artikel hari ini

Pertama2 aku baca artikel ini di the economist mengenai kemenangan abdullah Gul pada pemilihan presiden Turki. Sebagai manusia muslim & berjilbab, aku bener2 merasa terserang karena di salah satu paragraf artikelnya dinyatakan "….His sole handicap appears to be his wife, Hayrunnisa. She wears the
Islamic style headscarf that is banned in all government buildings and
schools. In a sop to the secularists she is expected to tie it in a
more fashionable style. Over time they should grow accustomed to her
headgear just as they eventually accepted Mr Erdogan’s wife, Emine, who
became the first ever prime ministerial spouse to cover her head
…."
Emang dasar, kenapa para biarawati/nun yang juga pake headscarf gak diusik2 sementara orang berjilbab diusik2 kayak begini, atau jangan2 orang turkinya emang masih keblinger dengan sekularismenya attaturk yang tercermin dari rekan2 turki di RSM yang mempertanyakan kenapa aku berjilbab, padahal dia sendiri (mantan) muslim :(
Apakah mungkin  ini terkait dengan syiar Islam yang memang belum lancar? Ataukah emang pemilik economist itu emang orang yang antipati dengan Islam? Duh dibanding bersudut pandang "I’m the victim of non-muslim black campaign" mendingan inget2 lagi idealisme di kampus dulu …. pingin punya perusahaan media yang profitable tapi sangat kuat mendukung syiar islam… tapi kayaknya berat yak… modal untuk punya perusahaan media kan sangat besar … Aljazeera aja sampe sekarang masih disubsidi oleh pemerintahan Qatar…. Anyway, dibanding diskusi gak berujung… kita berdoa aja untuk keberhasilan aljazeera & muslim channelnya Astro supaya performancenya menjadi lebih baik dalam waktu dekat (mode : iman paling lemah on :’< )
*lagisedihkarenagakbisakonkrit*

Leave a Reply