rindu… sakit yang terenak :p
Selama di belanda… suami gak pernah mau bilang gimana perasaannya dia dengan kondisi kita ini… selain ungkapin "aku sayang sama kamu" (dan sejenisnya)….. atau "aku pingin kamu studi tepat waktu/cepet selesainya"……. atau ketika aku lagi labil "doaku menyertaimu yang.. aku ridho dengan kenyataan kalo kamu memang harus ambil studi lanjut di LN kok…. apalagi yang harus dikuatirkan?"
tapi menjelang kepulangan ini… mas kuw itu mungkin gak tahan lagi yak… sehingga dia jadi kirim banyak lagu yang pastinya kalo dia kirim di awal2 atau pertengahan studi… aku pasti buru2 pulang dan ninggalin segala urusan perkuliahan….hmmm kurang supportive apa coba? (hiks hiks… kangeeen :’( … )
Lagu Rindu dari kerispatih ini salah satunya….
bintang malam katakan padanya..
aku ingin melukis sinarmu di hatinya
embun pagi katakan padanya….
biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
bintang malam sampaikan padanya..
aku ingin melukis sinarmu di hatinya
embun pagi katakan padanya….
biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya
Ref :
tahukah engkau wahai langit…
kuingin bertemu membelai wajahnya
kupasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya…
lagu rindu ini kuciptakan
hanya untuk bidadari hatiku tercinta
walau hanya nada sederhana…
ijinkan kuungkap segenap rasa dan kerinduan…
haaaa….
wwooo…..
haaawwwwooooo wooooo… (hihihihi… bingung gimana nulistnya :p)
*back to ref
Haaa uuu…..
ijinkan kuungkap segenap rasa dan kerinduan….
Ternyata kerispatih belum cukup buat beliau…. sampe perlu mengirimkan lagu lama dari Richard Marx ini….
Oceans apart…
Day after day…
And I slowly go insane
I hear your voice on the line…
But it doesn’t stop the pain
If I see you next to never
How can we see forever?
reff:
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heartbreaks
I will be right here waiting for you
I took for granted all the times
That I’ve thought would last some how
I hear the laughter I taste the tears
But I can’t get where you now
Oh can’t you see it baby…
You got me go on crazy…
Back to reff*
I wonder how we can survive…this romance…
But in the end.. if I’m with you
I’ll take the chance…
(Instrumental)
Oh can’t you see it baby…
You got me go on crazy…
Back to reff*
Waiting for you
Duhh.. kuangen surangen buangen buanget jadinya…. apalagi gara2 aku "nekat" menuliskan sendiri liriknya instead of copy paste dari site2 lirik lagu …
Hmmm… Kalo merefleksikan kurang 2 tahun lebih pernikahan kita… emang aku dan suami tipikal pasangan muda yang masih culun belum banyak pengalaman…. dikombinasikan dengan rasa ingin berkembang di berbagai aspek… Tapi gara2 yang namanya cinta kita malah jadi saling support satu sama lain untuk meraih cita2/ambisi kita (walopun agak short sighted melihat konsekuensi di belakangnya)… Jadi beginilah kita….berani mutusin keputusan gila untuk "long distance" 16 bulan (start sept ‘05) sementara kita baru merayakan setahun pernikahan…. Dialog sebulan sebelum keberangkatan ini adalah salah satu bukti kalo kita saling cinta tapi juga nekat dalam bertindak tanpa menimbang matang konsekuensi di belakangnya
Anna : ”Mas… kita nikah belum sampe setahun… terus mau pisah hampir satu setengah tahun… kok rasanya aku gak yakin ya aku mau pisah sama kamu…. Aku undurin diri aja ya dari program beasiswa ini?”
Rendy : ”Kalo nurutin kemauan aku… aku juga pinginnya kamu ada di sisi aku Na… tapi aku tahu… betapa besar potensi istriku dan banyak orang yang menaruh harapan sama istriku ini.. Jadi jangan konyol dengan mundur dari beasiswa… kamu udah berjuang untuk peroleh yang kamu pingin…. masa udah dapet malah dilepas?”
Anna : ”Hmm… kayaknya sih aku lebih pentingin ridho kamu sebagai suamiku mas… dibanding bisa studi di luar negeri… ridho kamu sebagai suamiku ’kan lebih pasti…. ganjarannya surga”
Rendy : ”Aku ridho sama kamu untuk studi di luar negeri Anna…. aku tahu ini berat buat aku…. tapi aku gak pengen kamu sia2kan kepercayaan orang yang sudah memberi amanah kamu buat studi lanjut… baik dari pihak EMA atau pihak NEC… Suaminya bangga tahu kalo punya istri pinter…”
Anna : (terharu dan mengucap dalam hati)… I’m so lucky to have someone like you as my husband honey…. Mudah2an ALLAH tetap memberikan karuniaNya kepada kita berupa keluarga yang sakinah, mawaddah & penuh rahmah…
terus babak selanjutnya….. Days after my departure… hehehe… no comment deh…. :p
Tapi aku & mas Rendy gak menyesal… karena kita pikir kita masih muda… kita masih kayak spons atau karet yang bisa ditarik-ulur dan tetep kembali ke bentuk asalnya. Dan pengalaman long distance Ini bener2 jadi pengalaman berharga dalam hidup kita yang kita tulis dengan tinta emas karena banyak buanget hikmahnya (baca : malahan justru nambah rasa cinta & rasa sayang kita)
Tapi untuk pisah lagi ke depan…. hiyyy… enggak deh.. kapok… :p
*19 days to go*
December 16th, 2006 at 9:28 pm
hiiekzzz jadi terharu, ingat neneknya anak cucu….
December 17th, 2006 at 10:20 am
duhh.. maap kalo buat jadi melow… mengingat neneknya anak cucu…
Btw ‘Kek hendra… kenalin daku dong sama beliau…
December 18th, 2006 at 3:03 pm
duuuuuh…iya, lah yang namanya manten anyar..dulu ditinggal duluan ke sg 25 hari saja bumi rasanya gonjang-ganjing.dah ga konsen ngerjain proyek di D3 Akun
December 18th, 2006 at 6:23 pm
barakallah bu!
December 19th, 2006 at 8:34 am
hihihi… gitu ya mbak Ellen… brarti anna normal dong… 3 bulan pertama rasanya pingin balik & mundur dari sekolah :p… hihihi untungnya suami galak… dia bilang “buat apa kita pisah 3 bulan terus kamunya gak selesaiin kuliahnya”… jadilah harus survive…
Buat Adit… makasih ya doanya… mudah2an Adit juga selalu dalam ridho, rahmat & hidayah dari ALLAH