk sementara struktur dan aturan global yang tidak bisa dilawan, sambil mengembangkan kemampuan ekonomi nasional supaya posisi Indonesia diperkuat di masa depan.

Akhirnya, saya tidak mau mengklaim terlalu banyak bagi intervensi SBY terhadap politik Amerika. Kalau Bush mengubah kebijakannya nanti, penyebab utamanya tentu adalah penggalangan kekuatan politik dalam negeri, seperti sudah kita lihat ketika para pemilih menolak calon-calon Partai Republik pada pemilu sela yang baru lalu. Tetapi saya berharap supaya pembaca di Indonesia memaklumi dua hal. Pertama, bahwa kebijakan AS terhadap Irak dan Timur Tengah memang mungkin diubah, baik oleh Bush maupun oleh penggantinya kelak. Kebijakan AS ditentukan oleh kepentingan nasional kami, tetapi makna dan tujuan kepentingan itu diperebutkan terus oleh politisi kami. Kedua, bahwa masukan dari luar, seperti intervensi SBY, cukup bermanfaat dalam proses itu. Setidaknya sebagai sebuah batu yang kalau sudah bertumpuk bisa menggeser alur sungai.

R. William Liddle, Profesor ilmu politik Ohio State University, Colombus

top 50 women to watch .. by WSJ

Minggu, Nopember 26th, 2006

Ada artikel menarik di Wall Street Journal dot com hari ini…. top 50 women to wacth judulnya. Duh.. kalo baca perempuan2 hebat itu… pingin deh bisa jadi salah satu di daftar tersebut 10 tahun mendatang…

Berharap kalo bisa masuk daftar tsb.. bisa jadi bentuk syi’ar gitu…. hehehe.. kok mimpi dan berkhayal aja yak… bukannya kerja… duhh.. musti balik kerja lagi niy….. :p

38 days to go…

Minggu, Nopember 26th, 2006

38 days to go… seneng banget hari tsb makin deket… tapi kok rasa kangen bener2 udah muncak banget yak…. couldn’t concentrate niy… ditambah lagi ngobrol sama Merril yang lagi berkunjung ke tempat Dhila di Italy… huaaahhh kalian berdua membuat saya iri… :’(

Jadilah biar gak bete & mengurangi homesick.. eke lagi mencoba menelaah bahan untuk public defense PhDnya mas Haris biar gak cengo pas tanggal 1 Desember nanti…. Duhh.. baca essay2nya… bener2 buat minder niy… rasanya masih jauh banget kalo mau ambil PhD gitu… jadi meragukan sebenernya eke punya potensi jadi akademisi gak ya…*hikshiks*

hmm.. moving to more exciting stuff aja deh… kalo ngobrol mengenai mas Haris… pasti gak akan bisa lepas dari  Mbak Novi dan Adam. Keluarga kecil yang bahagia dan berbakat (mengutip kata mbak Eva kalo ada kontes keluarga berpotensi.. pastilah keluarga mas Haris pemenangnya). Aku salut dengan keputusan mbak Novi untuk menjadi full time mom & wife bagi keluarganya ketika mas Haris akan mengambil S3 (dan disaat bersamaan mbak Novi mau punya Adam gitu)… padahal sebelumnya karirnya mbak Novi di Schlumberger & Citibank dulu konon cemerlang banget gitu… hmm…tapi kalo menurut aku sih.. keputusan mbak Novi itu "cerdas" banget… terbukti Adam bener2 dewasa & cerdas untuk anak seumurannya…. Adam tahu yang namanya tata krama, bisa berempati dikombinasikan dengan rasa ingin tahu yang besar sekali (hmm powerful combination gak siy untuk anak yang baru berulang tahun ketiga…)… dan mas Haris juga sukses menyelesaikan PhDnya (dengan reputasi yang bagus pula)….

Hmm.. kayaknya aku masih perlu belajar banyak niy… belajar supaya bisa ikutin jejak mbak Haris & mbak Novi…

38 hari lagi…. hmm.. kayaknya musti nyusun rencana yang matang niy… pingin merayakan… karena akhirnya akan bersatu lagi dengan suami tercintah… (duuhh.. tapi ini tugas paper LSBC kok belum selesai2 yak :(… )

*schiedamseVest38E,Rotterdam,3011BA*

South Africa; balance & konkrit jadi bagian solusi

Sabtu, Nopember 25th, 2006

Secara di kampus dekannya dari South Africa dan beberapa profesor aku juga orang south Africa… plus belanda dulu juga menjajah south africa….sedikit banyak.. mau gak mau exposure mengenai South Africa aku dapetin selama kuliah di RSM ini.

Cerita klasik yang aku dapetin dari profesor aku gimana setelah apharteid dihilangkan terus pemerintahan baru (Nelson Mandela?) membuat kebijakan ekonomi baru yang populis dan kalo mengutip bahasa pengamat ekonomi Indonesia "berpihak kepada rakyat"… bagus sih mengingat waktu Apharteid warga kulit berwarna agak termarjinalkan… tapi ternyata kebijakan tersebut tidak bisa berjalan dengan baik (baca : gagal total)… karena dana di pemerintahannya gak ada… dan dana segar berupa investasi dari LN juga gak masuk…. kayaknya faktor perekonomian negara dan keterkaitan dengan investasi luar negeri lupa dimasukkan dalam perumusan kebijakan tersebut…

Hmm.. aku nulis gini bukan berarti aku gak pro rakyat kecil lho… aku ngerti banget gimana kesusahan sebagian besar rakyat Indonesia sekarang ini yang  ada sampe hati membakar keluarganya gara2 stress… Cuma aku pingin ngasih pandangan kalo terkadang sebagian besar masyarakat Indonesia suka over reacted terhadap sesuatu…. dulu pas kejatuhan Suharto… segala kegiatan yang berbau orde baru dihapus termasuk Posyandu… padahal Posyandu itu penting banget sebagai sistem sosial yang meningkatkan kesehatan ibu hamil & anak balita… Terus pas jamannya BLBI.. dibuat opini seolah2 perusahaan besar adalah penanggungjawab kerugian negara (pendapat ini memang benar sih)… tapi juga gak bisa dipungkiri perusahaan2 besar tersebut  telah menghidupi ratusan ribu karyawannya dan keluarganya juga…. misalnya karyawannya ada 300.000… setidaknya minimal 1,2 juta orang memperoleh makan dari situ… karena biasanya profil kebanyakan karyawan Indonesia… juga menanggung keluarganya.. dan kalau single pun.. juga menanggung biaya adik2 atau orangtuanya…

Objektif… balance melihat dari kedua belah sisi…. mungkin kali itu kata kuncinya… sehingga solusi konkrit yang bisa menghasilkan win-win solution dari kedua belah pihak (kas pemerintah & rakyat kecil) bisa tercapai… gak hanya saling gontok2an/debat kusir gak jelas (misalnya : antara pengamat ekonomi)…memaksakan pendapatnya satu sama lain… sehingga membuat permasalahan jadi keruh… instead of selesai…

Aku jadi inget kultur yang ada dalam groupwork di RSM sini…. Kalo gak suka dengan kualitas hasil kerja temen sekelompok (sebagai produk bagi tugas)… boleh bilang –dengan cara baik2 tentunya.. tapi kalo gak bisa ngasih solusi konkrit untuk memperbaiki.. dilarang keras untuk protes & marah2… dan hasil kerja temen yang tidak memuaskan tersebut harus tetap didukung dan diakui sebagai hasil kerja kelompok…. kongkrit-solutif-tidak membuat masalah baru intinya..

Duh… jadi inget waktu jaman2 rame2nya RUU APP… ada temen yang gak setuju dengan RUU APP … terus memprovokasi bahwa bali mau memerdekakan diri dari RI kalau RUU APP diterapkan…. (dan langsung kuledek aja berarti situ mau pindah ke Bali dan memerdekakan diri dari RI dong hanya gara2 RUU APP… kalo emang bener RUU APP di sah-kan)…. duhh.. kultur yang beda banget yak.. dengan kultur kongkrit-solutif-tidak membuat masalah baru …

Hmm… kok jadi ngalor ngidul gini yak…. tapi ya gitu deh… agak2 worried juga dengan kenyataan sekarang ini… kalo melihat debat2 kusir yang gak jelas di koran…. dan fakta kalo berdebat/melakukan oposisi sudah dianggap melakukan kerja nyata… padahal bukankah ngomong itu jauh lebih mudah daripada bekerja nyata ya??? Pelajaran dari Afrika Selatan bisa dijadikan contoh sebelum melahirkan kebijakan publik… dan atau kalo dari pihak pengamat… menimbang akibatnya sebelum mengeluarkan statement untuk menggalang opini publik

*lagimemuaskanhasratinginbloggingdiSchiedamseVest38E*

Leading Strategic Business Change

Jumat, Nopember 24th, 2006

Hmm… kuliah "Leading Strategic Business Change" ini menarik… cuma di pihak akunya diawali dengan kurang fit gara2 masih jetlag dan gak siap fisik untuk ngadepin format 1 week elective… jadi kayak mesin disel… agak lambat mudengnya di awal2 gitu… :D

Tapi overall kuliah ini emang bermanfaat banget… karena di industri apapun mau non profit, government ataupun murni bisnis… proses "leading strategic business change" pasti akan selalu ada. Di awal perkuliahan Rodger (ini nama professornya) bilang kalo perkuliahan ini harus balance antara theory/knowledge (framework change management-nya Kotter), experience para participant (a.k.a temen sekelas) dan context perubahan strategis yang akan dibuat…. jadi gak heran kalo kuliah ini jadi menarik banget….

Nah… selama kuliah tersebut di sela mendengar penjabaran Kotter 8 step (increase urgency-build a guiding team-get the vision right-communicate for buy in - empowering action - create short term win - don’t let up - make change stick) plus mendiskusikan kasus mengenai perubahan dalam insitusi non profit (perusahaan ambulance)…. aku selalu kebayang betapa atasanku sebelum berangkat sekolah itu…. bener2 bright… pak Bambang a.k.a pak BHM telah melakukan sebuah change management yang cukup sukses… dan kayaknya natural aja… dia melakukan apa yang disebutkan sama Kotter tsb (aku ragu apakah pak bambang sempet baca buku Kotter… mengingat kesibukannya dan problem penghlihatan beliau)

Dari cerita si profesor… biasanya tidak semua orang dan emang hanya orang terpilih sajalah yang bisa melakukan perubahan strategis dalam organisasi/institusi. Passion & total engagement adalah key words dalam melakukan perubahan…. dan hiks2… kok jadi kangen pak bambang ya..kangen dengan passion beliau kalo lagi bercerita mengenai mimpi2nya…. kangen sama nasihat2 bijaknya, diskusi2 seru, mencari jalan untuk menggapai mimpi2 yang pingin diraih, tantangan2 yang dilontarkan beliau untuk aku, taktik2 bagaimana ngakalin permasalahan kecil tapi krusial atau permasalahan besar yang bisa ditunda…..huaa…. hikshikshiks…. kerasa banget kalo pak Bambang emang salah satu orang penting yang ngebentuk aku menjadi lebih baik, supporter terbesar aku di EMA kali yaa… dan to some extent telah nganterin aku ke keberadaan aku sekarang ini….

Duhh.. dibanding mewek keingetan EMA & pak Bambang… mendingan ganti topik lain ahh… hmm… btw kalo change management di Republik Indonesia gimana ya??? SBY emang didukung sama orang2 pintar kayak Dino Pati Djalal siy… dan menko2nya juga relatif kompak…. tapi kenapa UPK3R malah ditolak Kalla ya…. dan malah dijadiin isu2 politik…. duhh dasar Politikus!!!! Haus kekuasaan banget siy… padahal orang2 di balik UPK3R.. adalah orang2 yang punya pengalaman manajerial dengan jam terbang cukup tinggi… yang diharapkan bisa mensinergikan & mengefektifkan kinerja departemen2/menteri2 kabinet presiden SBY… (catatan.. poin ini subjektif & debatable… intinya aku setuju dengan adanya UPK3R… biar menteri2 dari parpol yang latar belakangnya kurang meyakinkan bisa terbantu kinerjanya dan sampe saat ini belum ketemu alasan yang meyakinkan.. kenapa UPK3R tidak diperlukan)

*jadibingungkokmendadakkeingetan&kangenEMApluspakBambang*

Wisata kebab…. dan ya ALLAH… Belanda kok jadi ikutan rasis kaya perancis…

Kamis, Nopember 23rd, 2006

Kalo lagi gak mood masak… atau gak sempet ngebekel… beli kebab adalah pilihan utama aku sebagai asupan energi di sini… alasannya simple… cepet, gizi seimbang dan Halal… jadi selama setahun lebih di rotterdam… kayaknya udah lumayan coba berbagai model kebab baik di restoran turki/maroko/afghanistan… durum, turkse pizza (met doner), broodje doner, kofte dan adana… adalah menu2 kebab yang aku biasa pesen…

Wisata kebab juga gak terbatas pada menu… tapi juga restoran/kiosnya…. kalo di kampus aku pasti ke d’lekkerstje deket lapangan tenis… yang punya bapak & ibu turki yang ramah sekali…. 3 euro untuk durum… dan mereka selalu kasih ekstra buat aku… entah daging… atau permen (terbukti ketika aku & Sachin beli menu yang sama… kayaknya punya aku lebih gede :p)….

Kemudian pilihan aku kalo lagi jenuh di kamar… aku langsung cari tram yang menuju central station (20,21,23,25) menuju leziz atau doner kebab. Aku suka Leziz.. karena suasananya nyaman dan menurut aku dagingnya paling enak… mbak2nya juga ramah (di Leziz inilah aku makan sama Zakiah)…. tapi kalo lagi jenuh plus perut laper banget… doner kebab lah pilihannya… naik 21 atau 23 turun di vlietlaan… terus ke pojokan… 4.75 euro untuk durum menu (dapet 1 durum, 1 patat fries dan soft drink). Nah.. kalo di sekitar schiedamse vest… ada satu toko kebab yang juga jual paket kayak doner…. tapi entah kenapa.. walopun bapaknya baik.. dan suka ngobrol2 mengenai Islam… suasana yang gelap membuat aku ndak betah disini…..

Aku juga pernah coba McElaviv di deket Staadhuis, kayaknya satu keluarga jadi operator disini… kualitasnya sih enak… dan harganya juga kompetitif… cuma yang dateng & doyan nongkrong disana… nyeremin… kalo gak beranting, bertatto, dan atau berambut gimbal…. plus jarang ada cewek yang beli di sana….(intinya cukup sekali ke sana)

Ada juga yang oke & ngasih harga promosi… lokasinya antara beurs & blaak… kayaknya baru akuisisi cabang McElaviv… soalnya masih ada logo McElaviv tapi di daftar menu … nama restorannya beda…. terus yang dateng juga enak… rata2 keluarga, anak muda (non tato & non gimbal), plus banyak orang belandanya juga…. operatornya santun & terlihat terdidik…tapi berhubung jauh… aku ke sana baru 2 kali…..

Selain mencoba hidangan mana terenak (kayak motif menemukan restoran padang terenak/teroke untuk tempat mangkal)… tujuan lain wisata kebab ini adalah jadi mampu melihat kondisi muslim di belanda…. terlihat banget kalo apa yang dibilang Ide (mahasiswi Belanda yang menyebutkan Islam adalah sumber masalah di Belanda pas waktu kelas Geopolitic) itu bener… Dari cara berinteraksi dengan orang lain….terlihat banget muslim belanda adalah golongan orang belanda yang marginal plus kurang terdidik dan terpecah pula berdasarkan etnis :’(…. Kondisi ini menurut subjektifitas aku sangat jauh berbeda dengan muslim di UK atau US.. yang bisa sampe melakukan lobby2 strategis… Walopun ada tren muslim "putih" asli belanda juga meningkat… tapi lobby strategis yang memperjuangkan hak asasi untuk mempraktikan agama (Islam) sama sekali belum ada…

Nah, 2 hari yang lalu… aku nyoba Dede kebab… deket halte keizerstraat… kehujanan & kedinginan pas malemw pulang dari kampus bener2 buat aku butuh banget makanan panas… dan setelah lama banget gak wisata kebab… itu jadi motif utama aku datengin warung dede kebab ini…. Yang punya terlihat intelek… dan dia asli afghanistan… ehh… pas lagi makan (memilih dine in gara2 di luar ujan deres banget)… ada siaran TV… mengenai calon legislatif baru…. terdengar ada sumpah serapah si Afghanistan… bulak balik bilang rasis.. rasis… dan aku denger dari TV ada kandidat legislatif… cowok "putih" masih muda 30-an kayaknya yang bulak balik bilang "No Muslim No Moskee"… (gak ada muslim.. gak ada masjid)… weleh2… bener2 nyebelin (dan to some extent nakutin)…

Tapi mungkin yang dibilang Ide pas waktu kelas geopolitic ada benernya juga kali ya…orang belanda "putih" takut karena populasi mereka semakin tua (jarang orang "putih" mau nikah … apalagi punya anak)… sementara orang2 pendatang kayak turki & maroko… malah doyan punya anak banyak…. Iiiihhh kayak gini nih… standar ganda… Belanda bilang negara RI tidak menghargai HAM…. padahal mereka sendiri adalah penjahat HAM dengan melakukan diskriminasi & character assasination kayak gitu….

Hmmm… mudah2an berpindah kewarganegaraannya salah satu kader tarbiyah yang aku kenal disini… bisa bawa perubahan terhadap kondisi  di belanda ya….

*bingungkarenagakbisakonkritberbuatsesuatuselainberdoauntuk menyelesaikanmasalahini*

Trip to Orlando… Company J global invitation event

Kamis, Nopember 23rd, 2006

Hmm…walopun udah lewat seminggu… kayaknya mesti tetep diposting niy… soalnya bener2 gak sempet… Kamis-Minggu (16-19 nov)….perjalanan, interview, business outlook forum & panel yang dibuat sama company J, bener2 padat… ditambah lagi… jetlag karena +/- 25 jam perjalanan Rotterdam-Orlando PP bener2 buat aku gak dalam kondisi prima.  Senin  pagi (20 nov ‘07) sampe di Rotterdam… udah langsung mulai kuliah one week elective block —7 kali pertemuan dalam 4 hari—untuk mata kuliah "Leading Strategic Business Change" (ini postingan terpisah kayaknya)… ditambah lagi hari selasa siangnya ada kuliah brand management plus pagi ini kamis (23 nov ‘07) harus presentasi kelompok dan kebagian tugas jadi presenter…. Jadilah eke baru bisa nge blog sekarang (Mbak Rika… makasih ya diingetin… I owe you one :D)

Nah… cerita mengenai company J… dimulai ketika aku, TM & Sergey berada dalam group yang sama untuk berangkat ke Orlando…. quite a unique group, aku represent muslim dengan jilbabku, TM anak Taiwan yang terlihat sangat Chinese dan Sergey yang asli Russia bener2 membuat kita terlihat kita sebagai grup yang "mencurigakan" ketika nyampe di Dulles Airport, Washington DC…. hihihi… mungkin para officer di airport mikir… konspirasi internasional versi baru apa lagi nih… Cina-Russia-Muslim??? hihihihii…

Selama transit di Washington DC menuju Orlando… plus selama perjalanan di menuju kompleks Disneyworld….. aku coba amatin gimana perilaku orang2 US di sekitar aku… ternyata mereka lebih ekspresif ya kalo dibanding sama orang Eropa… (pantes ….dulu pernah nonton sitcom "friends"–kalo gak salah… yang bilang orang Eropa emang kaku2… dan aku baru ngeh sekarang :D)… terus di US… BANYAK ANAK KECIL!!!!.. hal yang jarang banget aku lihat di Eropa pada umumnya dan Belanda pada khususnya… mungkin kalo di disneyworld banyak anak kecil sih wajar ya…. tapi waktu di Dulles… juga banyak anak kecil bersliweran…. Ternyata aging population Eropa bisa jadi terlihat yak kalo melakukan perbandingan situasi airport antara Schipol & Dulles :D (hehehe… poin ini mungkin debatable :p)

Kamis malam EST …Sampe di hotel… langit udah gelap… tapi gak bisa menutupi betapa cantiknya akomodasi  yang disediakan company J. Gedungnya besar& megah, interiornya cantik, tempat tidurnya emppuuukkk banget, dan pelayanannya Ramah!!!! Duhh… rasanya udah lama gak terekspos dengan 4 hal tersebut mengingat di belanda… gedungnya serba minimalis-efisien (mungkin mengingat luasnya kurang lebih seukuran jawa barat), interior juga fungsional-efisien, tempat tidurku disini kasur single… dan pelayanan di belanda… ya gitu dee…. standard pramugari KLM (Bjorn yang asli belanda aja… mengakui kok kalo pelayanan KLM sangat "bitchy".. hehehe).. Nah dari fakta2 yang aku ungkapin sebelumnya, menurut subjektivitas aku terlihat banget kalo Indonesia kayaknya lebih mewarisi sifat konsumtif orang US (dari kampanye iklan, MTV channel atau Hollywood film kah?) daripada efisiensi orang Belanda yak???… ditambah lagi melihat porsi makan orang US yang raksasa…. kalo dibanding orang belanda….apalagi Indonesia (duhh.. kayaknya gak heran deh kalo obesity jadi masalah di US)

Besoknya (jumat 17 november)… program dimulai. Kurang lebih 750 kandidat dari berbagai program MBA di dunia yang diundang Company J….dibagi menjadi 4 regional; Asia-Pacific, Northern America, Latin America & EMEA (Europe, Middle East & Africa)…. Terus pas Asia-Pacific Business Outlook… company J memaparkan bahwa 6 dari sepuluh pasar dunia yang menjanjikan di tahun 2007 ada di Asia, India berada di urutan pertama… and guess what… Indonesia termasuk di salah satu 6 negara tersebut…. Hmm…bukti lain niy kalo terkadang orang2 Indonesia menganggap diri mereka rendah… padahal orang lain menganggap Indonesia sangat strategis dengan populasi yang lebih dari 240 juta jiwa (menurut CIA factbook) dan posisi strategisnya di regional Asia-Pacific….

Malamnya pas roundtable dinner… ada presentasi terkait mengenai credo-based management (kebijakan company J yang menyatakan our first responsibility is our customer, 2nd employee, 3rd community & 4th stockholder yang membuat company J distinct dibanding perusahaan lain .. karena credo tsb udah ada dari tahun 1940-an)…. Presentasi yang disampaikan oleh petinggi2… company J… sangat menarik… buat kita gak konsentrasi makan malam… yang sebenernya enak :p…. presentasinya menarik karena bener2 ngasih contoh bagaimana CSR & bisnis adalah suatu hal yang terintegrasi yang bisa mensinergikan kinerja bisnis…. bukan sesuatu yang sifatnya bumi & langit ….

Terus Sabtu paginya ada women leadership panel breakfast… hmm… menarik gak sih… gimana para top eksekutif perempuan company J dari 4 regional share mengenai bagaimana mereka mencapai kursi pimpinan yang cukup tinggi & terhormat… dan tetap menjaga work-life effectiveness sebagai ibu & anak…. Aku bener2 seneng banget sama sessi ini…. ketemu dengan perempuan2 cerdas yang juga teguh memegang nilai2 keluarga…. duhh jauh banget deh… musti kerja keras nih… kalo mau ngikutin ibu2 hebat itu yak….

Sabtu malemnya… aku jalan bareng sama temen2 Indonesia yang ketemu di sana… total ada 5 kandidat… aku sama choky emang pernah ketemu sebelumnya… Roy (andy).. sebenernya juga pernah ketemu waktu di FEUI (mengingat dia EMA-FEUI’99 gitu)… tapi Anita & wahono baru pertama kali ketemu….. kemudian jadilah kita berlima plus mbak Lanny (HR Manager Company J Indonesia) jalan2 di sekitar disney boardwalk malam2 setelah melihat kembang api cantik dari area Epcot…. ditambah juga menyewa kereta-sepeda untuk berkeliling2… sambil membakar kalori (pada sadar diri buat bakar kalori … karena makanan yang enak2… dan dihidangkan dalam porsi besaar besaar …. bisa "membahayakan" :p)

alhamdulillah, bener2 sebuah luxury for me to attend that event… walopun gak ada waktu untuk naik atraksi permainan di disneyworld…. joining company J invitational event bener2 nambah pengalaman aku… yang sangat bisa jadi juga nambah wawasan plus membentuk pola pikir yang open-minded & kritis. Hmm… ALLAH bener2 sayang sama aku ya… :)

*lagimoodngeblogdischiedamsevest38E*

www.indonesia.go.id….. dan kelas advertising hari ini

Kamis, Nopember 23rd, 2006

Setelah site www.presidensby.info… sekarang ini aku juga jadi suka browsing www.indonesia.go.id… yups… portal nasional republik Indonesia yang menyediakan berbagai info mengenai indonesia… dari rencana pemerintah RI baik umum ataupun spesifik per departemen atau lingkup menteri non departemen yang disusun sama setneg.

Menurut aku pribadi… portal nasional www.indonesia.go.id ini lebih enak dibrowsing daripada www.presidensby.info yang lingkupnya lebih kecil dan lebih personal….. Kita jadi tahu sebenernya apa sih yang dikerjain pemerintah… lebih transparan gitu…. dan aku pikir juga bisa jadi buat kita lebih kritis memandang kinerja pemerintahan secara balance (dua sisi gitu… sisi pemerintah & sisi pengamat)….. jadi gak harus mengikuti penggalangan opini publik yang dilakukan oleh politikus, media… ataupun pihak2 yang berkepentingan…

Hmm… kalo melihat realisasi investasi PMA… setelah terpilihnya SBY di tahun 2004… terlihat banget ya peningkatannya… mudah2an tetap naik seperti itu… Heeeiii…. ada versi bahasa inggrisnya juga… mudah2an ini bisa jadi jendela/kanal informasi yang bisa buka wacana baru mengenai Indonesia…

Lha kok… ada yang masih kosong di bagian pemerintah daerah…. weleh2 musti nanya temen2 IHS yang banyak datang dari pemda nih… kenapa data2/profil mengenai PEMDA terkait belum tercantum…. Weleh… kok… di profil Indonesia dikatakan kalo RI mendapatkan kemerdekaan tahun 1949 ya???? weleh2… perlu ada klarifikasi nih….

Hmm… overall dari skala 1-10 mungkin nilainya masih 7.5 kali ya… masih perlu upgrade info2 lebih banyak…. tapi aku bener2 enjoy ngebacanya… jadi kalo gak bisa ngasih solusi konkrit (baca : cuma ngomel2 tanpa solusi) sama yang punya portal… mending tetep enjoy baca portal ini yak…. soalnya 30 menit browsing kok rasanya masih belum cukup yak….

Pindah ke topik lain….. hari ini pagi2…kuliah terakhir leading strategic business change (hmm kayaknya perlu blog khusus untuk cerita kuliah ini) dan siangnya kuliah international advertising…. Menarik banget… karena ternyata antara indonesia dan negara2 northern asia (dalam hal ini taiwan, jepang, HK & Korea)… terlihat banget perbedaan dalam persepsi iklan yang menonjolkan individualisme.

Ceritanya Gail (profesor international advertising)… nampilin iklan produsen peralatan olah raga (reebok) yang menampilkan salah satu atlet terkenal di Canada… yang mana "I am is what I am" yah intinya sih just be yourself, berjuang and enjoy your achievement gitu…. nah temen2 di dari northern Asia merasa iklan tsb sangat kasar… gak akan cocok sama kultur "Asia" mereka… tapi karena aku juga merasa bagian dari "Asia"… justru merasa fine dengan ide tersebut… karena iklan yang nampilin individualisme yang kuat kayak Chrisjon dan Taufik Hidayat (ekstra joss?)..   fine2 aja.. dan to some extent malah quite aspirational…. Menurut subjektifitas aku….Aku gak denied kalo di Indonesia pun ada kolektivisme tapi… mungkin gak sekuat Northern Asia kali ya? (hmm… poin ini debatable banget niy…)

Hmm.. anyway karena dipicu perbedaan tsb… kayaknya aku harus ngobrol lebih mendalam lagi sama temen2 northern asia niy….kenapa mereka bisa sebegitu defensifnya terhadap ide individualisme iklan tsb….. siapa tahu ternyata melalui sharing dengan mereka ada hal2 yang bisa dipelajari baik buat diriku pribadi… ataupun mungkin surroundings sekitar aku…..

Borat - jelek banget niy film…

Minggu, Nopember 12th, 2006

Duh… gini nih kalo nonton cuma pingin memuaskan curiosity… impulsif.. tanpa baca resensi & ulasan secara kritis… akhirnya terjebak dalam film yang sarkastik dan amerikis banget..

Gak heran kalo Dauren ngamuk… wong aku yang bukan orang Kazakhstan aja sebel sama filmnya…. gak cerdas gitu… eksploitasi kebodohan & seksis banget. Walopun udah dapet tiket kortingan 4.75 euro… masih aja merasa rugi… harga segitu udah bisa beli 15 bungkus indomie di Wah Nam Hong!!!!

*masihmerasarugibandargara2nontonBorat*

Autumn Blues…

Sabtu, Nopember 11th, 2006

Istilah Autumn Blues ini mungkin cuma berlaku buat sebagian kecil orang yang merasa kalau autumn lebih stressful daripada winter…. kayak eke salah satunya. Yah jelaslah kalo terminologi Autumn blues cuma akal2an eke aja… modifikasi dari winterblues yang udah common known :p…. Tapi buat aku autumn dengan daun2 yang berguguran plus angin yang bertiup kencang… bener2 mendatangkan kesedihan yang aneh tapi spesifik… yang akan pergi dengan sendirinya apabila salju putih winter udah datang.

Nah… kalo autumn blues ini dateng…. mulai deh rasa2 kangen sama suami jadi akut plus to some extent mulai jadi "depresi" gak jelas kayak buat apa sih aku jauh2 disini… sampe kemarin eke curhat sama dhilla mengkuatirkan sesuatu yang seharusnya gak usah dikuatirkan… gak jelas gitu… yah mungkin faktor lagi gak sholat juga berkontribusi banyak terhadap "gak jelas"nya aku kali yak… hihihihi mending mikirin yang menyenangkan aja kali ya…. :D

Nah… moving to exciting stuff… hari ini pengen nonton Borat… film yang banyak didiskusikan dari Yahoo.com s.d. temen2 di kampus…. FYI, diskusi Borat ini telah membuat Dauren temen kampusku dari Kazakhstan… jadi marah berat… dan nantangin kalo mau diskusi mengenai Kazakhstan jangan dari film Borat… tapi datang ke kamarnya dan diskusi langsung…

Kalau gak ada kejadian itu di kampus… bisa jadi mungkin aku gak ngotot pingin nonton Borat hari ini… bela2in hari minggu ke Pathe biar dapet tiket murah korting 50% :p… dan kalo ternyata aku menemukan Borat emang akhirnya membuat aku penasaran sama Kazakhstan… yah… aku akan buat janji sama Dauren biar dia share mengenai Kazakhstan kali ya….

Duh… tugas entrepreneurship belum mulai, plus tugas2 kuliah lain juga menunggu, ditambah persiapan yang lain2….hmm… musti dimulai niyy….

*menjalanihari:53daystogo*