Suami romantis… part 2

December 13th, 2006 by istrinyarendy

baru aja dikirimin 2 lagu dari suami tercintakuw…. liriknya ginih :

Someday, when I’m awfully low and the world is cold,
I will feel a glow just thinking of you and the way you look tonight.
Yes, you’re lovely with your smile so warm and your cheek so soft.
There is nothing for me but to love you just the way you look tonight

With each word your tenderness grows, tearing my fear apart.
And that smile that wrinkles your nose, touches my foolish heart.

Lovely, never, never change. Keep that breathless charm.
Won’t you please arrange it, ’cause I love you
Just the way you look tonight– Just the way you look tonight.

terus dia bertanya… would u grow old with me? dan di follow-up dengan lagu yang berlirik seperti ini….

I wanna make you smile whenever youre sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

Ill get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

Ill miss you
Ill kiss you
Give you my coat when you are cold

Ill need you
Ill feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if youve had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you

Yes, darling… I wanna grow old with you… :)

*ternyata"digombalin"itubuatmoodjadihepiyach*

Jadi bunda, siap gak ya?….

December 12th, 2006 by istrinyarendy

Akhir2 ini aku suka chat sama 2 orang temen jaman SMA dulu yang sedang membesarkan bayinya tanpa bantuan pembantu/babysitter, karena dengan kenyataan mereka hidup di Luar Indonesia mengharuskan mereka menangani sendiri bayi2 mereka.

Aku yang suka "iri" karena belum dikaruniakan anak.. jadi punya curiousity yang tinggi banget… jadilah terus mencari tahu bagaimana 2 temen masa mudaku itu men-tackle tantangan membesarkan bayi sendirian, gimana ngakalin urusan2 domestik lain kayak masak & bebenah, dan gimana ngakalin keinginan untuk pengembangan diri atau memenuhi aktivitas sosial lainnya.

Kesimpulan dari curiosity kau… yah emang harus dijalanin aja…. dua2nya bilang kalo setelah bayi muncul segala sesuatunya jadi beda, ada energi ekstra yang buat survive dalam menjalankan keribetan itu semua… yang tadinya bisa nemenin & ikutan main kalo suami lagi main game… jadi gak bisa lagi… tapi penggantinya… senyum bayi akan jadi hiburan menyenangkan yang bisa obatin rasa capek… terus masalah pengembangan diri dan lain lain… yah.. itu tergantung gimana kitanya aja… jago atau enggak ngakalinnya..

Hmm… jadi keinget waktu temu darat Salamaa weekend lalu, ketemu mbak Evi yang punya 5 anak, tapi tetep aktif dalam kegiatan pengajian, rumahnya rapih, masaknya enak….. terus ketemu Risda yang seumuran sama aku, membesarkan anaknya sendiri yang umurnya belum nyampe 2 tahun, kerja sebagai nurse di salah satu rumah sakit di belanda, tapi dia juga aktif dalam berbagai kegiatan… Hmm.. jadi makin ngeh deh… kalo effective time management & kreatifitas itu adalah key ingredients kalo mau jadi "superwomen" yang bisa sukses dalam lingkup domestik & profesional… bismillah… mudah2an bisa & lancar yak….

Kemarin, sesi terakhir kelas Brand management topiknya masalah luxury branding… casenya Burberry & Chanel… hihihihi… secara kita jarang bela-beli barang bermerek….lucu juga temen2 yang biasa shopping kayak Elizabeth Anne… dengan lancar membedakan antara Fendi, Gucci, Prada, DKNY, Armani, Versace, Hermes, Chanel, Hugo Boss… bagaimana positioining brand tsb dalam aspek harga & fashion forward attitude… sementara eke cuma bisa mengamati doang :p….

Di sessi ini juga di jelaskan masalah branding luxury goods yang emang 180 derajat beda banget dengan mainstream branding yang didominasi barang2 consumer goods. sebagai contoh… luxury goods bermain di tataran menyeleksi konsumen & exclusivity (scarcity)… sementara consumer goods bermain di tataran merekrut konsumen sebanyak2nya & produknya inclusive (mass production)…. terus juga dijelaskan bagaimana trend shifting dari old luxury ke new luxury.. (hihihhi … eke baru tahu ada term kayak gini)…. dan ternyata image management itu adalah hal paling krusial di luxury branding… yang dipublikasi biasanya adalah hal2 mewah seperti grand launching mengundang selebrity & SES A++ fashionista, fashion show, haute d’ couture (??)… padahal sebenernya kontribusi terbesar jualan mereka ada di aksesoris kayak tas, scarf dan pakaian siap pakai yang modelnya gak terlalu spesial… dengan dicantumi label brand tersebut tentunya :p

Hmmm pertanyaan jail.. kalo udah jadi ibu2 … ilmu kayak gini bakal kepake gak ya… :p

*lagimasapersiapanuntukbisajadi"superwoman"yangsuksesdikeluarga

dankarir/aspeksosialkemasyarakatan*

hari minggu santai

December 10th, 2006 by istrinyarendy

Dua hari yang lalu mas Billi dan istrinya mbak Nana, memprovokasi aku untuk ikut acara temu darat milis Salamaa (persaudaraan Muslimah Ind di Belanda).. salah satu milis yang aku ikutin disini. Secara impulsif.. akhirnya aku memutuskan untuk ikut… dan  ternyata itu putusan yang bener2 buat weekend ini jadi menyenangkan sekali.

Acaranya yang diikutin sama lebih dari 40 orang ibu2 ditambah sekitar 30-an suami plus anak balita… bener2 ruamme suramme… seneng banget… acaranya bener2 kumplit dari siraman ruhiah yang menyejukkan hati (duhh rasanya menemukan segelas air setelah berjalan di padang pasir gitu), silaturahim dengan banyak orang, makan2 enak a la indonesia dan bertemu dengan bayi2 & toddlers.

siraman ruhiahnya… bener2 buat yang denger diingatkan untuk meninjau sejauh mana komitmen kita kepada ALLAH… put everything dalam kondisi seimbang antara ikhtiar-doa-sabar-istiqomah. Aku yang agak2 mulai kuatir mengenai masa depan pasca kuliah… jadi lebih tenang… karena ALLAH pasti akan ngasih yang terbaik ke hambaNya… dan udah banyak dari perjalanan hidup aku membuktikan kebenaran hal tsb… Jadi.. "tolong deh Na.. kenapa juga elo jadi ngaco & malah mundur kayak gini" :D

Terus masalah bayi & toddler yang lucu2… aku sempet gendong anaknya mbak Lina… lucu & cantik banget anaknya… pingin diculik rasanya :D…. ada kali aku gendong dia selama sejam lebih (gak termasuk gendong bayinya mbak Evi)… dan hasilnya sodara2… tangan saya pegel… dan badan kecapean… sukses deh pas sampe flat… mimisan lagi…. indikator akurat… penanda kalo aku kecapean.

Hmm… mungkin itu hikmahnya kenapa aku belum punya anak sampe sekarang kali ya… badanku masih belum terlalu fit (hii hii gimana mau fit coba.. jarang olah raga gini :D)… dan gak ngebayang deh kalo punya bayi… menjalankan komitmen 24/7 karena bayi masih fragile banget…. plus tugas2 domestik lainnya… dan btw dimana aku taruh ambisi2 aku untuk bisa kerja & sekolah lagi yak… huehehehe… gimana suami akhirnya gak terus encourage supaya aku kerja di kampus aja coba… mengingat kerja di kampus yang lebih fleksibel dan gak terlalu demanding… (tapi kan … tapi kan yang …. merengek mode a la istrinya rendy : on )

hmmm… emang kalo kayak gini… pakem do the best, let ALLAH do the rest… harus dipegang kuat2 … kalo enggak… bakal stres banget kalee.. ;)

*minggusantaidiSchiedamseVest38E*

Feminist… why I’m not becoming one of them :D

December 8th, 2006 by istrinyarendy

Secara papa Sjawal & Mama Is mendidik anak2nya secara "egaliter" (baca : sama sekali gak bedain mana cewek & mana cowok), jadilah ibuch & aku sebagai anak2 perempuan mereka tumbuh jadi anak yang "jagoan", tipe cewek yang not afraid to speak their mind, berani ungkapin pendapat (or even berdebat panas) dengan siapapun dan  gak takut sama apapun (bahkan si ibuch bisa ngebentak kapak merah dan buat mereka gak berani nodong :D).  Jadilah karakteristik tersebut too some extent.. buat kita jadi anak yang tomboi banget yang temen cowoknya lebih banyak daripada temen cewek.. dan terkadang kita suka gak ngeh (baca : gagap) dengan hal2 yang berbau girlie seperti make up, dandan & girlfriendship.

Terus.. secara kita dididik untuk suka membaca & mencoba pengalaman baru… untuk kasus aku (gak tahu si ibuch ngalamin hal yang bener2 mirip atau enggak)… keinginan untuk sejajar dengan laki2 (seperti the way my parents treat me) bener2 kuat tertanam dalam pikiran aku…. Nah, pas jaman2 akhir SMA & awal2 kuliah.. aku jadi suka baca artikel2 mengenai pemberdayaan perempuan, feminisme & diskusi2 mengenai peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat… tapi ternyatah… buku2 mengenai feminisme yang aku baca (kebanyakan referensinya adalah publikasi YJP).. buat aku hatiku berontak… gak sreg & gak merasa tenang….. dikarenakan ternyata banyak yang absurd dari buku2 tsb… dari yang menggugat kenapa perempuan diciptakan berbeda dari laki2 sehingga harus hamil-melahirkan-menyusui (heeh??) atau kebohongan publik mengenai cerita R.A. Kartini…. (huhh sebel… gimana mau berjuang coba.. wong dalam perjuangannya udah dibumbui dengan kebohongan)… sampe kampanye2 anti pernikahan yang dinyatakan sebagai institusi penghambat kemajuan perempuan (maak… gak ngebayang kalo eke jomblo terus2an :p)

Alhamdulillah, aku dikasih lingkungan akhwat2 tarbiyah yang punya pandangan yang menurut pribadi aku jauh lebih bijak dibanding temen2 YJP. Saat dalam lingkungan tarbiya itulah aku jadi deket banget sama Ustz. Sitaresmi soekanto (bu Sita.. apa kabarnya dikau? daku kangen sekali :D), yang memberikan pemahaman bahwa.. Islam sama sekali gak melarang kaum perempuannya untuk berkiprah di sosial kemasyarakatan.. contohnya ada bunda Khadijah figur succesful businesswomen, ada Asma’ bt Abu Bakar yang jadi kurir rahasia pada zaman2 "sulit", ada shafiyah yang mampu melawan tentara musuh, ada ummu salamah yang memberikan solusi cerdas ketika perjanjian hudaybiah, dsb…. yang intinya… "coba lihat deh na… jangan terjebak sama pandangan para feminis yang sering mendiskreditkan perempuan muslim yang dikatakan terbelakang.. tidak terdidik… terkungkung dalam jilbabnya dan tidak bisa stand up melawan dominasi laki2"

Kemudian proses akselerasi mengenai "pencarian" jati diri perempuan muslim aku… terjadi ketika ada periode yang mana aku cukup banyak berinteraksi dengan perempuan2 hebat kayak Ibu Nursanita Nasution & ibu Yoyoh Yusroh… Mereka bener2 bisa represent perempuan2 cerdas yang hebat sebagai ibu (dari 7 & 14 anak), istri yang berbakti sama suaminya dan teteup.. dahsyat sepak terjangnya dalam profesi, dunia aktivis pergerakan & dunia da’wah…. Huhuhu.. they are really inspiring women … I hope I could be like them someday… :D

Terus kembali ke pola didik egaliter yang aku dapetin dari papa Sjawal & mama Is… hmm.. aku pikir gak ada yang salah dalam hal itu… Al-Qur’an/hadist tidak membedakan jenis kelamin ketika menyatakan "tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat".. atau "sesungguhnya golongan yang terbaik di antara kamu adalah yang paling banyak kontribusinya ke lingkungan"…. plus contoh shahabiyah yang dikategorikan sebagai generasi terbaik… juga tetap berkiprah dalam masyarakat dan juga sukses dalam berumah tangga….

Tapi kayaknya emang perlu ada customization sedikit kali ya… karena jangan sampe anak2 perempuan aku nantinya agak2 gagap kayak ibunya yang ketika mulai berumahtangga karena gak terlalu familiar dengan manajemen hal2 domestik rumahtangga :D…..karena buat aku pribadi…perempuan yang sukses di sosial kemasyarakatan gak ada artinya kalo dia gak sukses me-manage rumah tangga…

*lagibuatessayuntukibuchtersayangmengenaiwomenempowerment yangsomehowagak2mandeg:D*

chatting with someone from my past….

December 8th, 2006 by istrinyarendy

Akhir2 ini aku cukup sering chat sama seorang temen.. someone from my past. Pas jaman muda dulu, dia salah seorang aktivis (cowok) yang enak banget untuk kerja bareng… orang yang empowering women banget dah intinya… we’ve spent a really good time di organisasi kita tersebut… gimana bareng2 menjawab tantangan membangkitkan organisasi dari yang punya inferiority complex… jadi organisasi yang lebih outward looking.

Tapi setelah diskusi lebih lanjut… ternyata kita gak senyambung dulu… udah beda dunia kayaknya… aku jadi inget salah satu novel remaja jaman SMA dulu… mengenai salah satu model di ford modelling agency yang namanya Kerri Gold, yang cerita kalau semenjak kepindahannya ke NY, dia berpikir kalo temennya tetap sama seperti dulu… tapi ternyata things change… dia berubah… temen lama berubah… dan teman baru datang… teman lama bukan berarti dilupain… tapi jangan lupa untuk tetap mencari teman baru di dunia yang baru…. Moral of the story-nya kurang lebih jangan hidup untuk masa lalu… tapi bagaimana hidup dari masa lalu & masa sekarang… untuk mencapai sukses di masa depan….

terus aku juga ngobrol sama temen SMA ku yang lagi nemenin suaminya studi lanjut di Jepang… dan aku menceritakan hal ini padanya… apakah aku berubah banyak.. sperti ucapan si "senior" itu yang menyatakan kalo aku terkesan "mengejar dunia" banget karena pingin macem2 dari studi, karir, kemantapan finansial, dsb… Terus si ibu yang lagi hamil anak kedua ini cuma bilang… yah.. dari jaman SMA kamu udah nunjukin kalo kamu itu emang cita2nya tinggi na… pingin studi yang tinggi dan karir yang bagus… tipe2 wanita karir lah… dan tiap2 individu itu unik dan gak mesti harus sama… dia bilang aku gak berubah… mungkin si "senior" itu aja yang mungkin punya persepsi beda mengenai eke….

Jadilah kemudian aku memutuskan, ibarat kata mengcopy kata Mbak Ivo, yang paling penting untuk dipikirin adalah kata2 suami kita… kalo suami gak masalah… kenapa harus pusing sama komentar "orang lain yang gak terlalu penting" kayak si senior tsb…. hihihihi… completely agree deh mbak… suamiku emang tob banget deh… supportive, baik hati, family-man … kombinasi terbaik buat aku… yang agak2 ambisius, emosional & labil ini :D

Moving forward ahh… ngomongin hal2 yang lebih produktif ajah.. btw..ada artikel menarik niy mengenai karakteristik bangsa terhormat… dari situs presidensby.info yang juga dikutip sama kompas…. Hmm… mudah2an kita sampe ke sana… tinggal terus berusaha… karena tak pikir.. kita udah di right track :D

Kamis, 7 Desember 2006, 13:00:09 WIB

Sepuluh Syarat Untuk Jadi Bangsa Terhormat

Jakarta: Suatu bangsa dikatakan terhormat apabila rakyatnya memiliki tarap hidup layak, serta bebas dari kemiskinan yang ekstrim. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (7/12) pagi, pada HUT ke 7 Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Sasono Langen Bodoyo, TMII, Jakarta.

Menurut Presiden, salahsatu perwujudan nasionalisme atau patriotisme kita masa kini adalah membikin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat. Sebuah bangsa dikatakan terhormat apabila, satu, kalau rakyatnya memiliki taraf hidup yang layak, bebas dari kemiskinan yang ekstrim. “Tentu bangsa kita tidak terhormat kalau mayoritas rakyat kita miskin. Bahkan kemiskinan itu kemiskinan yang absolut. Kemudian ukuran kedua, apabila berada dalam keadaan yang relatif aman dan tertib, bukan negara yang sarat dengan kejahatan, kekerasan, konflik, dan lain-lain. Di banyak negara seperti yang kita lihat di televisi, suatu negara porak poranda, tentu kehormatan bangsa itu berkurang dimata dunia,” ujar Presiden SBY.

Ketiga, lanjutnya, kita terhormat dalam era globalisasi ini, apabila kita juga menjadi negara yang demokratis. “Demokrasi dalam arti kebebasan, freedom makin mekar dan makin berkembang . Tetapi kebebasan itu hidup berdampingan dengan kepatuhan terhadap pranata sosial maupun pranata hukum. Kalau dua-duanya hadir, demokrasi kita akan sehat dan berkembang,” kata Presiden.

Keempat, tambah Presiden, “Apabila ekonomi nasional di seluruh daerah, bukan hanya di kota besar dan daerah yang mampu, juga makin baik dan tumbuh berkelanjutan. Dan tidak terjerat dalam hutang yang tinggi, karena sebuah negara yang mempunyai hutang besar akan membebani masa depan generasi mudanya,” ujarnya

“Kelima, memiliki pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang tanggap pada persoalan rakyatnya. Terbuka dan bebas dari korupsi dan penyimpangan. Keenam, memiliki lingkungan yang baik. Ketujuh, pendidikan untuk generasi muda makin baik. Kedelapan, kesehatan makin bagus. Kesembilan, olahraga kita bagus dan berprestasi. Dan kesepuluh, berperan dalam perkembangan dunia, tidak apatis, bergaul, tidak memikirkan negara sendiri, sebagaimana yang diamanahkan UUD 1945.” Itulah sepuluh syarat bagi suatu bangsa agar bisa disebut sebagai bangsa terhormat. (win)

*SchiedamseVest38E,Rotterdam,3011BA*

Week 49 : Sustainability

December 7th, 2006 by istrinyarendy

Minggu ini full dengan business sustainability discussion… mungkin topik yang gak terlalu hangat buat negara yang masih fokus pada peningkatan produktivitas & efisiensi kayak Indonesia… tapi tetap saja sangat menarik karena aku dapet pengalaman/menambah pengetahuan yang bener2 baru buat aku.

Pertama kelas international advertising, sekelompok sama Toshi yang punya concern tinggi terhadap sustainability & green management, akhirnya kita memilih kampanye pengurangan CO2 lewat film "inconvinient truth"… setelah diselidiki ternyata producer dari film ini adalah aktivis lingkungan hidup (Laurie David). Aku bener2 salut sama si Laurie David ini… gimana dari konsep komunikasi sampai detail filmnya & momen yang dipilih (launch setelah badai katrina)… bener2 efektif… bahkan thriller 30 detik yang biasa dipakai untuk launching film… bisa dikatakan iklan khusus untuk menggalang kepedulian thd perubahan iklim karena CO2 emission… ditambah lagi dengan dedicated site www.climatecrisis.net … bener2 buat kampanyenya terintegrasi dengan baik…. btw, film ini juga berhasil dalam mencetak box office di berbagai negara pas summer 2006 yang lalu…. dan banyak blogger membahas mengenai film ini…… Gee… kalau orang udah punya passion & enjoy melakukan sesuatu kayak Laurie David… jadinya dahsyat yak… :D

Terus hari Senin kemarin, ada carbondioxide training, yang menjadi narasumber adalah orang Fortis Bank yang memegang account carbon market. Aku baru tahu kalo ada yang namanya carbon market pada hari itu. CO2 bisa diperdagangkan kayak dagang future index. Kurang lebih dia bilang bahwa setiap negara itu punya batas emisi yang bisa dikeluarkan sesuai dengan Kyoto Protocol/European ETS (?)… nah setelah itu tiap2 negara menentukan berapa batas maksimal emisi yang boleh dikeluarkan pada tiap2 perusahaan/pabrik besar…. dan tiap2 pabrik tsb bisa terjadi proses "jual-beli" emisi kalau dia punya surplus/defisit dari batas maksimal emisi CO2 tersebut…. Sistem pasarnya juga melibatkan instrumen (?) option yang membuat sistemnya kurang lebih sama complicatednya sama pasar komoditi lainnya.

Tapi jujur, aku perlu belajar lebih dalam lagi mengenai carbon market ini…. karena pas perdagangan antar negara yang terjadi dari carbon market…. aku mulai gak mudeng… pas dia bilang Brazil & Indonesia in the future will need to reimburse their surplus (karena luas hutan hujan tropisnya kah?) karena emisinya jauh lebih rendah… dan juga kemampuannya hutannya untuk mengurangi CO2 di bumi…

Terus ditambah lagi konsekuensi dari pasar carbon market ini… mengenai relokasi pabrik ke daerah di mana harga CO2/ton nya lebih murah…. kayak Cina… tapi tentunya banyak alasan lain bagi negara2 eropa untuk memikirkan relokasi… karena kalo pabrik di relokasi… akan berkurang tingkat penyerapan tenaga kerjanya…. dan tentunya akan memukul pergerakan ekonomi…

Ngomong2 masalah relokasi… pas kelas brand management kemarin, topiknya mengenai retail branding… dan kasus studinya adalah bagaimana Walmart—the biggest retailer worldwide saleswise— membentuk business model yang (akhirnya) sukses memaksa supplier2nya (mattel, dsb) untuk menekan ongkos produksi sehingga konsumen Walmart mendapatkan harga termurah. Menarik karena ternyata secara gak langsung Walmart "memaksa" si supplier relokasi pabrik ke China/negara Asia lain yang lebih murah.. sehingga terjadi demo besar2an menentang Walmart…  untuk tetap memakai produk made in USA… dan juga dilukiskan gimana salah satu supplier bangkrut gara2 gak bisa ikut permainan Walmart sehingga harus lay off 13000 karyawannya….

hmm…sebagai ending…. brarti big corporation akan tergantung pada figur di baliknya kali yak… dan figur itu yang menentukan apakah perusahaan akan menjadi "rahmatan lil ‘alamin" atau justru malah jadi economic animal… yang hanya fokus pada gain profit sebesar2nya dari modal sesedikit2nya… :D

*makinmenyadaribahwamasihbanyakyangharusdipelajari*

Pikir masak2 ….sebelum men judge Aa Gym….

December 4th, 2006 by istrinyarendy

Di sebuah milis yang aku ikutin, ada yang mengutip postingan blog seseorang yang isinya kurang lebih bilang kalo Aa Gym itu CPU alias Cuma Pria (pada) Umumnya… dengan kondisi beliau yang berpoligami….

well… aku gak setuju 100% dengan pernyataannya itu. Karena kalo mengikuti perjalanan da’wah MQ Aa Gym… akan sangat terlihat kalo Aa Gym adalah bukan pria biasa… melainkan pria luar biasa dengan kepemimpinan yang transformasional dikombinasikan dengan semangat besar untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat.

Aku inget gimana da’wah2 MQ banyak mempengaruhi aku (dan  banyak orang lain), antara lain sbb :

1. Aa Gym selalu bilang untuk memulai dari diri sendiri (’ibda bi nafsih) untuk memperbaiki lingkungan… ini menurut aku sebuah ajakan yang luar biasa untuk kondisi umat islam di Indonesia yang masih suka gak peduli & suka malas.

2. Aa Gym lewat da’wah MQ juga selalu mengingatkan untuk menjaga kebersihan hati dengan tetap berprasangka baik…. menurut aku Aa Gym itu berkontribusi banyak dalam hal perbaikan mentalitas terutama ketika Indonesia lagi gonjang-ganjing setelah krisis 1998.. karena kalo diinget kembali… saat itu banyak politikus/pengamat  demennya menjelek2an orang lain (instead of jadi bagian solusi)… dan akhirnya suasana malah jadi keruh (instead of jadi lebih baik)

3. Aa Gym selalu meningatkan untuk jadi orang yang produktif yang selalu memanfaatkan waktu dengan baik

4. terus kampanye zakat MQ yang sederhana tapi konkrit (+/- sekitar tahun 1999) bener2 menanamkan secara kuat penting & urgennya berzakat demi menjawab permasalahan kemiskinan umat.

5. belum lagi dengan kesuksesan Aa Gym memberantas perjudian di Bandung sampe dia diancam mau dibunuh sama bandar judi, dst dst…

Terus terkait dengan Aa Gym dan poligaminya… dan komunikasi di baliknya… menurut saya pribadi bukanlah sebuah justifikasi pembenaran untuk melakukan poligami…. Diperlukan kompetensi khusus yang bisa membuat seorang pria sanggup melakukan poligami (plus kalopun melakukan poligami harus bisa bersikap ADIL)… dan saya kira Aa Gym adalah termasuk laki2 dengan kompetensi spesial tsb…. (mampu secara finansial, punya pemahaman agama yang baik, punya itikad untuk bertindak adil)

Masalah poligami Aa Gym ini juga sedikit banyak buat aku merenung apakah kita menerima kebenaran dari orang… atau dari kebenaran itu sendiri, misalnya :  orang yang dapet hidayah make jilbab karena da’wah MQ.. terus gara2 Aa Gym poligami dia jadi melepas jilbab… tentunya akan terkuak… kalo dia sebenernya gak ngerti kalo jilbab itu adalah perintah ALLAH di yang tertuang dalam QS Al Ahzab & QS An Nisa….

Selain itu juga membuat aku melihat kalo ternyata banyak orang berislam tapi masih egois… maunya Islam yang berpihak pada keinginannya/aspirasinya aja… belum mau terima sebagai sebuah satu kesatuan sistem hidup…. hal ini berlaku baik pria (yang menjadikan poligami sebagai alasan untuk selingkuh yang dilegalkan) dan pihak perempuan (phobia thd hal2 yang membuat gak nyaman/ketakutan)…. dan masalah ini gak hanya terkait dengan poligami aja… termasuk juga harta waris (banyak kaum perempuan kenalan aku yang gak mau terima konsep waris yang menyatakan kalo perempuan mendapat separuh dari laki2… tanpa mengkaji lbh dalam dan melihat hikmah di balik hukum tersebut)

Kalo boleh analogi… mungkin kondisi Aa Gym dengan poligaminya.. kayak Zidane yang melakukan "kesalahan" dengan headbutt Materazzi… tapi tetap menjadikan Zidane sebagai salah satu living legend - most influential soccer player in the world…

Karena Aa Gym adalah seperti itu… living legend di dunia da’wah Indonesia… yang sepak terjangnya plaing konkrit (kalo dibanding ustadz2 lain yang lebih ke arah wacana/knowledge building)…  menyentuh seluruh kalangan (dari atas sampe bawah) …. dan telah banyak membawa perubahan untuk Indonesia (dan umat muslim) yang lebih baik di kemudian hari..

*masihterusbelajarbahwasegalasesuatupastiadahikmahnya*

mati lampu….

December 3rd, 2006 by istrinyarendy

Baru kali ini eke ngalamin mati lampu di rotterdam… yah… sebenernya gak mati lampu satu kota sih… tapi mati listrik di jaringan flat tempat aku tinggal… Terus sebagai orang Indonesia asli yang udah biasa ngalamin mati lampu… biasa aja gitu… gak panik… beda dengan suara2 penghuni flat lain di luar pintu yang nadanya antara kuatir, sebel, panik… dan mencari2 student caretaker :p

Yah sudahlah… akhirnya pergi ke weenapad… ke tempat mbak Wiwin, mbak Susi & mas Kus… secara emang diundang mbak Wiwin untuk makan malam. Makan malemnya.. nyummy beratz… mbak Wiwin jago masak (gak heran juga siyy… jam terbangnya udah tinggi bgt… ibu dari 2 anak umur 10 & 6)… makan beef teriyaki, cah sawi udang, martabak, plecing plus desert jeruk manis yang juga nyummih … dilalahnya.. pas telpon Elvis.. katanya listrik masih mati… ya sudah lah… nginep deh akhirnya… secara ogah kalo gelap2 di flat sendirian gak bisa ngapa2in (susah cari lilin soalnya :p)

Lucu juga rasanya… biasanya aku kalo ke weenapad aku ke tempat mbak Alin-mbak Yuni-mas Heri yang gayanya heboh pisan, akrab & fun,…. sementara di tempat mbak Wiwn-mbak Susi-mas Kus gayanya lebih tenang, kayak nemu kakak2 baru, guyub dan full of makanan …. kalo dibandingin sih dua2nya sama enak … cuma pendekatannya aja beda… ibaratnya… kayak merasakan gulai otak dan mencoba membandingkannya dengan ayam pop… kan beda tapi sama2 enak tuh (duhh… kangen masakan padang niyy :’| )

Pertanyaan minggu ini, kenapa ya orang heboh menanggapi ustad yang poligami…. sementara RUU Pornografi malah gak jadi di issued…. Terlepas dari kebanggaan sebagai bangsa Indonesia…. aku gak bisa denied kalo hal2 kayak gini bikin hati ini kayak diiris…. Jadi inget pernah baca salah satu tokoh jaman perjuangan (namanya lupa… tapi I’ll try to find later) yang bilang kurang lebih begini… bangsa Indonesia lebih senang mendengarkan ramalan joyoboyo daripada berdiskusi untuk melakukan kerja nyata menyongsong masa depan…

yahh.. kayaknya emang banyak PR yak buat negara kita… tapi PR bukankah bertujuan untuk membuat kita terlatih & lebih kritis …Duhh… mudah2an kita bisa jadi bagian dari solusi instead of menambah masalah baru…

*mirisgara2kasusAAGym,YZdanditundanyaRUUAPP*

di kala lagi down banget…..

December 2nd, 2006 by istrinyarendy

Dalam menjalani hari2 di dalam kehidupan… kayaknya selalu aja ada grafik emosi naik turun baik landai maupun curam… mungkin kalo turunnya lagi landai (baca : sedikit mentalitas negatif)… gak terlalu sulit untuk mengembalikan menjadi naik lagi (baca : tetep optimis dan positif)…. tapi kalo lagi down curam banget…. waaahh.. selain doa/sholat sampe nangis2… dengerin cerita perjalanan hidup salah seorang sosok yang sangat deket sama aku bisa mengembalikan level kesadaran… kalo cobaan yang menimpa aku itu gak ada apa2nya…

D (sebut aja gitu deh namanya… mengingat dia gak suka publisitas) seumuran sama aku… orangnya selalu terlihat ceria dan sangat menikmati hidup… keluarganya terlihat selalu harmonis (dan emang harmonis) dan berkecukupan…. walaupun gak mewah…. tapi ternyata dibalik figur ideal tsb… ada banyak cerita dari D & keluarganya….

Ayah D ternyata bukanlah orang yang punya penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan keluarganya… dan untuk menopang hidupnya ibunya D juga berjualan kecil2an di rumahnya untuk menambah sumber pendapatan keluarga. Pernah suatu ketika… ayahnya D sedang menganggur (gak ada pekerjaan).. D menemani ayahnya menjual radio di pasar senen untuk dapat membeli buku untuk keperluan sekolah. Aku salut sama cara ayah & bundanya D yang berusaha agar D tidak jadi anak minder dengan kondisi keluarganya… salah satunya dengan bilang… gak apa2 kamu gak kaya… asal kamu pinter & rangking di kelas…

Jadilah D selama sekolah dari SD-SMP selalu menjadi 3 besar di sekolahnya… dan pola didik dari ayah ibunya juga membuat dia jadi anak yang disiplin, rajin tapi juga bisa balance dengan kehidupan sosial masyarakat (punya segambreng temen, jadi kader karang taruna, disayang sama keluarga besarnya dsb)…

Walopun terlihat ceria… ternyata D juga sempet mengalami "depresi" ketika masa2 SMAnya… ketika masuk ke Salah satu SMA unggulan… D yang punya minat luas… pingin banget untuk ikut berbagai ekskul yang sesuai dengan minatnya… tapi apa daya.. penghasilan ortunya pas2an… (walopun ortunya.. gak menampakkan hal tsb pada orang diluar keluarga inti mereka)… terus untuk menambah uang jajan buat jalan2/kegiatan ekskul bareng temen (mengingat uang jajannya hanya cukup untuk ongkos transport aja)… D melakoni berjualan buku2 pelajaran sekolah dengan mengambil supply dari juragan buku cetak di senen… Aku sempet menitikkan air mata ketika dia cerita kalau akhirnya dia memutuskan untuk ikut Rohis aja sebagai ekskulnya.. karena ada keterbatasan biaya kalo dia ikut tambahan ekskul lain… padahal aku tahu potensi D besar banget gitu…. kalau dia ada di tempat aku dengan "segala fasilitas untuk pengembangan diri" dari papa Syawal…. aku yakin dia bisa achieve sesuatu yang jauh lebih besar dari yang dia bayangkan…

Duuhhh… aku jadi malu banget kalo denger cerita dia kayak gitu… raising in middle class family.. dengan kesempatan yang jauh lebih banyak daripada D tentutnya, terkadang aku suka mengeluh kalo ada sesuatu yang aku gak bisa dapet…. dan aku suka malu sama D karena mentalitasku yang "harus bisa dapetin apa yang aku pengen"… yang buat aku to some extent suka ngoyo dan akhirnya gampang stress (baca : agak labil)… sementara D sejak SMA & kuliah udah belajar secara natural dengan apa yang disebut dengan ikhtiar… berusaha (dengan jualan buku plus kerja sambilan lain)… tapi di lain pihak juga pasrah sama ALLAH ketika apa yang dia usahakan belum bisa diperoleh pada saat yang dia inginkan… dan dia tetep terus usaha (tanpa stress) pantang menyerah untuk mendapatkan hal tersebut…

Ketika masuk masa kuliah, D boleh jadi bukan tipe yang bright/ menonjol (walopun dia termasuk top 20 di kampus)… dan bukan tipe big man on campus juga (baca : pimpinan organisasi mahasiswa)… walopun dia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan… Tapi menurut aku D sosok yang spesial… sangat spesial malah… dengan pribadinya yang kokoh, dengan cita2nya yang tinggi dan dengan tempaan/pengalaman hidupnya…. Aku yakin D bisa menjadi salah satu orang hebat di masa depan… walopun mungkin gak secepat orang2 brillian yang aku kenal…  tapi I’m sure he will be there… karena setahu aku kelemahan orang2 brillian yang aku kenal… kepribadian mereka gak terlalu kokoh.. dan terkadang suka egois/emosional… sehingga mereka terkadang gak terlalu persistent…. beda sama D yang udah terlatih & tinggi level of preseverance-nya… :D

Pernah waktu aku curhat sama doi mengenai ketakutan aku terhadap karir aku yang bakal terkait dengan pendapatan keluarga di masa depan…  dia dengan santainya bilang… tukang becak yang gak lulus SD aja bisa hidup… apalagi kamu yang udah mau selesai S2… rezeki itu udah diatur lagi sama yang Di Atas… terus dia cerita gimana dia harus bangkit dari konsep diri anak gak berguna (karena menganggap dirinya cuma menjadi beban orang tuanya)… dan akhirnya bisa menapak sukses dalam karirnya… dan sekarang justru membiayai hidup orang tuanya.. dan bahkan mencicil rumah buat orangtuanya…. pokoknya kalo lagi stress merupakan ide baik untuk mengutip kata2 beliau "pokoknya tetap positif, jangan dibuat stress.. dijalani aja.. jangan dipikirin…"

D, I’m really honored bisa kenal kamu secara mendalam… dan jadi salah satu orang yang kamu percaya untuk berbagi cerita mengenai hidup kamu… Terima kasih banyak… karena saat aku lagi down aku gak perlu baca buku motivasi yang tebal2 (yang terkadang suka superficial :p ).. aku cukup mendengar cerita kamu selama 20 menit… terus pasti aku langsung bangkit lagi… untuk tetap semangat & optimis dalam menjalani hidup…

*D,akukangenniypinginketemuansamakamulagi*

Posting 100 : aneka cerita :p

December 1st, 2006 by istrinyarendy

Waah.. gak kerasa akhirnya aku sampe juga ke postingan ke-100… dari niat awal blogging untuk merekam hari2 di Rotterdam… (sekaligus juga melancarkan menuangkan ide lewat tulisan) sampe akhirnya blogging kurang lebih menjadi semacam "obat mujarab" untuk mengurangi stress :D

Sebelum nulis postingan ini.. aku review kembali apa aja yang pernah aku tulis lewat link archives … dan eh.. ternyata bener… ada perubahan yang cukup signifikan dalam gaya tulisan dan gaya berpikir… dari yang cenderung tertekan, gak PD-an plus self-centered di awal2 … sampe akhirnya lebih rileks, pasrah dan mencari berbagai pelajaran hidup dari sekitar… hihihhii.. bener juga kata si fasilitator waktu PLD session… emang pengalaman itu harus direkam lewat diary… mengingat karakter dasar manusia yang banyak lupanya :p

Terus terkait dengan homesick (yang cukup mendominasi postingan2 eke) kalo dipikir2 & dianalisa…. ternyata selama di rotterdam aku gak akan survive kalo gak ada orang2 kayak mas Farid, Om Amir, keluarga mas Haris, mbak Nana+mas Bili, dkk…. yang cukup buat aku merasa menemukan keluarga baru sehingga homesick bener2 berkurang secara signifikan… dan tentunya suami tercintah, si ibuch & ibunda tersayang yang selalu mau mendengarkan curhat2ku (yang terkadang gak mutu) dan terus memberikan support baik nasihat.. ataupun doa yang tidak ada putusnya…. Love you all guys… very much :)

Kembali ke journal style… Hari kamis kemarin, aku sama Ralph (jerman), Elizabeth (US), Stefano (Italy), Jillian (Swiss) dan Charles (Uganda)… diminta sharing mengenai summer associateship sama pihak CMC untuk career focus week untuk anak2 MBA’08, dengan alasan kita ber-6 adalah ambassador sekolah yang baik… hihihi… bisa aja si Jessica… tapi seneng juga sih bisa dipercaya.. mengingat aku satu2nya yang represent Asia dan yang paling muda pula…. terus seneng aja.. ketika beberapa anak ‘08 mengajak aku diskusi pasca sharing session… seneng bisa bermanfaat buat orang lain… plus juga seneng ketika mengetahui kalau aku telah menemukan ke-PD-an ku lagi akhir2 ini (mengingat di awal2 studi aku suka gak PD-an :p)…. O ya jadi inget… musti share juga niy ke Tante Ellen, Hendrawan dan Kak Ira… mengenai hal ini… mereka pasti seneng…

Cerita lain lagi… hari ini mas Haris public defense untuk PhDnya.. Berjalan cukup smooth… dan kok malah buat aku ndak semangat ambil PhD yak?? 11 essay dalam 3 tahun 3 bulan … (essay2nya bagus dan mendalam banget, lengkap dengan cacing2 persamaan matematika yang mencerminkan modelnya equity sharing?? plus berbagai teori2 kayak zipf law)  tapi kalo buat aku….bisa2 aku pingsan kebosenan… mengingat aku anaknya tipe generalis dan bukan tipe spesialis gitu… berkutat dengan paper doang… weleh2.. gak kuat deh :D

Nah… terus aku diskusi sama Arga & suami mengenai kekuatiran aku kalo mau ambil PhD ke depan… dan segala tantangan yang terkait di dalamnya… dan akhir kesimpulan… yah.. dijalani aja dulu… jangan blocking duluan… sambil ikhtiar kita lihat aja gimana ALLAH kasih jalan ke depan… Soalnya suami berharap aku bisa balik lagi ke kampus… karena lebih "ramah ibu2" dibanding karir di luar kampus… yah dia gak mau kalo anak kita nanti kayak anak salah satu koleganya yang kalo nangis manggil nama pembantunya instead of ibunya…. Iya lah.. aku juga akan nangis kejer kalo itu kejadian… tapi kayaknya kita lihat dulu ke depannya gimana…

O ya minggu ini aku juga sempet korenspondensi sama mbak Rika mengenai gimana kalo hobi blogging ini dikembangin lagi untuk lebih bisa produktif lagi (baca : jadi penulis beneran)… tapi setelah dijelaskan panjang lebar… waaahhh sepertinya berat… mending tetep blogging aja deh… soalnya blogging pendekatannya bener2 nulis dari hati… beda kalo jadi penulis beneran… yang lebih banyak tuntutannya… jadi mengutip kata adikku Rizki Sorong.. yah lebih jadi orang yang bebas kalo mau nulis… karena gak ada tuntutannya :D

Ngomong2 masalah tuntutan… jadi inget kabar hangat mengenai salah satu ustadz favorit aku yang dikabarkan sudah memiliki istri kedua, duhh… jadi heboh yak kayaknya… sampe salah satu adik kelasku posting mengenai keresahannya mengenai beratnya hidup sebagai perempuan… (dimana poligami salah satunya)… Terus aku diskusiin masalah ini sama suamiku… ternyata walopun aku gak keberatan untuk poligami "untuk menikahi janda beranak banyak dan atau gadis yang sudah berumur" (karena yakin manfaatnya untuk kemaslahatan masyarakat… walopun juga sadar pasti akan ada kecemburuan)… eehh dilalahnya suamiku malah gak mau… katanya bisa jadi istri kedua dst banyak menuntut… kalopun udah sanggup untuk beristri lebih dari satu… mendingan anak asuhnya yang dibanyakin aja dan menggiatkan hobi koleksi ikan koi …. huehehehehe.. aku ketawa banget ngedenger reaksi suami aku… dan di satu pihak juga bingung… karena melihat beberapa temen aku yang cowok justru kebalikannya yakni "ingin poligami" kalau udah mampu… dan setahu aku istri2 mereka punya resistensi yang besar terhadap ide tersebut…

Hmm… moving to exciting stuff…. mudah2an dalam 3,5 tahun ke depan aku bisa nulis posting baru yang judulnya…. Posting 1000 … Blogging is fun… yeaahhh :D (apa sih maksudnya… garing amet yak *qeqeqeqe*)

*lagihappydischiedamsevest38E,Rotterdam,3011BA*