Archive for August, 2007

berkebun

Friday, August 24th, 2007

Kalo setahun lalu ditanya jenis2 tanaman buat taman, mungkin bisa jadi kalo ditanya 10 jenis tanaman cuma satu jenis aja yang terjawab.

Nah hari ini rencananya setelah balik dari kerja, mo berburu 4 pot gantung buat tanaman sambang darah yang baru dibeli 2 hari yang lalu. Nah si sambang darah ini, melengkapi koleksi taman kecil depan rumah yang terdiri dari 1 pohon sikas besar, 1 pohon sikas sedang, 17 gerombol ekor bajing di perbatasan lahan taman dengan teras rumah, 20 bonggol nanas nanas kerang di depan si ekor bajing, 20 bonggol soka jepang (ini sebenarnya mirip dengan bunga soka, tapi daunnya lebih kecil) bagian taman paling dekat ke jalan dan sebarisan lili paris di depan si soka jepang.

Eh, si sambang darah kan dijadiin tanaman pot, brarti dia dikategorikan bukan sama dengan tanaman yang ditanam langsung di lahan taman. Brarti dia nantinya dia "temenan" sama si euchorbia, zodia, anthurium, 24 varian kaktus beraneka bentuk & cocor bebek.

hehehe… kalo gak jadi ibu rumah tangga, eke gak mengerti betapa menyenangkannya berkebun (baca : melihat bang jali nanem tanaman) & merasakan kesejukan dengan melihat anekaragam warna hijau (dan terkadang merah) dari tanaman2 tsb.
Hmm… jadi gak sabar pingin ke pameran flona di lapangan banteng sama mas rendykuw …. eh tapi kan lahan tamanku kecil yak.. mo ditaro dimana lagi ya… bukannya sekarang udah optimal…(garuk2 mode : on)

*iseng2sambilnungguinsilabusdiapprovesamadosenkoordinator*

artikel hari ini

Wednesday, August 22nd, 2007

Pertama2 aku baca artikel ini di the economist mengenai kemenangan abdullah Gul pada pemilihan presiden Turki. Sebagai manusia muslim & berjilbab, aku bener2 merasa terserang karena di salah satu paragraf artikelnya dinyatakan "….His sole handicap appears to be his wife, Hayrunnisa. She wears the
Islamic style headscarf that is banned in all government buildings and
schools. In a sop to the secularists she is expected to tie it in a
more fashionable style. Over time they should grow accustomed to her
headgear just as they eventually accepted Mr Erdogan’s wife, Emine, who
became the first ever prime ministerial spouse to cover her head
…."
Emang dasar, kenapa para biarawati/nun yang juga pake headscarf gak diusik2 sementara orang berjilbab diusik2 kayak begini, atau jangan2 orang turkinya emang masih keblinger dengan sekularismenya attaturk yang tercermin dari rekan2 turki di RSM yang mempertanyakan kenapa aku berjilbab, padahal dia sendiri (mantan) muslim :(
Apakah mungkin  ini terkait dengan syiar Islam yang memang belum lancar? Ataukah emang pemilik economist itu emang orang yang antipati dengan Islam? Duh dibanding bersudut pandang "I’m the victim of non-muslim black campaign" mendingan inget2 lagi idealisme di kampus dulu …. pingin punya perusahaan media yang profitable tapi sangat kuat mendukung syiar islam… tapi kayaknya berat yak… modal untuk punya perusahaan media kan sangat besar … Aljazeera aja sampe sekarang masih disubsidi oleh pemerintahan Qatar…. Anyway, dibanding diskusi gak berujung… kita berdoa aja untuk keberhasilan aljazeera & muslim channelnya Astro supaya performancenya menjadi lebih baik dalam waktu dekat (mode : iman paling lemah on :’< )
*lagisedihkarenagakbisakonkrit*

pak bandi

Tuesday, August 21st, 2007

Pak Bandi mungkin bisa jadi adalah perantara pesan dari yang Di Atas supaya aku tetap semangat & ikhlas dalam menjalankan pilihan hidup aku sekarang ini… balik ke kampus jadi pengajar.
Ketika pas aku balik dari NL dan suami aku bilang, dia lebih senang & tenang kalo aku dikampus, membuat pupuslah harapan aku bisa belajar + tantangan (dan mencari tabungan :p) melalui kerja di FMCG, walopun pada saat itu aku sudah menjalankan proses rekrutmen & di offer posisi oleh tante E, recruitment managernya. Akhirnya dengan alasan mau punya anak aku ngomong ke tante E & akhirnya si tante juga bilang… suami elo udah sangat gak egois dengan ngasih kesempatan elo belajar di luar negeri, yah mungkin sekarang saatnya untuk payback ke suami.

Tapi… eng ing eng…. ternyata di kampus tidak seindah diduga (harapan bisa banyakin amal jariah dengan banyak mengajar ilmu dan flexi hours kayaknya susye untuk diperoleh), yang akhirnya membuat aku ngerti kenapa banyak braindrain dari kampus ke industri…. sebenernya sih bukan masalah uang di industri lebih besar… tapi lebih ke arah terkadang pihak administasi kampus yang suka gak jelas dengan kebijakannya. Ada ikatan dinas sebesar 2n yang harus dilakukan, tapi tidak jelas ikatan dinas itu mencakup apa aja. Misalnya begini, pengangkatan dilakukan oleh dekanat, jobdesc ditentukan departemen, uang bayaran dibayar oleh dekanat…. tapi kalo dilihat lagi ternyata pihak dekanat mengklasifikasikan si pekerja ini pada golongan tertentu yang jobdesc dari departemennya bertentangan dengan kebijakan SDM & kebijakan keuangan dekanat (kalo gitu ngapain nyuruh2 departemen buat job desc kalo mereka punya kebijakan SDM sendiri), dan membuat orang2 yang baru selesai studi tsb jadi terombangambing dengan ketidakpastian "ikatan dinas". Dan akhirnya niat baik untuk mengabdi melalui mengajar  penelitian jadi terdistorsi oleh hal2 yang gak penting & gak produktif… dan bagi yang gak kuat2 plus sabar biasanya akan keluar dengan sendirinya.

Nah disini pak Bandi datang, dia cerita bahwa yang aku alamin itu gak ada apa2nya dibanding di Fakultasnya dia. Malah dari dia kita bisa tahu bahwa bila dibandingkan dengan fakultas lain… ekonomi jauh jauh lebih baik memberikan kompensasi… (waakksss trus bagaimana pak bandi menghidupi istri & ke3anaknya ya…)
dan ketika aku nanya… sebenernya alasan apa yang memilih bertahan di kampus…. dia bilang itu udah panggilannya…. berhubung bidang dia adalah kesejahteraan sosial, dia sangat enjoy banget baik dalam melakukan riset ataupun konsultasi lapangan karena dia tahu apa yang dia lakukan akan sangat bermanfaat bagi lingkungannya dia…. yah pak bandi yang pintar (udah tinggal tunggu pengesahan dari dikti terkait dengan pengangkatan guru besar/profesor) bin soleh bin ganteng bin masih muda ini emang bner2 kasih aku refreshment terhadap kecemasan/rasa frustrasi aku dengan segala ketidakpastian di kampus…

hehehe…Jadi inget saat2 pas awal kuliah MBA dulu…. agak2 sempet disorientasi terhadap motivasi…. tapi toh akhirnya terlewati juga…. Hmm… musti tambeng mode on niy… kayaknya harus tetap dijalani..do the best & let ALLAH do the rest kali ya…

*maupulangketamantanahbarublokA/11depok16426*

bertetangga

Monday, August 20th, 2007

Memori 17 agustusan tahun ini adalah bagaimana menjalankan hidup bertetangga dengan orang lain. Kebetulan rumah tempat aku & mas rendy tinggal jadi markas ibu2 blok A & A1 untuk membuat tumpeng. Seru lho… ternyata lomba tumpeng itu membuat komunikasi kita sesama ibu2 warga blok A & A1 yang tadinya sebatas menganggukkan kepala, tersenyum & menyapa…. menjadi lebih dalam lagi.  15 orang ibu2 tumplek bleg di ruang tamu menghias tumpeng "menuju puncak kemerdekaan" (aka bebek menuju puncak - tumpeng ditaruh diujung kiri belakang dengan bebek diujung kanan depan & dikanan kiri jalan antara bebek & tumpeng ada pemandangan sawah yang tdd dari cabe isi, sambal goreng printil, ayam goreng, danau serundeng, terasering pindang telur puyuh&perkedel) kita saling ngeledekin satu sama lain tanpa ada hard/hurt feeling. Yang ada disitu feel free aja nanya ke mbak A (yang cantik & jago masak), "mbak mo nanya nih… tapi jangan marah ya…..mbak kok elo mau sih sama suami elo?", bukannya tersinggung/membela suaminya eh si mbak A malah bilang …."hehehe santai aja lagi, temen2 & bos gw juga nanya begitu sama gw"… dan kemudian dijawablah kenapa akhirnya dia menikah sama suaminya yang hanya menjalankan proses pacaran 3bulan saja. Trus Mbak L (yang beberapa kali suka muncul di TV karena kerajinan kaleng hiasnya) yang tadinya dikira diem2 menghanyutkan… eh ternyata asal banget (becanda & suka iseng gitu), terus ada mbak E & S yang paling konkrit kalo diminta bantuan tanpa harus boasting kanan kiri, bukan kayak mbak E2  yang bener2 a la ibu rumah tangga sinetron… yang agak suka "pamer: dan malahakhirnya jd bahan ledek2an antara sebagian besar dari ibu2.. hehehe..
Semua disitu kecuali ibu E2 kayaknya setuju, kalopun kita gak menang, kita udah memperoleh kemenangan dengan mencapai teamwork & team bonding yang kuat pada ibu2 warga blok A & A1…. tapi ternyata ketika kita mendapat juara 3 lomba tumpeng pada malam syukuran 17 agustusan, membuat semua orang makin senang (termasuk bapak2nya)…. mengingat gak ada salah satu dari ibu2 blok A & A1 berpengalaman dalam membuat tumpeng :p. Pengalaman jadi koordinator tumpeng ini bener2 ngasih pengalaman buat aku bahwa "tetangga itu memang adalah sodara terdekat"… karena aku mulai ngerasa mbak2 tetanggaku udah mulai kayak kakak2ku aja setelah rame2 keroyokan buat tumpeng… dan satu lagi belajar pentingnya menjaga komunikasi, memilih kata2 yg baik & punya sense of humor dalam menciptakan suasana keluarga di dalam kehidupan bertetangga.

*lagiiseng2ngeblogdikampusfeuidepok*

gado2

Tuesday, August 14th, 2007

Hari ini, aku bareng sigit, liyu sama yuyun mengikuti undangan  acara australia education fair di kedubes OZ. Pas masuk2, ketemu sama ibu Wati Syamsu, contact person di seksi kultural waktu  ikutan australian-indonesian young muslim leader exchange program tahun 2003 lalu…. duh, tiba2 ngerasa betapa waktu cepet banget berlalu ya…. kayaknya baru minggu kemarin aku ngunjungin sisters & brothers di melbourne & canberra … sharing & diskusi bagaimana muslim practice di Indonesia plus berbagai isu2 terkini, sekaligus belajar dari brother & sister yang jadi kaum minoritas di OZ bagaimana mereka berjuang mempertahankan prinsip keislaman plus juga tetap bisa berasimilasi dengan masyarakat australia kebanyakan. Sister Marwa yang waktu itu cuma setahun lebih tua dari aku, bertanggungjawab jadi sekretarisnya ICV  (Islamic Council of Victoria - kayak MUI negara bagian), aku setengah kagum dan setengah malu… karena dengan umurnya yang masih muda pada waktu itu (24 tahun) udah banyak yang bisa kontribusi ke masyarakat & da’wah padahal kondisi australia sangat kurang bersahabat thd komunitas muslim akibat serangan bom bali.
Duh, terus apa kabar ibu tati IAIN & si mbak nasyiatul aisyiyah partner exchange aku di program tsb…. gawat nih… mudah2an aja silaturahimnya masih tetap bisa disambung… soalnya terakhir ketemu mereka … pas waktu aku nikahan +/- 3 tahun lalu…

Oya, akhir2 ini, aku jadi agak2 kecanduan main "the Sims 2" (begini nih… gara2 sok mau ikutan suami gara2 gak mau ditinggal suami kalo lagi main game komputer… jadi malah kecanduan)… terlepas kadang2 suami suka protes… tapi banyak hal yang membuat aku makin mengenal diri aku sendiri & juga mengenal suami lewat simulasi game yang intinya kayak main rumah2an tsb. Dulu aku berpikir aku termasuk orang yang punya karakteristik "family aspiration"… tapi setelah dijalankan… kayaknya agak kurang tepat…. aku lebih cocok dengan karakteristik "fortune aspiration"… yang kurang lebih punya sense of achievement terhadap karir & uang (huaaa… ternyata)…. Terus mengenai suami… yang kupikir pada awalnya berkarakter "family aspiration" ternyata lebih ke arah "popularity aspiration" yang termotivasi untuk kenal banyak orang & entertain banyak orang….
Tapi masalah karakteristik tsb itu gak jadi harga mati …. karena kita tetap punya visi keluarga dan tetap fokus usaha punya anaknya kok (hehehe… jaka sembung bawa ojeg… gak nyambung jek)

O ya, sekarang di komplek TTB tempat aku tinggal, komunitasnya udah makin kuat… seneng banget kayak punya kakak2 & temen hang-out baru rasanya… 2 minggu lalu ada lomba jalan sehat keluarga (aku&rendy sengaja pake kaos warna oranye sisa MBA Olympic 2006 biar gampang dikenal & mengenali orang), terus minggu ini ada lomba tumpeng … dan gara2 aku & mas rendy belum punya anak… rumah kita jadi tempat ideal buat kumpul ibu2 ataupun mangkal bapak2 karena gak ada anak kecil yang ngerecokin… hihihihi, kitanya sih seneng aja… biar rumahnya banyak berkahnya :p

*lagiisengngeblogsebelumpulangketamantanahbarublokA/11Depok16426*