Leading Strategic Business Change

Hmm… kuliah "Leading Strategic Business Change" ini menarik… cuma di pihak akunya diawali dengan kurang fit gara2 masih jetlag dan gak siap fisik untuk ngadepin format 1 week elective… jadi kayak mesin disel… agak lambat mudengnya di awal2 gitu… :D

Tapi overall kuliah ini emang bermanfaat banget… karena di industri apapun mau non profit, government ataupun murni bisnis… proses "leading strategic business change" pasti akan selalu ada. Di awal perkuliahan Rodger (ini nama professornya) bilang kalo perkuliahan ini harus balance antara theory/knowledge (framework change management-nya Kotter), experience para participant (a.k.a temen sekelas) dan context perubahan strategis yang akan dibuat…. jadi gak heran kalo kuliah ini jadi menarik banget….

Nah… selama kuliah tersebut di sela mendengar penjabaran Kotter 8 step (increase urgency-build a guiding team-get the vision right-communicate for buy in - empowering action - create short term win - don’t let up - make change stick) plus mendiskusikan kasus mengenai perubahan dalam insitusi non profit (perusahaan ambulance)…. aku selalu kebayang betapa atasanku sebelum berangkat sekolah itu…. bener2 bright… pak Bambang a.k.a pak BHM telah melakukan sebuah change management yang cukup sukses… dan kayaknya natural aja… dia melakukan apa yang disebutkan sama Kotter tsb (aku ragu apakah pak bambang sempet baca buku Kotter… mengingat kesibukannya dan problem penghlihatan beliau)

Dari cerita si profesor… biasanya tidak semua orang dan emang hanya orang terpilih sajalah yang bisa melakukan perubahan strategis dalam organisasi/institusi. Passion & total engagement adalah key words dalam melakukan perubahan…. dan hiks2… kok jadi kangen pak bambang ya..kangen dengan passion beliau kalo lagi bercerita mengenai mimpi2nya…. kangen sama nasihat2 bijaknya, diskusi2 seru, mencari jalan untuk menggapai mimpi2 yang pingin diraih, tantangan2 yang dilontarkan beliau untuk aku, taktik2 bagaimana ngakalin permasalahan kecil tapi krusial atau permasalahan besar yang bisa ditunda…..huaa…. hikshikshiks…. kerasa banget kalo pak Bambang emang salah satu orang penting yang ngebentuk aku menjadi lebih baik, supporter terbesar aku di EMA kali yaa… dan to some extent telah nganterin aku ke keberadaan aku sekarang ini….

Duhh.. dibanding mewek keingetan EMA & pak Bambang… mendingan ganti topik lain ahh… hmm… btw kalo change management di Republik Indonesia gimana ya??? SBY emang didukung sama orang2 pintar kayak Dino Pati Djalal siy… dan menko2nya juga relatif kompak…. tapi kenapa UPK3R malah ditolak Kalla ya…. dan malah dijadiin isu2 politik…. duhh dasar Politikus!!!! Haus kekuasaan banget siy… padahal orang2 di balik UPK3R.. adalah orang2 yang punya pengalaman manajerial dengan jam terbang cukup tinggi… yang diharapkan bisa mensinergikan & mengefektifkan kinerja departemen2/menteri2 kabinet presiden SBY… (catatan.. poin ini subjektif & debatable… intinya aku setuju dengan adanya UPK3R… biar menteri2 dari parpol yang latar belakangnya kurang meyakinkan bisa terbantu kinerjanya dan sampe saat ini belum ketemu alasan yang meyakinkan.. kenapa UPK3R tidak diperlukan)

*jadibingungkokmendadakkeingetan&kangenEMApluspakBambang*

Leave a Reply