bertetangga

Memori 17 agustusan tahun ini adalah bagaimana menjalankan hidup bertetangga dengan orang lain. Kebetulan rumah tempat aku & mas rendy tinggal jadi markas ibu2 blok A & A1 untuk membuat tumpeng. Seru lho… ternyata lomba tumpeng itu membuat komunikasi kita sesama ibu2 warga blok A & A1 yang tadinya sebatas menganggukkan kepala, tersenyum & menyapa…. menjadi lebih dalam lagi.  15 orang ibu2 tumplek bleg di ruang tamu menghias tumpeng "menuju puncak kemerdekaan" (aka bebek menuju puncak - tumpeng ditaruh diujung kiri belakang dengan bebek diujung kanan depan & dikanan kiri jalan antara bebek & tumpeng ada pemandangan sawah yang tdd dari cabe isi, sambal goreng printil, ayam goreng, danau serundeng, terasering pindang telur puyuh&perkedel) kita saling ngeledekin satu sama lain tanpa ada hard/hurt feeling. Yang ada disitu feel free aja nanya ke mbak A (yang cantik & jago masak), "mbak mo nanya nih… tapi jangan marah ya…..mbak kok elo mau sih sama suami elo?", bukannya tersinggung/membela suaminya eh si mbak A malah bilang …."hehehe santai aja lagi, temen2 & bos gw juga nanya begitu sama gw"… dan kemudian dijawablah kenapa akhirnya dia menikah sama suaminya yang hanya menjalankan proses pacaran 3bulan saja. Trus Mbak L (yang beberapa kali suka muncul di TV karena kerajinan kaleng hiasnya) yang tadinya dikira diem2 menghanyutkan… eh ternyata asal banget (becanda & suka iseng gitu), terus ada mbak E & S yang paling konkrit kalo diminta bantuan tanpa harus boasting kanan kiri, bukan kayak mbak E2  yang bener2 a la ibu rumah tangga sinetron… yang agak suka "pamer: dan malahakhirnya jd bahan ledek2an antara sebagian besar dari ibu2.. hehehe..
Semua disitu kecuali ibu E2 kayaknya setuju, kalopun kita gak menang, kita udah memperoleh kemenangan dengan mencapai teamwork & team bonding yang kuat pada ibu2 warga blok A & A1…. tapi ternyata ketika kita mendapat juara 3 lomba tumpeng pada malam syukuran 17 agustusan, membuat semua orang makin senang (termasuk bapak2nya)…. mengingat gak ada salah satu dari ibu2 blok A & A1 berpengalaman dalam membuat tumpeng :p. Pengalaman jadi koordinator tumpeng ini bener2 ngasih pengalaman buat aku bahwa "tetangga itu memang adalah sodara terdekat"… karena aku mulai ngerasa mbak2 tetanggaku udah mulai kayak kakak2ku aja setelah rame2 keroyokan buat tumpeng… dan satu lagi belajar pentingnya menjaga komunikasi, memilih kata2 yg baik & punya sense of humor dalam menciptakan suasana keluarga di dalam kehidupan bertetangga.

*lagiiseng2ngeblogdikampusfeuidepok*

One Response to “bertetangga”

  1. Poppie Says:

    Senang ya punya tetangga yang kompak gitu…..

Leave a Reply