pak bandi

Pak Bandi mungkin bisa jadi adalah perantara pesan dari yang Di Atas supaya aku tetap semangat & ikhlas dalam menjalankan pilihan hidup aku sekarang ini… balik ke kampus jadi pengajar.
Ketika pas aku balik dari NL dan suami aku bilang, dia lebih senang & tenang kalo aku dikampus, membuat pupuslah harapan aku bisa belajar + tantangan (dan mencari tabungan :p) melalui kerja di FMCG, walopun pada saat itu aku sudah menjalankan proses rekrutmen & di offer posisi oleh tante E, recruitment managernya. Akhirnya dengan alasan mau punya anak aku ngomong ke tante E & akhirnya si tante juga bilang… suami elo udah sangat gak egois dengan ngasih kesempatan elo belajar di luar negeri, yah mungkin sekarang saatnya untuk payback ke suami.

Tapi… eng ing eng…. ternyata di kampus tidak seindah diduga (harapan bisa banyakin amal jariah dengan banyak mengajar ilmu dan flexi hours kayaknya susye untuk diperoleh), yang akhirnya membuat aku ngerti kenapa banyak braindrain dari kampus ke industri…. sebenernya sih bukan masalah uang di industri lebih besar… tapi lebih ke arah terkadang pihak administasi kampus yang suka gak jelas dengan kebijakannya. Ada ikatan dinas sebesar 2n yang harus dilakukan, tapi tidak jelas ikatan dinas itu mencakup apa aja. Misalnya begini, pengangkatan dilakukan oleh dekanat, jobdesc ditentukan departemen, uang bayaran dibayar oleh dekanat…. tapi kalo dilihat lagi ternyata pihak dekanat mengklasifikasikan si pekerja ini pada golongan tertentu yang jobdesc dari departemennya bertentangan dengan kebijakan SDM & kebijakan keuangan dekanat (kalo gitu ngapain nyuruh2 departemen buat job desc kalo mereka punya kebijakan SDM sendiri), dan membuat orang2 yang baru selesai studi tsb jadi terombangambing dengan ketidakpastian "ikatan dinas". Dan akhirnya niat baik untuk mengabdi melalui mengajar  penelitian jadi terdistorsi oleh hal2 yang gak penting & gak produktif… dan bagi yang gak kuat2 plus sabar biasanya akan keluar dengan sendirinya.

Nah disini pak Bandi datang, dia cerita bahwa yang aku alamin itu gak ada apa2nya dibanding di Fakultasnya dia. Malah dari dia kita bisa tahu bahwa bila dibandingkan dengan fakultas lain… ekonomi jauh jauh lebih baik memberikan kompensasi… (waakksss trus bagaimana pak bandi menghidupi istri & ke3anaknya ya…)
dan ketika aku nanya… sebenernya alasan apa yang memilih bertahan di kampus…. dia bilang itu udah panggilannya…. berhubung bidang dia adalah kesejahteraan sosial, dia sangat enjoy banget baik dalam melakukan riset ataupun konsultasi lapangan karena dia tahu apa yang dia lakukan akan sangat bermanfaat bagi lingkungannya dia…. yah pak bandi yang pintar (udah tinggal tunggu pengesahan dari dikti terkait dengan pengangkatan guru besar/profesor) bin soleh bin ganteng bin masih muda ini emang bner2 kasih aku refreshment terhadap kecemasan/rasa frustrasi aku dengan segala ketidakpastian di kampus…

hehehe…Jadi inget saat2 pas awal kuliah MBA dulu…. agak2 sempet disorientasi terhadap motivasi…. tapi toh akhirnya terlewati juga…. Hmm… musti tambeng mode on niy… kayaknya harus tetap dijalani..do the best & let ALLAH do the rest kali ya…

*maupulangketamantanahbarublokA/11depok16426*

One Response to “pak bandi”

  1. Poppie Says:

    Sudah bisa diduga sebelumnya Anna….
    Dulu saya juga sempat frustrasi dan setiap pagi bangun tidur terisak menangis, sampai alm.suami bilang, ‘keluar aja dari tempat kerja kalo tiap pagi musti mendengar isak tangis’ saya. Gaji yang saya terima akan diganti oleh suami. Tapi saya bertekad untuk menghadapi tantangan itu. Akhirnya kejawab sudah semua sekarang….!
    Sekarang kesempatan saya untuk mendapat ladang amal se-luas2nya!
    Tapi saya tidak menyesali semuanya. Apalagi merasa jengkel dengan segala hasil penelitian yang cuma jadi pajangan dilemari fakultas atau semua pengabdian masyarakat yang saya lakoni berkesan hanya untuk mengejar nilai kumulatip doang. Tanpa itu semua saya gak belajar dari pengalaman….!!
    Sampaipun apa yang saya alami dengan sakitnya suami sampai meninggalnya semua adalah karunia Allah supaya saya belajar dari pengalaman…..

    Wuuiiiihhh….maaf ya Anna. Gak bermaksud mengajari, cuma setelah membaca postingan Anna ini jadinya pengen curhat aja nih…..!!!

Leave a Reply