Akhir2 ini aku cukup sering chat sama seorang temen.. someone from my past. Pas jaman muda dulu, dia salah seorang aktivis (cowok) yang enak banget untuk kerja bareng… orang yang empowering women banget dah intinya… we’ve spent a really good time di organisasi kita tersebut… gimana bareng2 menjawab tantangan membangkitkan organisasi dari yang punya inferiority complex… jadi organisasi yang lebih outward looking.
Tapi setelah diskusi lebih lanjut… ternyata kita gak senyambung dulu… udah beda dunia kayaknya… aku jadi inget salah satu novel remaja jaman SMA dulu… mengenai salah satu model di ford modelling agency yang namanya Kerri Gold, yang cerita kalau semenjak kepindahannya ke NY, dia berpikir kalo temennya tetap sama seperti dulu… tapi ternyata things change… dia berubah… temen lama berubah… dan teman baru datang… teman lama bukan berarti dilupain… tapi jangan lupa untuk tetap mencari teman baru di dunia yang baru…. Moral of the story-nya kurang lebih jangan hidup untuk masa lalu… tapi bagaimana hidup dari masa lalu & masa sekarang… untuk mencapai sukses di masa depan….
terus aku juga ngobrol sama temen SMA ku yang lagi nemenin suaminya studi lanjut di Jepang… dan aku menceritakan hal ini padanya… apakah aku berubah banyak.. sperti ucapan si "senior" itu yang menyatakan kalo aku terkesan "mengejar dunia" banget karena pingin macem2 dari studi, karir, kemantapan finansial, dsb… Terus si ibu yang lagi hamil anak kedua ini cuma bilang… yah.. dari jaman SMA kamu udah nunjukin kalo kamu itu emang cita2nya tinggi na… pingin studi yang tinggi dan karir yang bagus… tipe2 wanita karir lah… dan tiap2 individu itu unik dan gak mesti harus sama… dia bilang aku gak berubah… mungkin si "senior" itu aja yang mungkin punya persepsi beda mengenai eke….
Jadilah kemudian aku memutuskan, ibarat kata mengcopy kata Mbak Ivo, yang paling penting untuk dipikirin adalah kata2 suami kita… kalo suami gak masalah… kenapa harus pusing sama komentar "orang lain yang gak terlalu penting" kayak si senior tsb…. hihihihi… completely agree deh mbak… suamiku emang tob banget deh… supportive, baik hati, family-man … kombinasi terbaik buat aku… yang agak2 ambisius, emosional & labil ini
Moving forward ahh… ngomongin hal2 yang lebih produktif ajah.. btw..ada artikel menarik niy mengenai karakteristik bangsa terhormat… dari situs presidensby.info yang juga dikutip sama kompas…. Hmm… mudah2an kita sampe ke sana… tinggal terus berusaha… karena tak pikir.. kita udah di right track
Kamis, 7 Desember 2006, 13:00:09 WIB
Sepuluh Syarat Untuk Jadi Bangsa Terhormat
Jakarta: Suatu bangsa dikatakan terhormat apabila rakyatnya memiliki tarap hidup layak, serta bebas dari kemiskinan yang ekstrim. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (7/12) pagi, pada HUT ke 7 Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Sasono Langen Bodoyo, TMII, Jakarta.
Menurut Presiden, salahsatu perwujudan nasionalisme atau patriotisme kita masa kini adalah membikin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat. Sebuah bangsa dikatakan terhormat apabila, satu, kalau rakyatnya memiliki taraf hidup yang layak, bebas dari kemiskinan yang ekstrim. “Tentu bangsa kita tidak terhormat kalau mayoritas rakyat kita miskin. Bahkan kemiskinan itu kemiskinan yang absolut. Kemudian ukuran kedua, apabila berada dalam keadaan yang relatif aman dan tertib, bukan negara yang sarat dengan kejahatan, kekerasan, konflik, dan lain-lain. Di banyak negara seperti yang kita lihat di televisi, suatu negara porak poranda, tentu kehormatan bangsa itu berkurang dimata dunia,” ujar Presiden SBY.
Ketiga, lanjutnya, kita terhormat dalam era globalisasi ini, apabila kita juga menjadi negara yang demokratis. “Demokrasi dalam arti kebebasan, freedom makin mekar dan makin berkembang . Tetapi kebebasan itu hidup berdampingan dengan kepatuhan terhadap pranata sosial maupun pranata hukum. Kalau dua-duanya hadir, demokrasi kita akan sehat dan berkembang,” kata Presiden.
Keempat, tambah Presiden, “Apabila ekonomi nasional di seluruh daerah, bukan hanya di kota besar dan daerah yang mampu, juga makin baik dan tumbuh berkelanjutan. Dan tidak terjerat dalam hutang yang tinggi, karena sebuah negara yang mempunyai hutang besar akan membebani masa depan generasi mudanya,” ujarnya
“Kelima, memiliki pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang tanggap pada persoalan rakyatnya. Terbuka dan bebas dari korupsi dan penyimpangan. Keenam, memiliki lingkungan yang baik. Ketujuh, pendidikan untuk generasi muda makin baik. Kedelapan, kesehatan makin bagus. Kesembilan, olahraga kita bagus dan berprestasi. Dan kesepuluh, berperan dalam perkembangan dunia, tidak apatis, bergaul, tidak memikirkan negara sendiri, sebagaimana yang diamanahkan UUD 1945.” Itulah sepuluh syarat bagi suatu bangsa agar bisa disebut sebagai bangsa terhormat. (win)
*SchiedamseVest38E,Rotterdam,3011BA*